Modal Limbah Padi, PNS Ini Bisa Mengubahnya Jadi Barang Triliunan Rupiah

Dinar | Selasa, 31 Desember 2019 19:15
Modal Limbah Padi, PNS Ini Bisa Mengubahnya Jadi Barang Triliunan Rupiah

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Produknya bisa menghasilkan potensi senilai puluhan triliun rupiah, lho.

Dream – Hoerudin, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian membuat penemuan yang bisa menghasilkan barang dengan potensi nilai triliunan rupiah. Barang tersebut diperoleh dengan mengolah limbah padi yang menumpuk di persawahan. 

Mengutip laman Kementerian Pendayaaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Selasa 31 Desember 2019, Hoerudin menemukan inovasi nanobiosilika yang bisa meningkatkan nilai tambah dari sekam padi yang nyaris tak bernilai. Dengan inovasinya, limbah padi itu diubah menjadi Produk bernilai ekonomi tinggi yang dapat diaplikasikan di bidang pertanian dan industri 

Nanobiosilika dapat dihasilkan dari sekam, arang, ataupun abu sekam menggunakan teknologi sol gel dengan energi rendah dan rendemen hasil tinggi. Nanobiosilika dari sekam padi menghasilkan tiga jenis produk, yaitu nanobiosilika cair, nanobiosilika serbuk, dan nanobiosilika gel.

nantinya nanobiosilika cair ini bisa dimanfaatkan pada bidang pertanian sebagai pupuk untuk meningkatkan ketahanan terhadap serangan hama penyakit dan dampak kekeringan.

Hoeruddin menjelaskan inovasi nanobiosilika memiliki double-effect, yakni mendukung kegiatan zero-waste serta membantu para petani untuk meningkatkan hasil panen.

2 dari 7 halaman

Potensi Senilai Puluhan Triliun Rupah

Diketahui, setiap 5 kilogram sekam padi bisa menghasilkan 2 liter produk nanobiosilika cair dengan harga Rp150 ribu-Rp250 ribu per liter. Sekitar 20 persen berat gabah merupakan sekam.

Untuk diketahui produksi padi tahun 2018 sebesar 83,04 juta ton gabah kering giling (GKG) menghasilkan sekam padi sekitar 16,60 juta ton. Jika dihitung secara ekonomi, inovasi teknologi yang dikembangkan Hoerudin berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi limbah sekam padi hingga puluhan triliun rupiah.

Pak Dede, sapaan Hoerudin, dikenal sebagai sosok yang rendah hati, pekerja keras, loyal, dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Dia juga banyak menginspirasi dan memotivasi Prima Luna untuk melanjutkan penelitian tentang ampas dari produksi nanobiosilika menjadi absorben (bahan penyerap untuk menjernihkan air).

3 dari 7 halaman

Tingkatkan Ketahanan Padi

Produk ini mendapatkan respons positif dari masyarakat, khususnya petani padi. Seorang petani di Pamanukan, Fodli, mengatakan nanobiosilika dari sekam berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan komponen hasil tanaman padi. Produk ini bisa meningkatkan ketahanan batang padi dan meningkatkan ketahanan rumpun padi terhadap kerebahan.

Dia mengatakan produk ini juga bsia menghasilkan anakan yang lebih produktif daripada yang tidak diberi nanobiosilika.

“ Hal ini juga dapat ditunjukkan dari hasil panen ubinan dimana pemberian nanobiosilika dari sekam produksinya lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak diberi nanobiosilika,” ujar Fodli.

Kepedulian Hoerudin akan lingkungan dan masyarakat mengantarkannya menjadi salah satu dari lima nomine PNS Inspiratif dalam ajang Anugerah ASN 2019 yang diselenggarakan Kementerian PANRB. Hoerudin berharap di Indonesia semakin banyak PNS inspiratif sehingga Indonesia bisa maju dengan kreativitas yang pada prinsipnya tidak terbatas. 

4 dari 7 halaman

Cerita di Balik Suksesnya Para Wanita Pengusaha di Cianjur

Dream – Cianjur mencetak pengusaha-pengusaha sukses dari kaum ibu. Salah satunya pengusaha batu bata, Ida.

Wanita ini merintis usaha batu bata sejak 2017 hingga sekarang.

“ Bahan baku bata press campurannya pakai olahan batu kapur tulis, semen dan air,” kata Ida di acara media trip Permata Bank, Cianjur, Jawa Barat, Kamis 10 Oktober 2019.

 

 Cerita di Balik Suksesnya Para Wanita Pengusaha di Cianjur© Dream

 

Meskipun tinggal di daerah dataran tinggi yang hampir semua usaha penduduknya di bidang pertanian, Ida lebih memilih usaha batu bata.

“ Saya pertanian nggak bisa dan nggak langsung menghasilkan. Kalau misalnya padi, cuma bisa panen setahun dua kali,” ujar dia.

 

5 dari 7 halaman

Hasilkan 600 Batu Bata Per Hari

Memiliki dua orang pekerja, dalam sehari Ida dapat menghasilkan 600 batu bata press. Dalam 5 hari kerja, menjadi 3 ribu bata press. Namun, dia tidak menyebutkan berapa nilai jual dan penghasilan yang beliau dapatkan.

“ Hasil penjualannya ditabung aja dirumah karena jumlahnya masih sedikit,” ujar dia sambil tertawa.

Ida mengaku dapat pinjaman modal Rp3,5 juta pada tahun pertana dari Permata Bank. Kemudian, dapat Rp5 juta dari Amartha—mitra chanelling Permata Bank untuk membantu menjangkau nasabah bisnis mikro.

6 dari 7 halaman

Ada Juga Pengusaha Batu Tulis

Selain Ida, Robiah juga termasuk salah satu wanita pengusaha yang sukses di Cianjur. Sudah dua tahun dia menjadi pengusaha batu kapur tulis. Untuk mengembangkan bisnisnya, Robiah mendapatkan pinjaman dari Permata Bank sebesar Rp3,5 juta dan Rp5 juta dari Amartha.

 Robiah sukses mengembangkan bisnis kapur tulis di Cianjur, Jawa Barat© Dream.co.id/Alfisalima Puteri

Awal mula memulai usaha, suami Ibu Robiah adalah seorang pekerja tambang kapur batu tulis selama 15 tahun.

“ Alhamdulillah sedikit demi sedikit ngumpulin modal buat buka usaha sendiri,” kata dia.

7 dari 7 halaman

Semua Pekerja Wanita

Dalam merintis usahanya, Robiah dibantu oleh empat pekerja dan semuanya adalah wanita. Dari mulai proses pencampuran air dan batu kapur tulis, pencetakan hingga pengemasan dilakukan oleh Ibu Robiah bersama pekerjanya.

“ Pertamanya batu kapur dari Padalarang disiram, abis itu berkembang kan. Terus langsung diaduk sampai rata, baru dicetak,” kata dia.

Sehari Robiah menghasilkan 30 kg olahan batu kapur tulis. Harga per kilo nya Rp17.500. Dalam dia mendapatkan sekitar Rp525 ribu. Hasil olahannya pun dijual dari desa sampai kota. 

Laporan: Alfi Salima Puteri

Join Dream.co.id