Terapkan 'The New Normal' Mulai 25 Mei 2020, KAI Siapkan Protokol Khusus

Dinar | Senin, 18 Mei 2020 14:13
Terapkan 'The New Normal' Mulai 25 Mei 2020, KAI Siapkan Protokol Khusus

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mulai dari usia karyawan yang bisa bekerja di kantor sampai disiplin jaga jarak.

Dream – Pandemi virus corona telah mengubah sejumlah aspek kehidupan manusia, termasuk cara bekerja. PT Kereta Api Indonesia misalnya, mereka kini tengah menyiapkan skenario The New Normal.

" Saat ini kami sedang mempersiapkan protokol untuk mengantisipasi skenario penerapan The New Normal di KAI," kata Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo.

Kementerian BUMN memang akan menerapkan aturan bekerja bagi karyawan di tengah pandemi corona. Salah satunya, karyawan berusia 45 tahun ke bawah bisa bekerja, tapi dengan protokol lebih ketat.

PT KAI pun menindaklanjuti arahan Menteri BUMN melalui surat dengan nomor S-336/MBU/05/2020 pada 15 Mei 2020 perihal Antisipasi Skenario The New Normal BUMN.

Protokol tersebut akan mengatur langkah-langkah dan tahapan yang akan diterapkan oleh KAI dalam menyambut The New Normal yang akan dimulai pada 25 Mei 2020.

Selain pelayanan kepada pelanggan, protokol juga akan mengatur pekerja berusia di bawah 45 tahun untuk masuk kantor seperti biasa, namun tetap memperhatikan aturan PSBB di masing masing wilayah kerja.

" Meskipun sebagian karyawan yang berusia di atas 45 tahun masih WFH, termasuk pembagian WFO secara bergantian dan disiplin phisycal distancing, namun kami tetap berkomitmen untuk menjaga produktifitas seluruh pekerja KAI," kata Didiek.

2 dari 5 halaman

Fokus Layanan KLB hingga Angkutan Barang

Sampai saat ini, KAI fokus kepada pelayanan kereta api luar biasa (KLB), KA lokal, KRL, dan KA Angkutan Barang. Ini merupakan tangung jawab BUMN transprotasi untuk ikut mencegah penyebaran Covid-19.

Dalam pengoperasiannya, KAI tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19 yang diawasi oleh Satgas Covid-19 KAI yang telah terbentuk sejak Maret 2020. Khusus untuk layanan KA Penumpang, KAI akan tetap mengikuti perkembangan sesuai dengan aturan yang diterbitkan Kementerian Perhubungan selaku regulator perkeretaapian. 

Untuk terus bisa mendapatkan info terbaru pelayanan kereta api, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 021-121, email di cs@kai.id, dan sosial media KAI 121.

“ Dalam masa pandemi seperti ini, KAI berkomitmen bahwa BUMN sebagai salah satu penggerak perekonomian bangsa harus tetap berjalan dengan tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19,” kata dia. 

3 dari 5 halaman

Pemerintah Larang Mudik, KAI Batalkan Kereta Jarak Jauh Tujuan Jakarta & Bandung

Dream – PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dari dan menuju Jakarta dan Bandung mulai 24 April 2020. Dengan begitu, ada ratusan perjalanan KA yang batal ke dua tujuan ini.

“ Pembatalan seluruh perjalanan KA Jarak Jauh ini kami lakukan guna menindaklanjuti keputusan pemerintah atas larangan Mudik Lebaran 2020 untuk masyarakat,” ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 23 April 2020.

 Pemerintah Larang Mudik, KAI Batalkan Kereta Jarak Jauh Tujuan Jakarta & Bandung© Dream

 

Pada 21 April 2020, KAI kembali membatalkan 14 perjalanan KA Jarak Jauh dari dan menuju Daop 1 Jakarta dan Daop 2 Bandung dengan berbagai tujuan untuk perjalanan mulai 23 dan 24 April 2020.

Dengan demikian mulai 24 April 2020, KAI tidak lagi mengoperasikan kereta api jarak jauh dari Jakarta dan Bandung menuju kota-kota di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

“ Total sejak 23 Maret 2020, KAI telah membatalkan sebanyak 401 perjalanan KA, dengan rincian 213 KA Jarak Jauh dan 188 KA Lokal,” tambah Joni.

4 dari 5 halaman

Ikuti Kebijakan Larangan Mudik

Kebijakan ini untuk mendukung arahan Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Terbatas di Istana Presiden, Selasa 21, April 2020, yang melarang Mudik Lebaran 2020 untuk masyarakat.

Joni melanjutkan, penumpang yang KA-nya batal berangkat akan dikembalikan bea tiketnya 100%. Penumpang akan dihubungi melalui Contact Center 121 dan dipersilakan untuk mengikuti petunjuk selanjutnya. Jika belum dihubungi, penumpang juga bisa membatalkan tiketnya sendiri melalui aplikasi KAI Access dan loket stasiun.

Pembatalan melalui aplikasi dapat dilakukan hingga maksimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan dan uang akan ditransfer paling lambat 45 hari kemudian.

5 dari 5 halaman

Pembatalan Tiket Bisa Dilakukan Di Semua Stasiun Keberangkatan

Adapun untuk pembatalan di loket stasiun dapat dilakukan di semua stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh dan Lokal hingga maksimal 30 hari setelah jadwal keberangkatan dengan menunjukkan kode booking, dan uang akan langsung diganti secara tunai.

Penumpang dapat menghubungi Contact Center KAI 121 melalui telepon di 021-121, email cs@kai.id, atau media sosial @kai121 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait perjalanannya.

 

 Pembatalan Tiket Bisa Dilakukan Di Semua Stasiun Keberangkatan© MEN

 

Joni menambahkan, kebijakan pembatalan perjalanan KA ini akan terus dievaluasi dari waktu ke waktu dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan.

“ KAI memohon maaf bagi para penumpang yang perjalanannya tertunda akibat pembatalan perjalanan ini. Hal ini bertujuan untuk menghentikan penyebaran Covid-19 pada saat mudik Lebaran 2020,” tutup Joni.

Join Dream.co.id