Saham Properti Laris, Indeks Syariah Mantap Menanjak

Dinar | Selasa, 21 Juni 2016 16:27
Saham Properti Laris, Indeks Syariah Mantap Menanjak

Reporter : Syahid Latif

BI mengeluarkan aturan pelonggaran aturan uang muka KPR. Alhasil, saham-saham sektor properti jadi buruan. Aksi beli asing menambah tenaga bagi ISSI dan JII

Dream - Indeks saham syariah kembali melanjutkan penguatannya didorong laju saham sektor properti yang menanjak. Pelaku pasar tampaknya masih menjadikan saham properti sebagai incaran mereka.

Bursa saham Indonesia juga semakin menggeliat setelah investor asing berbalik melakukan aksi beli. Bahkan nett buy asing sore ini meroket sampai Rp 537 miliar.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 21 Juni 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,490 poin (0,30%) ke level 161,291.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menanjak 1,730 poin (0,26%) ke level 668,642.

Berbeda dengan perdagangan kemarin, sentimen positif yang diperoleh pasar membuat indeks syariah bergerak seharian di zona positif. ISSI tercatat sempat menembus level tertinggi di 161,903 dan terendah di 160,996.

Transaksi perdagangan saham syariah juga semakin marak dengan nilai Rp 4,32 triliun dan 54,75 miliar saham berpindahtangan.

Aksi beli investor membuat 104 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau. Sisanya, 80 emiten ISSI ditutup melemah dan 41 lainnya bertahan stagnan.

Selain sektor properti yang meroket, indeks sektoral yang menguat hari ini adalah barang konsumsi 0,21 persen, industri dasar 0,20 persen, dan manufaktur 0,19 persen.

Sementara indeks sektor pertanian dan perdagangan masih mengalami koreksi dengan melemah 0,14 persen dan 0,13 persen.

Saham-saham unggulan syariah yang mencetak top gainer kali ini adalah LPPF yang naik Rp 400, PTBA dan UNVR masing-masing Rp 200, BSDE Rp 120, dan ASRI Rp 68 per saham.

Sedangkan di jajaran top losser, SILO mencetak koreksi dalam hingga Rp 1000 per saham. Saham-saham yang mengalami koreksi dalam lainnya adalah UNTR yang turun Rp 425, ICBP Rp 125, AALI Rp 75, dan JSMR Rp 75 per saham.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini justru mengalami tekanan. Turun tipis 4 poin (0,03%), rupiah sore ini bertengger di level 13.256 per dolar AS.

Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi
Join Dream.co.id