BPJS Tanggung Biaya Pasien Corona?

Dinar | Selasa, 3 Maret 2020 07:43
BPJS Tanggung Biaya Pasien Corona?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Apakah penyakit ini termasuk yang ditanggung oleh BPJS?

Dream - Wabah virus corona membuat dunia cemas. Virus bernama novel coronavirus ini menjalar ke berbagai negara.

Mulai dari Wuhan, Tiongkok, ke negara-negara tetangga seperti Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Bahkan, virus ini `melancong` ke negara-negara Eropa, seperti Perancis dan Eropa.

Indonesia pun menjadi salah satu negara yang disambangi oleh `tamu tak diundang` itu. Hal ini dibuktikan dari dua warga Depok, Jawa Barat, positif terjangkit virus ini. Kini, dua terjangkit sedang dirawat di RS Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Pertanyaannya, kalau terjangkit virus corona ini, apakah biaya pengobatannya ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan?

2 dari 6 halaman

Tak Dijamin BPJS Kesehatan?

Dikutip dari Lifepal, Selasa 3 Maret 2020, BPJS Kesehatan meng-cover sebagian besar penyakit-penyakit di Indonesia. Mulai dari penyakit ringan seperti influenza sampai yang berat seperti kanker.

Untuk gejala virus corona, seperti batuk-batuk, demam, dan sakit tenggorokan, ini sama seperti dengan penyakit yang disebabkan virus lainnya. Gejala ini yang akan ditanggung BPJS Kesehatan.

Tapi, kalau sudah positif, BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya perawatan pengidap corona. Hal ini disebabkan oleh ketentuan Pasal 52 Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam beleid ini, dikatakan bahwa ada manfaat layanan kesehatan yang tak dijamin oleh instansi pemerintah ini, misalnya kejadian luar biasa atau wabah.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK.01.07/Menkes/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) Sebagai Penyakit yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya, disebutkan bahwa pembiayaan perawatan pasien infeksi wabah, akan dijamin oleh pemerintah.

3 dari 6 halaman

Indonesia Virus Corona, Pemeriksaan di Bandara Lemah?

Dream - Pemerintah terus berupaya melakukan langkah antisipatif sekaligus tanggap terhadap penyebaran virus corona semakin meluas. Pemeriksaan virus corona di bandara yang dinilai biasa saja. Ini memungkinkan kebocoran tidak terdeteksi.

Hal tersebut juga dikaitkan dengan upaya pemerintah untuk menggenjot pariwisata dalam negeri sebagai alternatif wisata ke Tiongkok, sehingga lalu lintas turis tetap terjaga.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Djoko Sasono, mengatakanm berdasarkan pada pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), ia yakin Indonesia mampu tangani virus corona.

 

 Indonesia Virus Corona, Pemeriksaan di Bandara Lemah?© Dream



" Tapi kami yakin bahwa sebagaimana WHO men-declare bahwa Indonesia mampu untuk melakukan penanganan corona," kata Djoko di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Senin 2 Maret 2020.

Terkait dengan prosedur yang digunakan di bandara, dia merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Sebab sejauh ini, menurutnya masih aman.

" Saya tidak tahu detailnya, tapi so far kami merasa bahwa kami secure ya," kata dia.

" Kami kan fokuskan ini bandara internasional, jadi di daerah yang tidak internasional sebetulnya tidak ada hal yang perlu dirisaukan" tambah Djoko.

Sebagai informasi, pada hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkonfirmasi terdapat dua orang yang positif terkena virus corona di Indonesia. Keduanya merupakan warga Depok yang diketahui kontak dengan warga negara Jepang yang positif Corona saat pemeriksaan di Malaysia. 


(Sumber: Liputan6.com/Pipit Ika Ramadhani)

4 dari 6 halaman

Indonesia Positif Corona, Asuransi Bisa Cover?

Dream - Masyarakat dunia sedang digemparkan dengan kemunculan virus corona, tak terkecuali Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua warga negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona.

Kamu bisa melindungi diri dengan `amunisi-amunisi`, termasuk asuransi kesehatan.

Asuransi siap melindungi kamu dari virus corona. Jika terjangkit corona, asuransi ini bisa mengcover biaya perawatan intensif virus corona.

CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman, mengatakan pihaknya siap memberikan pelayanan klaim untuk nasabahnya yang terjangkit virus corona.

“ Generali secara penuh akan menjamin dan menanggung pengobatan nasabah yang terinfeksi virus corona menyesuaikan ketentuan polis,” kata Edy di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 2 Maret 2020.

Begitu pula yang dikatakan oleh Vice President Head of Corporate Branding, Marketing, and Communications Sequis, Felicia Gunawan, mengatakan, penting untuk mengantisipasi biaya kalau terjadi kondisi klinis akibat segala wabah penyakit.

Pihaknya siap memberikan perlindungan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa dari kondisi klinis yang disebabkan oleh virus corona sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku.

 

 Indonesia Positif Corona, Asuransi Bisa Cover?© Dream


“ Ketika sakit apalagi telah masuk tahap kritis, biasanya biaya pengobatan yang harus dikeluarkan di rumah sakit sudah pasti sangat besar. Jika tidak memiliki asuransi kesehatan tentunya mau tidak mau kita harus merelakan uang tabungan, dana darurat, bahkan aset kita terpakai untuk berobat,” kata Felicia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulisnya.

Manulife juga melindungi nasabahnya dari wabah virus corona. “ Kami juga mendapat banyak telepon soal apakah polis mereka meng-cover untuk perlindungan terhadap virus corona. Kami memastikan Manulife memberikan jaminan perlindungan,” kata Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com.

5 dari 6 halaman

Asuransi Bisa Cover Asalkan Kondisi Ini Terpenuhi

Jika ingin biaya pengobatan dicover oleh asuransi, Edy mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat. Pertama, memastikan jenis penyakitnya masuk ke dalam pertanggungan polis atau tidak.

“ Untuk mempercepat proses klaim, pemegang polis harus mempersiapkan dokumen yang diperlukan, klaim tidak berada dalam `Masa Tunggu Polis`, serta menggunakan jaringan rumah sakit kami untuk cashless claim,” kata Edy.

Meskipun ada sejumlah polis yang memberikan jaminan layanan kesehatan, nasabah diminta mengutamakan upaya pencegahan untuk menghindari infeksi virus.

Sampai saat ini, yang bisa dilakukan masyarakat dalam upaya pencegahan virus corona adalah membiasakan perilaku hidup sehat seperti selalu mencuci tangan dengan air dan sabun cair, menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk, menggunakan masker, dan pergi ke dokter jika kondisi kesehatan memburuk.

6 dari 6 halaman

Jokowi Umumkan Dua WNI Positif Corona di Indonesia

Dream - Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan adanya kasus infeksi virus corona di Indonesia. Kasus ini terjadi pada dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif usai diperiksa secara ketat.

Jokowi mengatakan tertularnya dua WNI tersebut karena berinteraksi dengan warga Jepang yang datang ke Indonesia. Warga Jepang itu sendiri sudah meninggalkan Indonesia dan sempat datang ke Malaysia.

" Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif corona, tim dari Indonesia langsung telusuri," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan dua WNI yang berinteraksi dengan warga Jepang tersebut. Keduanya adalah ibu berusia 64 tahun dan putrinya berusia 31 tahun.

 

 Jokowi Umumkan Dua WNI Positif Corona di Indonesia© Dream

 

" Kami cek kita ternyata posisi yang sakit, dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," kata dia.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan pemerintah telah melakukan banyak persiapan untuk mengantisipasi infeksi virus corona.

" Tapi perlu saya sampaikan bahwa sejak awal pemerintah benar-benar mempersiapkan," kata Jokowi.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

Join Dream.co.id