Wapres Optimistis Penerapan Standar CHSE Bisa Pulihkan Sektor Wisata RI

Dinar | Kamis, 16 September 2021 06:35

Reporter : Arini Saadah

Pemerintah akan menerapkan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability atau disingkat CHSE.

Dream - Pemulihan ekonomi Indonesia di tengah upaya bangkit dari pandemi Covid-19 akan memproiritaskan aspek kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan roda bisnisnya. Salah satu upaya itu akan diterapkan ketat untuk memulihkan sektor pariwisata yang mengalami tekanan cukup berat sejak tahun 2021.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam forum Hybrid Event Leaders Summit Asia – Global Tourism Forum (GTF) 2021, menyampaikan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) akan menjadi acuan dalam upaya pemulihan sektor pariwisata tersebut.

" Protokol kesehatan berbasis CHSE menjadi standar penyiapan destinasi wisata,” tutur Ma’ruf Amin, Rabu, 15 September 2021. 

 

Wapres Optimistis Penerapan Standar CHSE Bisa Pulihkan Sektor Wisata RI
Ilustrasi Destinasi Wisata (Foto: Liputan6.com)
2 dari 4 halaman

Vaksinasi Jadi Basis Kuat

 Ilustrasi© Satwapres

Menurut Wapres, upaya mewujudkan standar tersebut membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Tak hanya itu saja, program vaksinasi diharapkan mampu menjadi basis kuat menuju pemulihan sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19.

“ Program vaksinasi dilaksanakan dengan sasaran dan skala prioritas yang tepat untuk mencapai herd immunity pada akhir Tahun 2021," ujarnya.

" Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, ditargetkan 77 persen atau sekitar 208 juta dari penduduk Indonesia dapat divaksinasi. Hal ini akan menjadi game changer bagi sektor pariwisata,” lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Tren Wisata Halal Dunia

Hal yang menjadi sorotan Wapres juga tren travel dunia yang mulai berkembang pada destinasi wisata halal di berbagai negara. Tren ini tak hanya dilakukan oleh negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim.

Menurut Wapres, konsep wisata halal bagi Indonesia berarti pemenuhan fasilitas layanan halal yang ramah bagi wisatawan muslim di lokasi destinasi wisata. Layanan seperti akomodasi, restoran atau makanan halal, tempat ibadah yang memadai, serta fasilitas layanan halal lain harus dipersiapkan para pelaku industri pariwisata.

“ Dalam implementasinya, pengembangan wisata halal masih terkendala oleh masih rendahnya literasi masyarakat. Untuk itu, kita semua perlu terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai konsep wisata halal,” jelasnya.

4 dari 4 halaman

Bangkitnya Pariwisata Indonesia

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Global Tourism Forum tahun ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukan pada dunia bahwa industri pariwisata Indonesia siap bangkit.

“ Pesan penting dari penyelenggaraan acara ini adalah Indonesia percaya diri bahwa pariwisata Indonesia dapat segera terbuka kembali dengan standar keamanan dan protokol kesehatan yang ketat,” tutur Sandiaga.

Menurutnya, dalam level nasional, industri pariwisata Indonesia telah menerapkan kebijakan Indonesia Care yang menjadikan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama dalam pelayanan dan fasilitas jasa di sektor wisata.

Sebagai informasi, pembangunan infrastruktur di 5 destinasi wisata super prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan bajo, dan Likupang akan siap dalam waktu dekat dengan standar pelayanan Asia, bahkan dunia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id