PPATK Belum Temukan Transaksi Pencairan Donasi Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio

Dinar | Rabu, 4 Agustus 2021 12:35

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Menjanjikan sumbangan jumbo, tapi nggak kunjung cair itu mencurigakan.

Dream – Hasil pengamatan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) hingga kemarin (Senin, 2 Agustus 2021) belum menemukan adanya dokumen transaksi transfer uang Rp2 triliun dari keluarga besar mendiang Akidi Tio. Nilai sumbangan yang sangat besar membuat PPATK menaruh perhatian pada donasi itu.

Kepala PPATK, Dian Ediana Rae, dalam live talk Kepala PPATK-Tribun, seperti dikutip dari Liputan6.com mengatakan pengamatan itu baru dilakukan untuk transaksi domestik dengan hasil tidak ditemukan transaksi transfer dana bernilai fantastis itu.

“ Kita monitor secara langsung oleh PPATK karena PPATK punya akses langsung terhadap sistem keuangan kita,” kata Dian. 

Keputusan PPATK untuk turut memantau sumbangan Rp2 triliun itu karena lembaga itu berperan menyelidik beragam transaksi keuangan yang dianggap mencurigakan. Terlebih sumbangan Rp2 triliun yang sedang ramai dibahas belum jelas kepastian pencairannya.

PPATK Belum Temukan Transaksi Pencairan Donasi Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio
PPATK Menyebut Belum Ada Pencairan Dana Sumbangan Akidi Tio Yang Senilai Rp2 Triliun. (foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Hal yang Mencurigakan

PPATK melakukan penyelidikan karena ada masyarakat yang menjanjikan donasi Rp2 triliun kepada pejabat negara—dalam hal ini Kapolda Sumatera Selatan. 

“ Tentu ini bukan sesuatu yang bisa dianggap main-main. Ini adalah sesuatu yang serius, harus dipastikan oleh PPATK,” kata dia.

Menurut Dian, tidak adanya kepastian pencarian donasi bisa bisa mengganggu integritas pejabat dan sistem keuangan. Sistem keuangan di Indonesia tak boleh dipermainkan, terlebih untuk kejahatan.

Tapi, lanjutnya, jika profil orang yang menyumbangkan dana dan asal-muasal uang tersebut dipastikan kebenarannya, permasalahan bisa dianggap selesai. Sebaliknya, masalah donasi ini bisa menjadi persoalan serius jika berasal dari sumber yang tidak sesuai prosedur.

“ Ini harus tetap pastikan seperti itu. Itulah sebabnya kita melakukan penelitian dari awal sampai sekarang terus, badan ini sampai menghasilkan apa yang kita sebut sebagai hasil analisis atau hasil pemeriksaan PPATK, yang ujungnya tentu akan kita serahkan kepada pihak yang berwajib dalam hal ini Kapolri,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Tira Santia)

3 dari 5 halaman

Anak dan Dokter Keluarga Akidi Tio Tak Ditahan, Bagaimana Nasib Sumbangan Rp2 T?

Dream - Anak bungsu mendiang Akidi Tio, Heriyanti serta dokter keluarga pengusaha sukses asal Aceh tersebut, Hardi Darmawan, sempat menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumatera Selatan. Keduanya diduga terlibat kasus sumbangan penanganan Covid-19 fiktif sebesar Rp2 triliun.

Usai diperiksa sekitar 10 jam, keduanya lantas diizinkan pulang. Polisi tidak melalukan penahanan terhadap keduanya.

Heriyanti tidak memberikan keterangan apapun terkait pemeriksaan yang dia jalani ketika keluar dari gedung

 

 Anak dan Dokter Keluarga Akidi Tio Tak Ditahan, Bagaimana Nasib Sumbangan Rp2 T?
© Dream

Ditreskrimum Polda Sumsel pada Senin malam, 2 Agustus 2021. Sementara Hardi keluar dua jam sebelumnya.

" Saya lelah," ujar Hardi sebelum meninggalkan Mapolda Sumsel.

 

4 dari 5 halaman

Diundang ke Mapolda Sumsel

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi, menyatakan kedua tidak ditahan. Dia pun membantah informasi sebelumnya yang menyatakan Herdiyanti ditangkap.

" Karena tidak ada penangkapan, artinya tidak ada penahanan," kata Supriadi.

Supriadi menjelaskan duduk perkara sebenarnya dari kehadiran Heriyanti di Mapolda Sumsel. Dia menyatakan Heriyanti memang diundang untuk datang, bukan ditangkap.

Heriyanti diminta untuk memberikan penjelasan terkait dana bantuan Rp2 triliun. Sebab, dana tersebut belum cair sesuai waktu yang dijanjikan.

Sementara Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallagan, menerangkan pihaknya masih perlu melakukan pemeriksaan terhadap Herdiyanti maupun Hardi. Untuk penyelidikan ini, beberapa personel diterjunkan untuk menjaga kediaman Heriyanti.

" Statusnya (Heriyanti dan Hardi) wajib lapor, jadi rumahnya dijaga," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Janji Cair Hari Ini

Soal dana Rp2 triliun yang dijanjikan, Hisar mengaku masih mengumpulkan bukti. Dia belum bisa mengambil kesimpulan dari kasus ini.

" Besok akan diperiksa lagi, karena masih dalam tahapan pemeriksaan," kata dia.

Selama diperiksa, Hisar mengatakan Heriyanti mengaku dana tersebut masih dalam proses pencairan. Menurut dia, Heriyanti juga berjanjia uang tersebut akan cair pada Selasa, 3 Agustus 2021.

" Ada janjinya, uang akan dicairkan, memang ada dia berjanji, jadi kita tunggu saja," kata dia.

Hisar pun menyatakan proses penyelidikan tetap berjalan meski ada janji dari Heriyanti. Dia meminta masyarakat untuk bersabar, menunggu hasil pemeriksaan.

" Soal pencairan kayaknya begitu, tapi kita tunggu, kita dengarkan saja," kata dia, dikutip dari merdeka.com.

Join Dream.co.id