Presiden Turki Erdogan Pecat Gubernur Bank Sentral, Gara-Gara Suku Bunga Naik?

Dinar | Senin, 22 Maret 2021 12:34

Reporter : Syahid Latif

Langkah pemecatan Gubernur Bank Sentral Turki membuat nilai tukar lira terjun bebas.

Dream - Presiden Turki Recep Erdogan melakukan tindakan mengejutkan dengan memecat gubernur bank sentral, Naci Agbal. Tidak dijelaskan alasan dibalik pemecatan sang gubernur yang pernah menjadi menteri keuangan ini.

Keputusan yang diumumkan pada Sabtu, akhir pekan lalu terjadi setelah bank sentral Turki memutuskan menaikkan tingkat suku bunga.

Sejak berkantor di Bank Sentral Turki, Agbal memang telah beberapa kali menaikkan bunga acuan yang dituding Erdogan telah memicu laju inflasi.

Posisi Agbal akan digantin Sahap Kaviogglu, bankir proesional sekaligus kolumnis di sebuah surat kabar pendukung pemerintah. Dia akan menjadi gubernur bank sentral Turki keempat sejak Juli 2019.

 

Presiden Turki Erdogan Pecat Gubernur Bank Sentral, Gara-Gara Suku Bunga Naik?
Presiden Joko Widodo Saat Bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
2 dari 3 halaman

Penggantinya Pro-Pemerintah

Seperti Erdogan, Kavoglu juga telah memprotes kebijakan kenaikan suku bunga yang membuat inflasi meningkat, meski pandangan ini tak semua diyakini kalangan ekonom.

Mengutip laman dw.com, banyak kalangan menyalahkan kebijakan Erdogan yang ingin memacu perekonomian Turki dengan memberlakukan tingkat suku bunga rendah untuk mendorong masyarakat memijam dana ke bank.

Paska keputusan pemecatan bank sentral nilai tukar mata uang Turki, Lira, dilaporkan anjlok sampai 16 persen atau hampir menyentuh level terendah sepanjang masa.

 

3 dari 3 halaman

Nilai Tukar Lira Terjun Bebas

Merespon kecemasan pasar, mengutip laman asia.nikei.com, Kavcioglu telah berusaha meredakan kekhawatiran aksi jual yang tajam dan melakukan pemotongan suku bunga acuan dalam penjelasan selama 90 menit pada hari Minggu kemarin.

Kavcioglu menegaskan kepada CEO bank bahwa dia tidak merencanakan perubahan kebijakan segera, sebuah sumber mengatakan kepada Reuters.

Nilai tukar Lira terhadap dollar AS dilaporkan terjun bebas lebih dari 16 persen menjadi 8,4 dari sebelumnya 7.2185 saat penutupan Jumat, 19 Maret 2021. Kurs Lira ini hampir menyentuh level terendahnya pada awal November 2020 kala berada di level 8,58 per dollar AS.

 

© Dream
Join Dream.co.id