Indeks Syariah Ditutup Menguat, Dollar AS Di bawah Rp14.000

Dinar | Senin, 15 Juli 2019 17:10
Indeks Syariah Ditutup Menguat, Dollar AS Di bawah Rp14.000

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Sektor infrastruktur paling dilirik.

Dream - Pulihnya saham-saham unggulan syariah memberi angin segar pada pergerakan laju tiga indeks syariah pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin 15 Juli 2019. Aksi beli yang dipadu laju menguat kurs rupiah membuat indeks syariah nyaman bergerak di zona hijau.

Kecemasan para analis akan adanya koreksi akibat sentimen rilis  terbaru neraca perdagangan Indonesia sementara tak terbukti.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan dengan menguat 1,245 poin (0,67%) ke level 187,429. ISSI terus menguat setelah dibuka di 186,066 di sesi pra pembukaan perdagangan.

Berbeda dengan akhir pekan lalu, laju ISSI kali ini bergerat konsisten di teritori hijau. ISSI sempat bertengger di posisi tertinggi 188,066.

Kembalinya aksi koleksi saham unggulan syariah mendorong indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), tumbuh 7,402 poin (1,08%) ke level 694,642. Indeks JII70 juga naik 2,076 poin (0,91%) ke level 229,225.

Awal pekan ini dilalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan aman. IHSG ditutup naik 44,899 poin (0,70%) ke level 6.418,234.

2 dari 6 halaman

Sektor Infrastruktur dan Industri Dasar Jadi Idola

Penguatan rupiah menjadi sentimen investor untuk melantai di bursa. Investor lebih suka membeli saham infrastruktur, industri dasar, dan properti. Ketiga indeks ini melesat masing-masing 1,64 persen, 1,21 persen, dan 0,95 persen.

Indeks sektor pertanian terkoreksi 0,86 persen, industri aneka 0,32 persen, dan pertambangan 0,25 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer adalah CPIN yang harga sahamnya naik Rp200, BTPS Rp180, FASW Rp175, INTP Rp175, dan ITMG Rp175.

Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Rp1.625, FIRE Rp480, UNVR Rp325, PCAR Rp200, dan LINK Rp180.

Pada 16.26, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS terkoreksi 135 poin (0,97%) ke level Rp13.932 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Bluechips Berguguran, Indeks Syariah Loyo Sambut Akhir Pekan

Dream - Indeks bursa saham syariah tak punya cukup tenaga untuk melaju ke zona positif. KUrangnya sentimen positif dari dalam dan luar negeri memaksa investor berhati-hati terjun ke lantai bursa. 

Tekanan jual pada saham-saham bluechips syariah menyeret tiga indeks acuan kembali turun ke teritori negatif. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,646 poin (0,88%) ke level 186,184.

Pasca dibuka di 187,731 di sesi pra-pembukaan perdagangan, ISSI langsung bergerak melemah ke level 187,752 di sesi pembukaan.

Sepanjang perdagangan saham, ISSI tak pernah sekalipun menyentuh teritori hijau. Level tertinggi ISSI hanya bisa dicapai di 187,916 dan sempat terpuruk ke posisi terendahnya di 186,033.

Koreksi tajam dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks 30 emiten unggulan syariah ini terjun 8,310 poin (1,19%) ke level 687,240. Koreksi tajam juga dicetak indeks JII70 yang melorot 2,591 poin (1,13%) ke level 227,148.

Tak adanya aktivitas beli dan kondisi over buy investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 43,721 poin (0,68%) ke level 6.374,345.

4 dari 6 halaman

Indeks Infrastruktur dan Barang Konsumsi Jeblok

Hampir semua indeks syariah melemah. Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor infrastruktur, barang konsumsi, dan manufaktur. Ketiga indeks ini anjlok 1,67 persen, barang konsumsi 1,57 persen, dan 1,34 persen.

Hanya indeks perdagangan naik 0,33 persen.

 

 Indeks Infrastruktur dan Barang Konsumsi Jeblok

 

Harga saham SILO naik Rp300, BRPT Rp260, EMTK Rp200, POLL Rp100, dan TFCO Rp75.

Sebaliknya, harga saham TCID terkoreksi Rp750, FIRE Rp580, INTP Rp475, JECC Rp450, dan AALI Rp250.

Pada pukul 16.10, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Kurs dolar AS melemah 1 poin (0,01%) ke level Rp14.059 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Deg-degan di Sesi Pagi, Indeks Syariah Melesat Jelang Penutupan

Dream - Indeks saham syariah di pasar modal Indonesia melesat jelang menit-menit terakhir penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 10 Juli 2019. Padahal di awal sesi pagi, indeks bergerak fluktuatif cenderung lemah.

Kondisi pasar regional yang cenderung bergerak naik dipersepsi investor domestik sebagai sentimen positif jelang pertemuan The Federal Reserves. Tren naik jangka menengah turut menambah amunisi investor. 

Penguatan di pertengahan pekan ini terjadi di tengah tekanan yang terjadi pada pasar keuangan domestik. Kurs rupiah sore ini bergerak melemah. 

 

 Deg-degan di Sesi Pagi, Indeks Syariah Melesat Jelang Penutupan

 

Pada 16.04, rupiah melemah terhadap dolar AS. Kurs mata uang Paman Sam meningkat 43 poin (0,30%) ke level Rp14.123.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak menguat 0,750 poin (0,40%) ke level 187,766. Laju ISSI membuka sesi pembukaan dengan menanjak ke level 187,167.

Sepanjang sesi pagi, laju ISSI bergerak flutuatif cenderung melemah. ISSI berulang kali bolak-balok zona merah. Laju positif baru terjadi di sesi siang. Meski awalnya naik terbatas, ISSI langsung tancap gas jelang sesi penutupan. 

Tekanan besar terjadi pada indeks keping syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang baru bisa keluar dari tekan di menit terakhir perdagangan. Dibuka melemah dan berada di zona merah hingga sejam sebelum penutupan, indeks JII akhir menutup perdagangan dengan menguat 3,520 poin (0,51%) ke level 696,036.

Penguatan juga dicetak indeks JII70 yang menanjak 1,142 poin (0,50%) ke level 229,562.

Sentimen positif dari laju penguatan bursa regional mendoorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terangkat 22,360 poin (0,35%) ke level 6.410,683.

6 dari 6 halaman

Saham Industri Jadi Incaran

Sembari menanti sinyal The Fed, investor ramai-ramai membeli saham, terutama di sektor industri aneka, properti, dan industri dasar.

Ketiga indeks ini menguat masing-masing sebesar 2,16 persen, 1,09 persen, dan 0,86 persen.

Indeks sektor pertanian melorot 1,18 persen, infrastruktur 0,55 persen, dan barang konsumsi 0,18 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya naik Rp1.750, UNTR Rp300, KJEN Rp280, AKRA Rp270, dan INTP Rp250.

Sebaliknya, harga saham SCCO terkoreksi Rp225, AALI Rp200, PCAR Rp160, EPMT Rp110, dan BRPT Rp80. 

Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id