PLN Investasi Rp324 Miliar Biar Listrik di Ibukota Terus Menyala

Dinar | Senin, 13 Desember 2021 06:12

Reporter : Alfi Salima Puteri

Tiga proyek kelistrikan tersebut akan mengurangi beban trafo yang selama ini menjadi penyebab sulitnya perawatan oleh PLN

Dream - PT PLN (Persero) menggelontorkan dana hingga Rp324,4 miliar untuk menjamin pasokan listrik di kawasan DKI Jakarta. Dengan membangun 3 proyek kelistrikan, PLN berharap bisa meminimalisasi pemadaman di kawasan ibukota.

Lebih jauh, PLN berharap pasokan daya yang akan menyokong ketersediaan listrik pelanggan bisnis dan rumah tangga ini akan kembali menggeliatkan ekonomi yang mulai pulih.

“ Dengan resminya pemberian tegangan terhadap tiga infrastruktur ini, sistem kelistrikan di Ibukota terutama kawasan Jakarta Barat akan semakin andal,” ujar General Manager PLN UIP JBB Ratnasari Sjamsuddin dalam keterangan tertulisnya.

Ketiga proyek di bawah pengawasan Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 (UPP JBB 4) adalah Extension 2 Line Bay Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Grogol, Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV Grogol–Tomang, dan GIS 150 kV Tomang.

Saat mulai dioperasikan, ketiga proyek itu tersebut berhasil diberikan tegangan ( energize ) secara berurutan. Diawali dengan Ext. 2 LB GIS 150 kV Grogol pada Kamis (02/12) pukul 02.45 WIB, disusul SKTT 150 kV Grogol – Tomang pada Jumat (03/12) pukul 02.09 WIB dan diakhiri dengan energize GIS 150 kV Tomang yang tercatat mulai bertegangan pukul 11.42 WIB.

PLN Investasi Rp324 Miliar Biar Listrik di Ibukota Terus Menyala
© MEN
2 dari 3 halaman

Pemadaman Listrik Dapat Diminimalisasi

Ratna menjelaskan, pembangunan Ext. 2 LB GIS 150 kV Grogol dan GIS 150 kV Tomang ditujukan untuk pembagian beban (load sharing) dengan GI 150 kV Kebon Jeruk dan GIS 150 kV Grogol. Beban trafo yang sebelumnya tinggi akan berkurang dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih baik karena pemadaman listrik pada pelanggan dapat diminimalisir.

“ Tingginya beban trafo yang ada di GI ini, menyebabkan sulitnya melakukan pemeliharaan, sehingga kondisi instalasi menjadi tidak sehat,” imbuh Ratna.

Proses pembangunan GIS 150 kV Tomang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi baru untuk optimalisasi pemanfaatan lahan di area yang terbatas. GIS ini merupakan GI Radial yang menjadikan GIS 150 kV Grogol sebagai suplai satu-satunya, dan dihubungkan melalui SKTT 150 kV Grogol - Tomang sepanjang 4,089 kilometer.

Pembangunan proyek juga mendapat apresiasi karena pemenuhan aspek Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 93,15 persen untuk Ext 2 LB GIS 150 kV Grogol. Sementara aspek TKDN untuk GIS 150 kV Tomang mencapai 64,82 persen, dan 87,11 persen untuk SKTT 150 kV Grogol-Tomang.

 

3 dari 3 halaman

Kendala Saat Proses Pembangunan

Diakui Ratna, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini tak lepas dari sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah langkah pemadaman total yang harus dilakukan saat proses pembangunan Ext 2 LB GIS 150 kV Grogol yang berada di dalam lokasi GIS 150 kV Grogol.

Namun kondisi tersebut tidak mungkin dilakukan karena dua trafo yang ada digunakan untuk memasok listrik di kawasan bisnis seperti Mal Taman Anggrek, Mal Ciputra, dan termasuk sebagai cadangan listrik di wilayah Ring 1.

Akhirnya PLN menemukan solusi dengan menerapkan lompatan (jumper) dari SUTT 150 kV Grogol - Grogol Baru secara langsung ke trafo, dengan banyak proteksi agar tidak terjadi pemadaman. Setelah terhubung, barulah GI tersebut dapat dipadamkan dan dilakukan pekerjaan untuk Ext 2 LB.

Join Dream.co.id