Aktivitas Belanja Online Saat Ramadan 2021 Diprediksi Meningkat

Dinar | Minggu, 11 April 2021 13:33

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Marketplace online jadi salah satu sasaran masyarakat untuk berbelanja selama bulan Puasa.

Dream – Sebentar lagi, masyarakat Muslim akan berjumpa dengan Ramadan. Tak hanya beribadah, ada aktivitas lain yang sering dilakukan oleh masyarakat selama bulan ini, yaitu berbelanja online.

Dikutip dari keterangan tertulis Neurosensum, Sabtu 10 April 2021, marketplace menjadi salah satu tujuan para konsumen berbelanja kebutuhan selama Ramadan. Beragam pelaku usaha juga telah mempersiapkan stok yang lebih banyak dan manpower untuk menghadapi pesanan yang sering membludak.

Berkaca pada Ramadan 2020 silam yang juga terimbas pandemi, aktivitas e-dagang menjelang bulan puasa 2021 kurang lebih sama. Marketplace, contohnya seperti Shopee, berupaya menaikkan pesanan dengan sejumlah promo dan gratis ongkir. Setidaknya cara ini terbukti secara efektif meningkatkan order atau volume penjualan usaha mereka. Dengan meningkatnya volume penjualan, hal tersebut diharapkan memberi kontribusi positif terhadap perputaran roda ekonomi Indonesia.

Menurut hasil Neurosensum Ramadan Survey 2021, sinyal peningkatan pembelian yang dilakukan oleh konsumen menjelang Ramadhan. Aktivitas belanja online pada masa Ramadan 2021 akan meningkat menjadi 37 persen dari tahun sebelumnya sebesar 33 persen.

Sebanyak 48 persen memilih belanja kebutuhan sehari-hari secara online saat Ramadan 2021, sementara 33 persen konsumen membeli barang-barang selain barang kebutuhan sehari-hari. Angka tersebut dipengaruhi oleh kecemasan konsumen untuk berbelanja offline dan memilih untuk tetap di rumah karena pandemi yang belum mereda.

Kanal belanja online kini menjadi cukup penting bagi keseharian konsumen. Neurosensum Annual Ramadan Spending Tracker 2021 menyebutkan sebanyak 82 persen konsumen berupaya menemukan barang yang mereka cari, 80 persen melakukan riset produk, 69 persen mencari diskon, dan 66 persen melakukan pembelian produk. Artinya, para pelaku UMKM yang berjualan di online marketplace memiliki peluang dan optimisme cukup tinggi untuk memasarkan produk-produknya ke konsumen.

Aktivitas Belanja Online Saat Ramadan 2021 Diprediksi Meningkat
Aktivitas Belanja Online Pada Ramadan Tahun Ini. (Foto: Shutterstock)
2 dari 2 halaman

Jadi Peluang Bagi UMKM

Melihat fakta ini, online marketpace ini berperan penting dalam pertumbuhan dan berkelanjutan UMKM di Indonesia. Apalagi, ada pandemi Covid-19 yang membatasi kegiatan offline. Secara alami, platform itu menghadirkan peluang dan tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM.

“ Pandemi memang mempengaruhi sistem bisnis mereka, artinya mereka harus berpikir dengan cepat bagaimana bertransformasi secara digital,” kata Associate Director Neurosensum Indonesia, Grace Oktaviana.

Salah satu caranya adalah bergabung dengan marketplace online. Dengan platform tersebut, penjualan UMKM bisa bertumbuh. “ Namun, dengan perubahan yang cepat, mereka menjumpai tantangan-tantangan lain yang harus diselesaikan juga,” kata Grace.

Ini sesuai dengan hasil survei yang dilakukan perusahaan terhadap peran online marketplace dalam membantu UMKM di Indonesia selama masa pandemi. Dari hasil riset ini, terungkap bahwa sejumlah pelaku UMKM di Tanah Air terbantu oleh marketplace. Penjualannya memang menurun untuk lini offline, tapi meningkat secara online.

Salah satu pedagang pakaian di Tanah Abang, Samuel, mengakui hal tersebut. Dikatakan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada trwiulan I 2020 memukul bisnisnya.

“ Kalau nggak ada online mungkin tahun lalu saya udah gulung tikar kali. Pas PSBB kan Tanah Abang ditutup, barang yang saya timbun ada 10M, kalau nggak ada online saya bangkrut,” kata Samuel.

Join Dream.co.id