Prihatin, Istilah Keuangan Syariah Kalah Populer dari Pokemon

Dinar | Rabu, 26 Oktober 2016 17:44
Prihatin, Istilah Keuangan Syariah Kalah Populer dari Pokemon

Reporter : Syahid Latif

BI menyebut ada tiga faktor yang membuat pengetahuan masyarakat tentang keuangan syariah masih rendah.

Dream - Bank Indonesia (BI) menilai pengetahuan masyarakat mengenai keuangan syariah disebabkan banyak penggunaan istilah asing. Bank sentral bahkan menyebut masyarakat lebih mengenal tokoh animasi Jepang, Pokemon, dibanding istilah syariah.

" Di masyarakat kita, istilah syariah masih kalah populer dibanding istilah Pokemon," ujar Kepala Departemen Riset Kebangsentralan BI, Darsono, dalam acara Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) di Grand City, Surabaya, Rabu, 26 Oktober 2016.

Deputi Gubernur BI, Hendar, menyebut rendahnya literasi keuangan syariah di Indonesia terjadi karena beberapa alasan. Salah satunya adalah pengetahuan dan pemahaman masyarakat masih rendah terhadap produk dan akad keuangan syariah.

Rendanya pemahaman itu dipicu penggunaan istilah-istilah Bahasa Arab dalam produk sejumlah bank syariah.

" Artinya kalau kita menggunakan istilah-istilah dalam Bahasa Arab itu nanti harus juga sosialisasikan padanannya dalam Bahasa Indonesia, sehingga itu mudah dipahami. Tentu tidak bisa kita eliminir sama sekali," ujar Hendar.

Penyebab lain, dia menambahkan, adalah keterbatasan sumber daya manusia memahami keuangan syariah, serta masih terbatasnya sarana edukasi keuangan syariah.

" Di sinilah dibutuhkan sumber-sumber edukasi keuangan syariah yang inspiratif dan implementatif khususnya di Indonesia," katanya.

Diakui Hendar, keuangan syariah di Indonesia memang masih berada pada tahap awal pertumbuhannya. Pangsa keuangan syariah yang masih di bawah 5 persen terhadap total aset perbankan mengindikasikan belum banyak sumber daya manusia terbaik di bidang keuangan yang tertarik untuk masuk.(Sah)

(Sumber: Merdeka.com)

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id