Investor Gelisah, Indeks Syariah Kembali Melemah

Dinar | Rabu, 11 Maret 2020 16:43
Investor Gelisah, Indeks Syariah Kembali Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ditambah dana asing keluar puluhan triliun rupiah dari Indonesia.

Dream - Pelaku pasar modal kembali dibayangi ketidakpastian setelah munculnya isu akan adanya resesi ekonomi. Sentimen penyebaran wabah corona serta penyesuaian harga baru minyak dunia turut memaksa investor wait and see dengan perkembangan pasar. 

Dari dalam negeri, investor kembali dibuat cemas dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan turun 2,7 persen dari sebelumnnya 3,0-3,1 persen di bulan lalu.  

Sentimen negatif juga muncul dari aliran dana asing yang keluar dari Indonesia, secara year to date sampai 4 Maret 2020, mencapai Rp40,16 triliun.

Rangkaian sentimen negatif tersebut membuat indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berguguran. Kondisi yang sama dialami tiga indeks acuan saham syariah.

Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu 11 Maret 2020 mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 2,341 poin (1,54%) ke level 149,446. ISSI memang sempat menguat di awal sesi pembukaan usai naik ke level 151,851.

Laju ISSI masih memberi harapan saat kembali menanjak dan sempat menyentuh level tertinggi 152,689. Namun koreksi yang terjadi pada bursa regional memaksa ISSI pelan-pelan bergerak turun dan sempat melorot ke level 148,496. 

Kondisi yang sama terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang  terguling 7,178 poin (1,31%) ke level 542,304. Sementara indeks JII70 melemah 2,735 poin (1,49%) ke level 181,207.

Masih kencanganya angin sentimen negatif dari dalam dan luar negeri memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 66,721 poin (1,28%) ke level 5.154,105.

2 dari 6 halaman

Saham Dijual

Sentimen negatif ini membuat investor beramai-ramai melepas sahamnya, terutama di sektor properti, infrastruktur, dan pertanian. Indeks sektor properti merosot 3,59 persen, infrastruktur 3,19 persen, dan pertanian 2,87 persen.

Hanya ada satu indeks yang menguat, yaitu barang konsumsi sebesar 1,25 persen. Penguatan sektor ini tak bisa menopang laju pelemahan perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah KINO yang harga sahamnya naik Rp210, UNVR Rp200, ICBP Rp175, TGKA Rp150, dan POLU Rp115.

Sebaliknya, yang terkoreksi kali ini adalah IBST yang harga sahamnya turun Rp700, POLL Rp575, JECC Rp550, AALI Rp500, dan ITMG Rp475.

Dari pasar uang, rupiah terjatuh. Pada 16.19, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 17 poin (0,12%) ke level Rp14.368 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Antisipasi Cegah Corona Disambut Pasar, Indeks Syariah Perkasa Seharian

Dream - Berbagai jurus yang disiapkan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menangkap dampak virus corona terhadap ekonomi Indonesia disambut positif pelaku pasar. Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kemarin terjungkap telah kembali menguat bahkan sepanjang perdagangan, Selasa, 10 Maret 2020. 

Sentimen perang dagang minyak dunia antara Arab Saudi dan Rusia untuk sementara dilupakan pelaku pasar. 

Diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 6,58 persen pada Senin 9 Maret 2020. Melemahnya IHSG membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan kebijakan-kebijakan berupa emiten boleh buyback dan penurunan antu reject menjadi 10 persen.

 

 Antisipasi Cegah Corona Disambut Pasar, Indeks Syariah Perkasa Seharian© Dream

 

Angin positif tersebut turut berhembus pada pasar modal syariah. Tiga indeks acuan saham syariah bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan meski penguatannya masih terbatas.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,729 poin (1,15%) ke level 151,787. ISSI perkasa seharian setelah dibuak naik ke level 150,110 saat sesi pra-pembukaan perdagangan.

Aksi beli saham oleh investor yang melihat harga saham turun tajam sempat mengerek ISSI ke level tertinggi di 153,449.

Penutupan positif juga menyapa dua indeks keping biru syariah. Indeks 30 emiten unggulan syariah, Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 8,079 poin (1,49%) ke level 549,482.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 menanjak 2,473 poin (1,36%) ke level 183,942.

Munculnya angin positif dari dalam dan luar negeri membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik. IHSG menanjak 84,017 poin (1,64%) ke level 5.220,826.

4 dari 6 halaman

Ketakutan Investor Terobati

Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan otoritas keuangan dan bursa untuk sementara menyingkirkan kekhawatiran investor terhadap harga minyak dunia dan virus corona.

Para penanam modal melirik sektor keuangan, barang konsumsi, dan manufaktur. Ketiga indeks sektoral ini menguat 2,38 persen, barang konsumsi 2,18 persen, dan manufaktur 1,93 persen.

Indeks sektor pertanian menjadi satu-satunya yang terkoreksi namun dengan pelemahan 0,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya menguat Rp725, ICBP Rp400, INDF Rp375, MAPB Rp280, dan TGKA Rp200.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah JECC yang harganya terkoreksi Rp650, PLIN Rp320, MSKY Rp135, KJEN Rp105, dan AALI Rp100.

Dari pasar uang, rupiah kembali perkasa. Kurs dolar AS turun 72 poin (0,50%) ke level Rp14.320 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah BEI Gugur Tersulut Perang Dagang Minyak Dunia

Dream - Indeks syariah terguncang sentimen rontoknya harga minyak dunia dan kekhawatiran penyebaran virus corona. Harga emas hitam ini jatuh sampai 30 persen setelah organisasi penghasil minyak dunia (OPEC) gagal mencapai kesepakatan untuk mengurangi produksinya. 

Isu perang harga minyak mentan mencuat setelah Arab Saudi memberikan diskon besar-besaran untuk penjualan April 2020. Ini dilakukan karena Saudi telah memasang target produksi di atas 10 juta barel per hari. 

Sentimen rontoknya harga minyak dunia membuat tiga indeks syariah yang masih mencemaskan isu virus corona semakin terjerembab pada penutupan Senin 9 Maret 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat anjlok sampai 10,174 poin (6,35%) ke level 150,058. ISSI tiarap seharian setelah dibuka di 563,008 dan sempat tersungkur ke level terendahnya di 149,479.

Penurunan tajam terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang amblas 46,053 poin (7,84%) ke level 541,403.

Koreksi dalam juga terjadi pada indeks JII70 turun 15,015 poin (7,64%) ke level 181,469.

 

 Indeks Syariah BEI Gugur Tersulut Perang Dagang Minyak Dunia© Dream

 

Terjunnya harga minyak mentah dunia membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi korban. IHSG terjun bebas 361,731 poin (6,58%) ke level 5.136,809.

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen, memastikan pihaknya memantau dengan cermat dan hati-hati terhadap kondisi pasar modal.

" OJK akan siap mengeluarkan kebijakan yang diperlukan saat menilai bahwa perlu dilakukan kebijakan tertentu menyikapi dinamika pasar selanjutnya,” kata dia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

6 dari 6 halaman

Indeks Sektoral Terjun Bebas

Aksi jual saham masif dilakukan oleh investor, terutama di sektor industri aneka, pertanian, dan industri dasar. Ketiga indeks ini masing-masing terguling 9,47 persen, pertanian 7,92 persen, dan 7,44 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JSPT yang harga sahamnya merangkak Rp90, GMTD Rp75, EMTK Rp70, BSSR Rp60, dan LINK Rp30.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah AALI yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.500, UNTR Rp1.500, INTP Rp1.300, ITMG Rp875, dan POLL Rp700.

Rupiah juga tersungkur kali ini. Pada 16.26, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melorot 72 poin (0,50%) ke level Rp14.314 per dolar AS.

Join Dream.co.id