Resep Gojek Jadi Perusahaan Bernilai US$10 M

Dinar | Jumat, 5 April 2019 18:40
Resep Gojek Jadi Perusahaan Bernilai US$10 M

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Manajemen Gojek mengaku baru mendengar kabar valuasi perusahaan

Dream – Manajemen Gojek Indonesia mengaku baru menyadari perusahaannya menyandang status decacorn. Chief of Corporate Affairs PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia), Nila Marita, mengaku baru mendengar kabar tersebut. 

“ Kami baru mendengar mengenai kabar tersebut dan bersyukur ada lembaga independen yang memvalidasi kesuksesan kami dalam meningkatkan nilai perusahaan, tanpa kami perlu membuat pengumuman,” kata Nila dikutip Dream dari Merdeka.com, Jumat 5 April 2019,  

Seperti diketahui, CB Insight menyatakan nilai valuasi Gojek telah menembus angka US$10 miliar (Rp141,49 triliun). Perusahaan transportasi online ini sudah berhak menyandang status decacorn.

Menurut Nila kesuksesan layanan platform on-demand GO-JEK tercermin dari semakin kuatnya minat dan kepercayaan investor terhadap misi, pertumbuhan serta dampak ekonomi dan sosial GO-JEK yang semakin besar dari waktu ke waktu.

" GO-JEK memiliki pangsa pasar tertinggi diantara penyedia layanan e-commerce dilihat dari rata-rata pengguna aktif aplikasi per minggu (Weekly Active Users), berdasarkan data dari sebuah platform global yang menganalisis penggunaan aplikasi mobile sedunia,” kata dia.

Jumlah Weekly Active Users GO-JEK bahkan 55 persen lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi sejenis di Indonesia, berdasarkan data dari platform analisa yang sama.

" GO-JEK bukan hanya berfokus untuk terus menjadi pilihan utama dan memberikan layanan terbaik bagi para pengguna di Indonesia, tetapi juga untuk membawa harum nama bangsa dengan menjadi pemain terdepan di pasar Asia Tenggara,” kata Nila.(Sah)

2 dari 2 halaman

Valuasi US$10 Juta, Gojek Berhak Sandang Status Decacorn

Dream – Satu lagi kabar baik dari Indonesia. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, perusahaan pemilik platform transportasi  Gojek resmi menyandang status startup decacorn.

Sekadar informasi, perusahaan yang bisa menyandang status decacorn adalah bisnis startup yang memiliki valuasi US$10 miliar atau lebih.

Dikutip dari CB Insight, Jumat 5 April 2019, laporan The Global Unicorn Club, mencatat valuasi Gojek telah mencapai sebesar US$10 miliar (Rp141,49 triliun). 

Nilai valuasi Gojek hanya beda US$1 miliar (Rp14,15 triliun) dari kompetitornya, GrabTaxi. Nilai valuasi GrabTaxi ditaksir sudah menyentuh US$11 miliar (Rp155,64 triliun).

 

 Gojek mencatatkan nilai valuasi US$10 miliar.© CB Insight.

Untuk saat ini, Grab dan Gojek masih harus mengaki keunggulan Uber. Perusahaan jasa transportasi online ini mencatat nilai valuasi US$72 miliar atau sudah menembus Rp1.018,76 triliun.

Gojek menjadi perusahaan decacorn lokal pertama asal Indonesia berkat suntikan dana yang masif dari sejumlah investor. Sebut saja Astra International, Google, dan Seqouia Capital India.

Dana itu digunakan untuk mengembangkan bisnisnya ke Asia Tenggara dan mengoptimalkan layanan dompet digitalnya, Go-Pay.

Join Dream.co.id