Investor Agresif di Awal Sesi, Indeks Syariah Menguat Seharian

Dinar | Jumat, 9 Agustus 2019 16:49
Investor Agresif di Awal Sesi, Indeks Syariah Menguat Seharian

Reporter : Arie Dwi Budiawati

IHSG juga ikut bersinar.

Dream - Indeks syariah kompak ditutup menguat pada perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BE(i), Jumat 9 Agustus 2019. Relatif amannya laju pergerakan bursa regional mendorong investor  sedikit melakukan aksi beli jelang libur akhir pekan ini.

Sentimen positif juga datang dari aksi beli pemodal asing yang masih berjalan di lantai bursa. Penguatan Dow Jones kemarin turut membuat investor lokal agresif berburu saham di sesi pembukaan. 

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan menguat 0,498 poin (0,27%) ke level 186,668. ISSI menguat seharian setelah dibuka di 186,782 di sesi prapembukaan.

Aksi agresif pelaku pasar membeli saham mendorong ISSI kembali menanjak di sesi pembukaan ke level 186,842. ISSI bahkan sempat bertengger di level tertingginya di 187,490 saat perdagangan berjalan sekitar satu jam.

Di sesi siang, investor mulai sedikit mengurangi aksi beli saham setelah muncul sinyal negatif dari bursa regional. Alhasil, ISSI sedikti melemas meski masih bertahan di zona hijau hingga sesi penutupan. 

Penguatan juga dialami iIndeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang naik 0,680 poin (0,1%) ke level 679,279. Sedangkan Indeks JII70 menambah 0,537 poin (0,23%) ke level 229,574.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terlihat perkasa di awal perdagangan juga mulai kendor di sesi kedua. IHSG menutup perdagangan dengan naik tipis 7,461 poin (0,12%) ke level 6.282,132.

2 dari 7 halaman

Sektor Pertanian dan Pertambangan Jadi Primadona

Investor menahan diri di lantai bursa. Mereka cenderung membeli saham di sektor pertanian dan pertambangan. Kedua indeks ini terangkat masing-masing sebesar 1,67 persen dan 1,36 persen.

Sebaliknya, indeks industri aneka terkoreksi 1,44 persen, infrastruktur 0,15 persen, dan properti 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer adalah BYAN yang harga sahamnya naik Rp975, BRAM Rp625, AALI Rp300, TPIA Rp175, dan UNVR Rp175.

Sebaliknya, harga saham LUCK terkoreksi Rp415, ITMG Rp275, MAPA Rp225, UNIC Rp150, dan ASII Rp125.

Pada 16.18, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 12 poin. Kursnya meningkat 0,08 persen menjadi Rp14.188 per dolar AS.

3 dari 7 halaman

IHSG Sempat Ambruk, Indeks Syariah Ikut Tak Berdaya

Dream - IHSG, Indeks Harga Saham Gabungan, sempat rontok di awal perdagangan hari ini, Senin, 6 Agustus 2019. Kecemasan pelaku pasar pada perang dagang yang memicu perang currency memicu aksi jual besar-besaran pelaku pasar.

Runtuhnya IHSG di awal perdagangan itu membuat tiga indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut terkena imbas. Ketiganya kompak mendekam lemah sepanjang perdagangan.

Pada penutupan perdagangan saham hari ini, IHSG ditutup melemah 0,91 persen ke level 6.119,471. IHSG sempat menyentuh level terendahnya di level 6.030,067 saat perdagangan baru berjalan 10 menit.

IHSG membuka sesi perdagangan dengan melemah 119,98 poin (1,95%) ke level 6.053,87. Pelemahan lebih dalam dialami indeks saham bluechips, LQ45, yang terpangkas sampai 2,71 persen.

Datangnya aksi beli pelaku pasar mendorong IHSG bergerak naik meski tak bisa menembus zona positif.

Pelemahan IHSG ini telah berlangsung selama dua hari berturut-turut.

IHSG siang tadi menutup sesi perdagangan di level 6.123,459. Sementara pada perdagangan pukul 14.31 WIB, IHSG bertahan melemah di level 6.133,464.

Koreksi yang dialami IHSG merembet ketiga indeks acuan saham syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan koreksi 0,32 persen ke level 181,835. Seperti IHSG, indeks ISSI juga mendekami seharian di zona merah setelah dibuka melemah di level 180,673.

Pelemahan juga dialami Jakarta Islamic Index (JII) meski sempat menyentuh teritori positif. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini turun 0,50 persen ke level 661,591.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70, bergerak turun 0,38 persen ke level 222,671.

Indeks sektoral di BEI sebetulnya bergerak variatif. Namun tekanan sangat besar menimpa indeks sektor barang aneka yang terpangkas sampai 2,26 persen. Disusul sektor keuangan 1,90 persen, dan perdagangan 1,28 persen.

Analis Satrio Utomo menilai koreksi Dow Jones hingga 700 poin menjalar ke berbagai bursa saham dunia termasuk Indonesia. Tekanan di bursa saham Amerika Serikat itu dipicu eskalasi perang antara Amerika dan China yang semakin meningkat.

" Dari sekedar Perang Dagang, sekarang menjadi Perang Currency. Ini terjadi setelah China sengaja membiarkan mata uangnya melemah," ujar Satrio dikutip dream dari akun blognya.

Tekanan jual asing semakin menambah berat laju indeks saham di bursa saham Indonesia. Hingga sore tadi sekitar 15.46 WIB, Satrio mencatat nett sell asing telah mencapai Rp1,36 triliun. (Sah)

4 dari 7 halaman

Indeks Syariah Akhirnya Melaju Positif

Dream - Investor mulai memberanikan diri masuk ke lantai bursa meski sentimen positif masih sangat jarang didengar  pelaku pasar. Aksi beli ini mendorong indeks saham syariah yang beberapa hari terakhir melemah akhirnya ditutup di zona positif.

Tanda-tanda aksi beli mulai terlihat sat investor mulai mengoleksi saham-saham sektor properti. Padahal sinyal negatif datang dari bursa regional yang bergerak melemah. Pelaku pasar dunia masih menunggu hasil pertemuan bulanan bank sentral AS, The Federal Reserves. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan harian BEI, Selasa, 30 Juli 2019 dengan menguat 2,297 poin (1,24%) ke level 186,841. ISSI terus menanjak setelah dibuka di 185,293 di sesi pra-pmbukaan dan menyentuh level tertinggi di 186,841.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut semringah dengan aksi beli pelaku pasar. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini naik 7,516 poin (1,11%) ke level 686,687.

‌Begitu pula laju Indeks JII70 yang menanjak 2,755 poin (1,21%) ke level 230,116.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terangkat 77,961 poin (1,24%) ke level 6.376,996.

5 dari 7 halaman

Sektor Infrastruktur Diburu

Investor getol melantai di bursa. Mereka membidik sektor infrastruktur, pertambangan, dan industri dasar. Ketiga indeks ini melesat masing-masing 1,96 persen, pertambangan 1,87 persen, dan industri dasar 1,55 persen.

Hanya ada satu indeks yang melemah, yaitu sektor pertanian sebesar 0,49 persen.

Harga saham DSSA menjadi top gainer saham syariah dengan meroket Rp2.800. Disusul emiten TCPI Rp650, TGKA Rp650, POLU Rp420, dan MINA Rp300.

Sebaliknya, top losser indeks saham syariah dihuni emiten MKPI yang terkoreksi Rp400, ITMG Rp325, FASW Rp250, UNVR Rp150, dan UNIC Rp135.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini kembali bergerak menguat. Pada perdagangan pukul 16.23 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 57 poin (0,41%) ke level Rp14.052 per dolar AS.(Sah)

6 dari 7 halaman

Cuma Menguat 5 Menit, Indeks Syariah Ditutup Melemah

Dream - Kinerja kuartal II-2019 emiten di bursa saham Indonesia membuat investor cemas. Hasil di bawah ekspektasi beberapa saham unggulan memaksa investor melakukan aksi wait and see.

Tak adanya sentimen yang kuat jelang pengumuman hasil pertemuan The Federal Reserves menambah kecemasana pelaku pasar.

Dua sentimen utama tersebut membuat indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berguguran di awal pekan ini. Koreksi juga melanda indeks saham syariah meski sore ini terjadi penguatan kurs rupiah.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin, 29 Juni 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,855 poin (0,46%) ke level 184,544. ISSI hanya bisa bergerak di zona positif selama 5 menit perdagangan awal.

ISSI dibuka mengaut di level 185,449 saat sesi pra-pembukaan dimulai. Begitu bel pembukaan dimulai, ISSI masih bisa bertahan di zona hijau dengan naik ke level 185,582. Namun 5 menit kemudian kondisi berubah. 

Indeks acuan saham syariah ini mulai mengalami tekanan jual dan bertahan di teritori negatif hingga sesi penutupan. 

Koreksi juga dialami dua indeks saham syariah lainnya. Indeks keping biru syariah terkoreksi 2,086 poin (0,31%) ke level 679,171. Sementara Indeks JII7 melorot 0,336 poin (0,15%) ke level 227,361.

Tanpa sentimen positif yang datang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak bisa berbuat banyak. IHSG terkoreksi 26,202 poin (0,41%) ke level 6.299,035.

7 dari 7 halaman

Indeks Barang Konsumsi Rontok

Indeks sektor barang konsumsi mengalami koreksi paling tajam dengan melemah 1,59 persen. Disusul sektor perdagangan 1,16 persen, dan manufaktur 1,04 persen.

Meski didominasi pelemahan, beberapa indeks sektor masih bisa melaju ke zona positif. Indeks sektor industri aneka tercatat naik 0,94 persen, properti 0,35 persen, dan pertanian 0,32 persen.

Sejumlah bluechips syariah masih memberikan harapan bagi pelaku pasar. Top gainer saham keping biru syariah awal pekan ini dihuni INDF yang harga sahamnya naik Rp225. Diikuti ISAT Rp220, SMGR Rp150, TCPI Rp150, dan SILO Rp125.

Namun penguatan mereka harus diadu dengan Saham UNVR yang terperosok Rp1.600, UNTR Rp950, MKPI Rp300, INDR Rp230, dan AMFG Rp200.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini sedikit menggeliat. Pada perdagangan pukul 16.06 WIB, Kurs mata uang Paman Sam melemah 17 poin (0,12%) ke level Rp13.973 per dolar AS.(Sah)

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id