200 Kontainer Olahan Ayam Indonesia Siap Berlayar ke 2 Negara

Dinar | Minggu, 24 November 2019 12:50
200 Kontainer Olahan Ayam Indonesia Siap Berlayar ke 2 Negara

Reporter : Nur Ulfa

PT CPI mengirim produk olahan ke Jepang dan Timor Leste

Dream - PT Charoen Pokphan Indonesia (CPI) merambah pasar luar negeri. Perusahaan penghasil produk pangan ini mengekspor 200 kontainer olahan ayam ke dua negara, yakni Jepang dan Republik Demokratik Timor Leste. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Presiden Komisaris CPI, Hadi Gunawan, melepas keberangkatan 16 kontainer berisi olahan ayam. 

" Kami ingin terus berkembang ke berbagai negara, dan berharap bisa mendapat dukungan dari Pemerintah. Karena tindakan ini bisa mengharumkan nama Indonesia dan menambah devisa negara," ujar Hadi di Ancol, Jakarta Utara, Minggu 24 November 2019.

Sebelumnya, pada 2017 CPI sudah mengekspor produk olahan ayam ke Papua Nugini. Mengingat minat olahan ayam di Jepang dan Timor Leste sangat tinggi, CPI mulai masuk ke pasar di dua negara tersebut dengan produk seperti nugget, sosis dan olahan ayam lainnya.

 Japfa© Dream.co.id

" Pelepasan ekspor ini memajukan dari ekspor di tahun 2017 dengan mengirimkan ke Papua Nugini. Ibaratnya dari lilin kecil sekarang jadi obor dan akan terus dikobarkan," kata Hadi.

Selain itu, Hadi yakin percaya di tahun depan perusahannya bisa terus berkembang. Juga semakin banyak mengekspor produk ayam ke negara lain.

" Semoga perusahaan kami bisa terus berkembang di tahun depan bisa ekspor ke Singapura, Hongkong, dan Timur Tengah. Kamui sadar 48 tahun berdiri dan bisa berkembang atas dukungan pemerintah juga," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Program Sosial Japfa Dievaluasi

Dream - Menutup akhir 2017, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) lakukan evaluasi program JAPFA4Kids di Makassar, Sulawesi Selatan.

Setelah ditandatanganinya MoU kerjasama antara JAPFA dengan Dinas Pendidikan dan lima sekolah dasar di Kec. Biringkanaya pada Agustus lalu, kini JAPFA hadir kembali melihat sejauh mana efektivitas program yang dihasilkan setelah tiga bulan berselang.

Sejak awal tahun, implementasi program pendampingan intensif dilakukan JAPFA pada kegiatan sosialnya, JAPFA4Kids.

Selama enam bulan, sekolah akan didampingi secara intensif oleh para fasilitator di tiap daerah untuk membangun sistem sekolah sehat. Pendampingan dibagi menjadi tiga tahap; penandatangan MoU dan pelatihan awal, evaluasi evektifitas program dan Gebyar Budaya, serta evaluasi akhir dan penarikan fasilitator.

“ Kami mengharapkan adanya perubahan jangka panjang yang terjadi di setiap sekolah pendampingan, lebih baik lagi jika kami dapat turut menjadikannya suatu kebiasaan baru untuk menjalankan hidup yang lebih sehat dan bersih,” ujar Rachmat Indrajaya, Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dalam keterangan tertulis, Minggu 3 Desember 2017.

“ Kami berkomitmen melakukan pendampingan hingga warga sekolah mampu secara mandiri melakukan perubahan-perubahan kearah yang lebih positif,” tambahnya.

Kegiatan JAPFA4Kids tahap kedua ini, dapat disebut juga sebagai puncak kegiatan program karena diadakannya acara Gebyar Budaya. Dalam kegiatan ini, siswa diajak mengenal lebih dalam kekayaan budaya mereka dengan mementaskan kesenian tradisional daerahnya.

“ Penampilan seni tradisional dapat mendorong siswa tidak terpaku pada kebudayaan modern, namun juga menanamkan nilai keindahan dari kebudayaan tradisional daerah mereka,” kata AC Valentino Babay, Head of Unit JAPFA Makassar.

“ Dengan ini kami berharap siswa dapat terfasilitasi untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakatnya dalam bidang kesenian,” imbuhnya.

JAPFA juga membuka kesempatan bagi seluruh siswa yang berminat untuk mengikuti kelas Pendampingan Catur yang diampu oleh Master Internasional Surya Wahyudi. Bagi 20 siswa yang bermain paling baik, berkesempatan untuk mengikuti Eksebisi Catur Simultan pada acara Gebyar Budaya keesokan harinya.

Tidak lupa, tentunya seluruh guru dan kepala sekolah juga mendapatkan pedampingan untuk mendukung perubahan yang terjadi. Seluruh karyawan sekolah akan dibekali dengan program Manajemen Tata Kelola (5S) yang dimplementasi dari Jepang. Bagaimanapun guru merupakan pendorong awal bagi para murid agar terciptanya sistem sekolah yang sehat.

3 dari 3 halaman

Kegemilangan Tim Tenis Meja Japfa

Dream - Tim Tenis Meja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) menyabet juara 3 dalam kompetisi Tenis Meja yang diselenggarakan dalam acara Dies Universitas Terbuka.

Diawaki 3 orang, David Jacobs, Donald Jechson Paleba, dan Muhammad Zahru, tim ini berhasil meraih juara 3 bersama PT Xylo Bekasi.

“ Kompetisi Tenis Meja UT merupakan merupakan salah satu agenda tahunan tenis meja yang diselenggaran secara rutin oleh UT. Melalui ajang ini kami ingin menjajal kemampuan tim JAPFA untuk berhadapan dengan para peserta lainnya,” ujar David.

Lebih lanjut David mengatakan pertandingan dilaksanakan secara beregu dan single dengan ketentuan masing-masing perusahaan harus membuat tim yang terdiri dari 3 orang. Kompetisi yang dilaksanakan pada 10-11 Agustus lalu tersebut menurut david diikuti oleh lebih dari 25 tim dari perusahaan.

“ Kompetisi yang cukup ketat dan setiap peserta menunjukkan permainan yang terbaiknya,” ujar David. “ Tim JAPFA meraih juara ketiga bersama dengan PT Xylo dari bekasi,” imbuhnya.

Sedangkan untuk juara kedua disabet oleh Tim dari PT So Good Food (Subsidiary dari JAPFA Pte Ltd) dan untuk juara pertama disabet oleh PT Bromo.

Dukungan JAPFA ke dalam pertandingan Tenis Meja merupakan kali pertama dalam ajang dies UT. Berbeda dari fokus sebelumnya dalam dunia olahraga, dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap karyawan JAPFA yang memiliki talenta Tenis Meja.

“ Kami mengirimkan Tim Tenis Meja dalam kompetisi ini untuk memberikan peluang bagi karyawan JAPFA untuk mengembangkan talenta mereka dalam bidang olahraga khususnya tenis meja,” ujar Rachmat Indrajaya, Corproate Affairs Director JAPFA dalam keterangan tertulis.

Terkait
Join Dream.co.id