Saham Industri dan Properti Bawa Indeks Syariah Balik Menanjak

Dinar | Selasa, 18 Februari 2020 16:58
Saham Industri dan Properti Bawa Indeks Syariah Balik Menanjak

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Lalu, apa kabar rupiah?

Dream - Indeks syariah bergerak menguat meski sejumlah bursa utama di kawasan Asia berguguran. Kembalinya aksi beli pada saham-saham unggulan syariah membuat tiga indeks acuan melaju ke zona hijau.

Sentimen virus corona juga perlahan-lahan mulai berkurang. Data terbaru bahkan menunjukan tren kasus baru virus corona yang terkonfirmasi bergerak menurun.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,358 poin (0,81%) ke level 169,902.

ISSI masih menyisakan transaksi jual saaat sesi perdagangan dimulai. Melemah di level 168,345 saat bel perdagangan dinyalakan, investor langsung bergerak berburu saham dan mendorong ISSI bergerak mengaut.

Laju ISSI hanya butuh waktu 10 menit untuk memantapkan posisinya di teritori hijau. Menutup sesi siang di zona hijau, ISSI sempat bergerak ke level tertingginya di 170,384. 

Penguatan juga dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini ditutup menguat 5,166 poin (0,83%) ke level 623,974.

Sementara indeks JII70 terangkat 1,822 poin (0,81%) ke level 209,566.

Kembalinya aksi beli investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini sedikit ceria. Meski tertekan di sesi awal, IHSG menutup perdagangan dengan menguat 19,439 poin (0,33%) ke level 5.886,962.

2 dari 6 halaman

Investor Getol Beli Saham

Investor makin aktif melantai di bursa. Para penanam modal ramai-ramai membeli saham, terutama di sektor industri dasar dan properti. Indeks sektor industri dasar menguat 1,86 persen dan properti 1,47 persen.

Sektor keuangan melemah 0,35 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya naik Rp2.625, EMTK Rp500, INTP Rp450, ITMG Rp450, dan STTP Rp400.

Sebaliknya, harga saham PLIN melemah Rp290, PRDA Rp180, PICO Rp140, MCAS Rp110, dan AALI Rp100.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru melemah. Pada 16.30, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, menguat 7 poin (0,05%) ke level Rp13.672 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Pasar Masih Labil, Indeks Syariah Tak Secerah IHSG

Dream - Bursa saham syariah kembali terpeleset ke zona merah akibat kondisi pasar modal Indonesia yang masih labil. Tiga indeks saham syariah yang akhir pekan lalu menguat tipis menutup perdagangan di teritori negatif.

Laju indeks syariah ini gagal mengikuti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru naik tipis di sesi penutupan perdagangan Senin, 17 Februari 2020.

Penguatan IHSG ini mendapat tekanan dari turunnya laju impor Januari 2020 sebesar 1,6 persen dan suntikan Bank Sentral Tiongkok sebesar 200 miliar yuan (Rp391,73 triliun) ke pasar.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi 0,028 poin (0,02%) ke level 168,544.  ISSI sempat bergerak di dua zona saat sesi perdagangan pagii usai dibuka menguat di level 168,662 saat sesi pra-pembukaan.

ISSI sempat melaju positif hingga level tertinggi 169,072 namun terkoreksi ke level 168,793 saat penutupan sesi siang.

 

 Pasar Masih Labil, Indeks Syariah Tak Secerah IHSG© Dream

 

Tekanan baru terjadi di sesi kedua kala investor dihantam sentimen negatif kontraksi ekonomi Jepang. Meski sempat melawan, ISSI banyak bergerak di zona merah dan menutup perdagangan dengan pelemahan. ISSi sempat terjatuh ke level terendah 168,210. 

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang merosot 1,036 poin (0,17%) ke level 618,808. Sedangkan indeks JII70, melemah 0,060 poin (0,03%) ke level 207,684.

Adanya aksi beli investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit mendapat suntikan tenaga. Bertahan di level 5.867,523, IHSG naik tipis 0,578 poin (0,01%).

4 dari 6 halaman

Sektor Properti Menguat

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Investor beramai-ramai membeli saham, terutama di sektor properti dan industri dasar. Kedua indeks ini  menguat masing-masing 1,16 persen dan 0,33 persen.

Sebaliknya, indeks sektor perdagangan terkoreksi 0,56 persen, infrastruktur 0,50 persen, barang konsumsi 0,09 persen dan industri aneka 0,07 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya menguat Rp800, SHID Rp530, ITMG Rp450, INTP Rp400, dan PLIN Rp350.

Harga saham BRAM beringsut Rp700, GMTD Rp625, EMTK Rp500, INPS Rp150, dan MERK Rp130.

Suntikan dana dari People's Bank of China membuat rupiah terangkat. Pada 16.26, nilai tukar dolar AS merosot 27 poin (0,22%) ke level Rp13.663 per dolar AS.(Sah)

5 dari 6 halaman

Kecemasan Virus Corona Mereda, Indeks Syariah Ikut Lega

Dream - Indeks syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik menguat setelah muncul kabar melegakan dari penyebaran virus corona. Setelah kemarin dikejutkan dengan jumlah korban baru yang mencapai 15 ribu orang, investor hari ini cukup tenang setelah data penyebaran virus turun tajam.

Sentimen tersebut membuat pelaku pasar Asia dan dunia mulai kembali berani turun ke lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 14 Februari 2020, tiga indeks saham syariah ditutup menguat tipis meninggalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tertekan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat naik 0,440 poin (0,26%) ke level 168,572.  ISSI sempat dibuka melemah di level 167,840 pada sesi pra-pembukaan, namun mulai bergerak naik sekitar satu jam kemudian.

 

 Kecemasan Virus Corona Mereda, Indeks Syariah Ikut Lega© Dream

 

Aksi beli investor sukses mendorong ISSI terus bertahan di zona hijau hingga sesi penutupan. ISSI sempat bertengger di level tertinggi 169,132.

Penguatan tipis juga dicetak indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 2,427 poin (0,39%) ke level 619,844. Sementara indeks JII70 naik 0,784 poin (0,38%) ke level 207,744.

Adanya tekanan pada saham-saham sektor keuangan membuat IHSG tak bisa mengikuti laju indeks saham syariah. IHSG sore ini menutup perdagangan dengan melemah tipis 5,009 poin (0,08%) ke level 5.866,945.

6 dari 6 halaman

Sektor Industri Melesat

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Investor melirik sektor industri untuk dibeli dan mendorong sektor industri aneka melesat 1,70 persen dan industri dasar 1,03 persen.

Tekanan terjadi pada indeks sektor infrastruktur yang melemah 1,62 persen, keuangan 0,56 persen, dan pertambangan 0,29 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya meningkat Rp2 ribu, STTP Rp1.100, UNTR Rp700, INTP Rp675, dan CPIN Rp325.

Sebaliknya, harga saham BRAM  terkoreksi Rp240, LUCK Rp145, SSTM Rp118, ITMG Rp100, dan EXCL Rp90.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stagnan di level Rp13.693 per dolar AS pada 16.54.

Join Dream.co.id