Pengumpulan Dana ZISWAF Lewat Lembaga Resmi Masih Jauh dari Potensi

Dinar | Jumat, 30 April 2021 17:35

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dari potensi yang diprediksi mencapai Rp327 triliun, dan ayyang terkumpul baru Rp12,5 triliun.

Dream – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkirakan total dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) yang terkumpul pada 2020 mencapai Rp12,5 triliun. Namun, dana ini masih jauh dari potensi yang diprediksi mencapai Rp327 triliun.

Ketua BAZNAS, Noor Achmad, mengatakan ada beberapa penyebab dana penghimpunan ZISWAF masih rendah. Pertama, literasi masyarakat terhadap zakat masih rendah. Selain itu, masyarakat juga masih banyak yang terbiasa mengumpulkan ZISWAF melalui pihak lain non lembaga pengumpul resmi.

Jumlah ZISWAF yang dikumpulkan di luar lembaga resmi tersebut diestimasi mencapai Rp61,3 triliun,

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, saat ini Baznas tengah gencar melakukan kampanye Gerakan Cinta Zakat yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo belum lama ini. Kampanye ini dibuat untuk mendorong pengumpulan ZISWAF, dan memastikan penyalurannya tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan.

“ Gerakan ini tujuannya lebih ke arah meningkatkan zakat ke masyarakat, dalam konteks ini kita ingin ada satu penyadaran bahwa ada harta muzakki, ada harta Ilahiyah (ketuhanan). Kita harapkan gerakan ini tolong-menolong, saling membantu antar manusia yang didasari adanya harta ketuhanan tersebut,” kata Noor dalam “ Silaturahmi Bank Syariah Indonesia dengan Pemimpin Redaksi”, dikutip dari keterangan tertulis BSI, Jumat 30 April 2021.

Pengumpulan Dana ZISWAF Lewat Lembaga Resmi Masih Jauh dari Potensi
Potensinya Bukan Main, Tapi Pengumpulan Dana ZISWAF Masih Rendah
2 dari 2 halaman

Masih Jauh dari Harapan

Menurutnya, pengumpulan ZISWAF saat ini masih jauh dari harapan dari potensi yang sebenarnya. Realisasi pengumpulan ZISWAF lebih dari Rp12 triliun pada tahun lalu diperoleh dari Baznas RI, Baznas provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) seluruh Indonesia.

“ Kami masih menghadapi problem pengelolaan, ini yang kita tata terlebih dulu yakni melalui penguatan kelembagaan,” kata dia.

Persoalan lainnya adalah masih ada kesan bahwa ada kekhawatiran upaya syariah-isasi saat zakat dilaksanakan dengan masih. “ Sama sekali tidak ada hubungannya,” kata Noor.

Dia meyakini, kerja sama dan sinergi Baznas dan BSI yang semakin erat akan mendorong terwujudnya optimalisasi pengumpulan dan penyaluran ZISWAF.

“ Kami berharap dukungan dari media untuk bisa menyampaikan ke masyarakat bahwa potensi zakat adalah potensi untuk harmoni ekonomi, penyeimbang orang miskin dan kaya. Melalui kerja sama dengan BSI, tentu kita bisa lebih dekat dengan masyarakat hingga ke pelosok daerah,” kata Noor.

Join Dream.co.id