Lagi Rintis Bisnis? Jangan Pelit Danai 6 Pos Anggaran Ini

Dinar | Selasa, 28 November 2017 07:14
Lagi Rintis Bisnis? Jangan Pelit Danai 6 Pos Anggaran Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Biaya-biaya itu justru membuat bisnis Anda bisa tumbuh berkembang.

Dream – Sahabat Dream, teknologi sangat berperan pesat dalam bisnis startup. Saat ini, bisnis kekinian ini menjamur.

Ada beragam bisnis startup yang menarik banyak peminat untuk memulainya. Sebut saja online marketplace untuk jual beli bahan pangan seperti Brambang.com yang menjual bawang merah atau situs jual tiket pesawat dan kereta api seperti Tiket.com.

Jika Sahabat Dream saat ini tengah merintis bisnis startup, jangan terlalu gegabah atau kelewat hemat. Maksudnya, anggaran memang harus terus dipantau ketat namun jika terlalu irit bisa berbahaya juga untuk kelangsungan bisnis yang kamu rintis itu. 

Sahabat Dream harus jitu melihat biaya operasional mana yang bisa dipotong dan mana yang membutuhkan biaya besar. Kamu harus bisa menghemat di sektor yang tepat. Kalau salah tempat, penghematan justru berbahaya bagi kesehatan bisnis.

Berikut ini enam pos anggaran yang sebisa mungkin jangan dipangkas biayanya, dilansir dari Lifehack, Selasa 28 November 2017.

Produk

Produk yang ditawarkan startup adalah produk utama. Ini yang akan menentukan bisnis startup akan jalan atau mandeg. Sebaiknya Sahabat Dream menaruh semaksimal mungkin di bagian produk. Penghematan biaya di bagian produk hanya akan mengurangi nilai pada produk yang ditawarkan.

Tak hanya itu, modal yang cukup di produk akan membuat purwarupa produk yang dibuat bisa menarik banyak orang, termasuk investor.

Uji Coba Produk

Kini, Sahabat Dream punya produk yang baik dan saatnya untuk menguji coba. Di sesi ini, banyak perusahaan startup yang gagal. Menguji produk sebelum dilepas ke pasar bisa menghindarkan Anda dari banyak risiko.

Tak masalah jika menganggarkan dana untuk uji coba produk sebelum dirilis ke pasar. Jika produknya gagal, Anda bisa mengetahui kelemahan dan segera memperbaikinya. Sebab, banyak pemula telah merilis produk startup ke pasar yang ujung-ujungnya sama sekali tidak bekerja.

Situs Startup

Ketahuilah, saat ini, pebisnis tidak bisa sukses jika tak mengantongi keterampilan digital. Ketika mulai bisnis startup, jangan pelit untuk menganggarkan dana di website startup. Ini adalah platform terbaik dan terbilang murah.

Ingat, situs yang dibuat harus ramah pengguna dan ramah seluler. Sebab, pengguna lebih banyak berselancar di dunia maya dengan smartphone daripada desktop.

Media Sosial

Usai situs, Sahabat Dream juga sebaiknya melirik jejaring sosial. Dewasa ini, banyak orang yang mempromosikan dagangannya lewat social media alias medsos. Anda juga harus menguasai strategi pemasaran lewat jejaring sosial.

Tak menguasainya? Jangan lupa untuk menganggarkan di bagian media sosial.

Rencana Bisnis

Menciptaskan produk dan pemasaran adalah bagian penting dari bisnis startup. Tapi, tanpa rencana bisnis, Anda tak bisa mengembangkan bisnis startup lebih jauh.

Ingat, rencana bisnis tak akan berjalan tanpa modal. Jangan sungkan untuk menanamkan modal di bagian ini, ya.

Rekrut Tenaga Profesional

Ada pemilik startup berpikir bahwa mereka memiliki waktu, namun tak punya uang. Jadi, pebisnis ini menggunakan waktu mereka karena itu adalah sumber daya terbesar mereka.

Ada satu hal yang dilupakan oleh mereka, yaitu pemilik startup tak bisa fokus di semua bidang. Untuk itu, perekrutan tenaga profesional diperlukan agar Sahabat Dream bisa fokus terhadap bidang-bidang tertentu, misalnya pengembangan produk.

Tak sedikit perusahaan startup merekrut tenaga profesional. CEO Wizz Hosting Ltd, Tony Messer, mengatakan mereka tak keberatan menjaring SDM profesional untuk mengembangkan bisnis startup.

“ Kami memastikan untuk mendatangkan para akuntan, designer, dan ahli pemasara ketika kami pertama kali memulai,” kata Messer.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id