Ramai Pemasaran Hunian Kawasan Hijau, Yuk Cek Kriterianya

Dinar | Kamis, 6 Februari 2020 13:36
Ramai Pemasaran Hunian Kawasan Hijau, Yuk Cek Kriterianya

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mendapatkan `gelar` hunian kawasan hijau tak mudah.

Dream - Pengembang perumahan saat ini mulai berbondong-bondong memberikan 'stempel' produknya sebagai hunian kawasan hijau.

Namun, stempel hunian hijau tak sembarangan diberikan. Hunian ini harus memenuhi kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan pemerintah.

Direktur Departemen Kebijakan Mikroprudensial Bank Indonesia (BI), Widi Agustin, mengatakan bahwa saat ini telah mengeluarkan kebijakan loan to value (LTV) berwawasan lingkungan berkelanjutan.

“ Properti berwawasan lingkungan adalah properti yang memenuhi kriteria bangunan hijau, yang memenuhi standar internasional maupun nasional,” kata Widi di acara Proyeksi Arah Properti 2020 di Jakarta, Kamis 6 Januari 2020.

Menurut Widi, properti yang mengklaim berwawasan lingkungan itu harus memiliki sertifikat kawasan hijau. Apabila belum punya, tentu pengembang harus mengajukan untuk kawasannya mendapat sertifikasi.

" Tapi kalau belum tersertifikasi maka akan dinilai. Kalau kurang dari 2.500 meter persegi maka kita serahkan ke bank untuk menilai. Tentu harus ada tools dari penyelenggara lembaga sertifikas,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Ini Kriteria Hunian Hijau

Apabia luas wilayah yang akan disertifikasi lebih dari 2.500 meter persegi, ini akan langsung dinilai oleh lembaga sertifikasi yang diakui.

Widi menjelaskan, penilaian sertifikasi yang dikeluarkan dari sistem rating Greenship untuk menentukan kawasan hijau, yakni harus tepat guna lahan, konservasi dan efisiensi energi, konservasi air, siklus dan sumber material, kesehatan dan kenyamanan dalam ruang, manajemen lingkungan bangunan.

Sementara, berdasarkan Peraturan KemenPUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang bangunan hijau, ada beberapa indikator kinerja hunian hijau seperti pengurangan konsumsi energi rata-rata 25 persen, pengurangan konsumsi air rata-rata 10 persen, pengolahan sampah secara mandiri, penanggulangan material bangunan lokal dan ramah lingkungan serta pengoptimalan fungsi ruang terbuka hijau pekarangan.

3 dari 6 halaman

Izin Bangun Perumahan Dipermudah

Dream - Pembangunan perumahan kini semakin dipermudah. Ini terjadi setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Penyederhanaan Perizinan Pembangunan Perumahan.

Dengan surat perintah ini, pemerintah berharap bisa mempercepat proses pembangunan perumahan untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat.

Instruksi ini dikeluarkan pada tanggal 14 April 2016 dan mulai berlaku tanggal itu juga.

Dikutip dari situs Setkab.go.id, Selasa 26 April 2016, Inpres ini ditujukan untuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Dalam Negeri dan Tata Ruang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Perhubungan, serta para gubernur dan bupati/walikota.

 

 https://cdns.klimg.com/dream.co.id/resources/news/2016/04/26/31963/jokowi-teken-inpres-penyederhaan-izin-bangun-perumahan-160426i_thumbnail.jpg?1580963995© Dream

 

Mantan walikota Solo ini menginstruksikan mereka untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk melakukan penyederhanaan perizinan dalam membangun perumahan.

Secara khusus, Jokowi meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengkoordinasi dan mengevaluasi pelaksanaan Inpres ini serta melaporkan hasilnya kepada Presiden.

Dia juga menyelipkan enam pesan khusus kepada Menteri Dalam Negeri. Presiden memerintahkan agar dibuat penyederhanaan kebijakan, persyaratan, dan proses penerbitan izin gangguan, mendorong gubernur, bupati/walikota untuk mendelegasikan kewenangan terkait perizinan pembangunan perumahan kepada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan meminta pemerintah daerah untuk mempercepat perizinan pembangunan.

Eks gubernur DKI Jakarta ini meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional untuk menyederhanakan kebijakan persyaratan dan proses penerbitan Izin Pemanfaatan Ruang dan Izin Lokasi untuk pembangunan perumahan. Lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga diminta untuk menyederhanakan kebijakan, persyaratanm dan proses penerbitan izin mendirikan bangunan untuk pembangunan perumahan.

Jokowi juga meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyederhanakan kebijaan, persyaratan, dan proses penerbitan Izin Lingkungan untuk pembangunan perumahan. Dia juga meminta Menteri Perhubungan untuk menyederhanakan kebijakan, persyaratan, dan proses persetujuan Analisis Dampak Lalu Lintas untuk pembangunan perumahan.

Lalu, dia juga meminta kepala daerah untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan perumahan, seperti mempercepat pendelegasian kewenangan perizinan pembangunan perumahan kepada PTSP.

 [crosslink_1]

4 dari 6 halaman

Viral Perumahan di Atas Mal

Dream – Belakangan ini foto perumahan di atas pusat perbelanjaan sedang viral di jejaring sosial setelah fotonya diunggah ke Twitter oleh akun @shahrirbahar. Perumahan tersebut lengkap dengan jalan, kolam renang, dan lapangan tenis.

“ Selamat pagi Jakarta. Macam mana orang terpikir akan membangun perumahan di atas bangunan,” cuit Sharir dalam bahasa Melayu, dikutip Dream pada Rabu 26 Juni 2019.

Foto itu langsung menarik perhatian pengguna media sosial. Banyak di antara mereka yang bertanya-tanya apakah perumahan di atas mal itu benar-benar ada.

 Rumah di atas mall.© Akun Twitter @shahrirbahar.

Warganet yang tak tahu bahkan terheran-heran. " Maaf bertanya ini di mana, ya?" cuit @annd0ntcare.

" Kalau orang tanya rumah dia berapa tingkat. Hendak jawab apa?" cuit @echoo606.

" Woy, tak robohkah? Banyak itu beban untuk parkir di atas," cuit @fznfrique dalam bahasa Melayu.

5 dari 6 halaman

Beneran Ada?

Namun, ada pula netizen yang menyebut bahwa foto itu benar adanya. Warganet menyebut perumahan unik ini bernama Cosmo Park Thamrin City yang berada di atas Thamrin City.

" Ini rumah tempatnya di Thamrin City, Jakarta, & perumahan ini dipakai untuk rent @Airbnb," cuit @amiryogi.

" Ini perumahan letaknya di atas Thamrin City. Namanya Cosmo Park, Ada juga perumahan semacam ini. Letaknya di atas Mall of Indonesia, tapi saya tak tahu namanya," cuit @alviantov.

6 dari 6 halaman

Bentuknya Town House

Dikutip dari The Condotel, Cosmo Park merupakan kompleks perumahan unik berbentuk town house. Properti ini satu manajemen pengelolaan dengan Jakarta Residence.

Town house ini berada di atas Mall Thamrin City. Tamu yang menginap di Cosmo Park, bisa membawa mobil sampai lantai 10 dan parkir di carport depan rumah.

 

 Bentuknya Town House© Dream

 

Disediakan akses elevator untuk turun naik ke mal Thamrin City dari Cosmo Park.

Tak hanya di Thamrin City, perumahan unik ini juga terletak di Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta. Namanya, The Villas.

5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin
Join Dream.co.id