PHK 677 Karyawan, Ini Penjelasan Indosat Ooredoo

Dinar | Minggu, 16 Februari 2020 12:24
PHK 677 Karyawan, Ini Penjelasan Indosat Ooredoo

Reporter : Amrikh Palupi

Apa penyebabnya?

Dream - Indosat Ooredoo melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan. Sekitar 677 karyawan dari perusahaan yang identik dengan warna kuning itu.

Director & Chief of Human Resources Irsyad Sahroni mengatakan lebih dari 80 persen karyawan yang terdampak tersebut telah setuju, menerima paket kompensasi yang jauh lebih baik dari yang dipersyaratkan oleh undang-undang.

" Lebih dari 677 karyawan yang terdampak, lebih dari 80 persen telah setuju menerima paket kompensasi ini dan kami juga menjalin kerja sama dengan mitra Managed Service untuk memberi kesempatan bagi mereka agar tetap dapat bekerja di mitra kami tersebut,” ujar Irsyad Shroni dikutip Dream dari Liputan6.com, Minggu 16 Februari 2020.

 bos indosat© bos indosat

Foto : @indosatooredoo

Irsyad mengatakan perusahaan juga mengambil langkah yang fair sesuai dengan ketentuan berlaku, serta mengkomunikasikan langsung secara transparan kepada setiap karyawan baik yang terkena dampak maupun yang tidak.

Menurut Irsyah penguarangan karyawan tersebut diambil merupakan langkah meningkatkan kinerja Indosat Ooredoo dan membantu perusahaan untuk tetap kompetitif di tengah tantangan disrupsi, mengoptimalkan layanan, dan menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.

" Ini adalah salah satu langkah strategis dalam menjadikan Indosat Ooredoo sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan yang terpercaya," ucapnya.

2 dari 7 halaman

Ingin Melakukan Perubahan

Selain itu, Irsyad menjelaskan Indosat Ooredoo melakukan perubahan organisasi yang dirancang untuk menjadikan bisnis lebih lincah, sehingga lebih fokus kepada pelanggan dan lebih dekat dengan kebutuhan pasar.

" Kami akan terus melanjutkan strategi 3 tahun untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih lincah dan terpercaya. Hari ini kami telah mengumumkan langkah baru untuk menyesuaikan organisasi kami dengan perubahan kebutuhan pasar,” ungkap Irsyad.

 karyawan indosat© karyawan indosat

Foto : @indosatooredoo

Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama juga menyampaikan tiga perubahan vital terhadap bisnis Indosat Ooredo.

Pertama, memperkuat tim regional agar lebih cepat mengambil keputusan dan lebih dekat dengan pelanggan. Kedua, pengalihan penanganan jaringan ke pihak ketiga, penyedia jasa Managed Service, sejalan dengan praktik terbaik di industri.

Dan ketiga, Rightsizing organisasi, menambah SDM untuk meningkatkan daya saing dan meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, serta merampingkan SDM di beberapa fungsi bisnis.

Sumber : liputan6.com

3 dari 7 halaman

Indosat Sesalkan Penggantian Kartu yang Berujung Raibnya Uang Ilham Bintang

Dream - Indosat menyesalkan proses pergantian kartu seluler milik wartawan senior, Ilham Bintang, oleh orang tidak bertanggung jawab. Akibat penggandaan tersebut, sejumlah uang dalam rekening Ilham raib.

" Kami sesalkan adanya kejadian dalam proses penggantian kartu atas nama Bapak Ilham Bintang. Kami telah bertemu dengan beliau dan menjelaskan tentang apa yang terjadi," kata SVP-Head Corporate Commnunications Indonesat Ooredoo, Turina Farouk, dikutip dari Liputan6.com, Senin 20 Januari 2020.

Turina mengatakan, Indosat siap bekerja sama dan menjaga kenyamanan para pelanggannya. " Kami akan bekerja sama, termasuk jika ada proses yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini dan menjaga kenyamanan pelanggan kami," kata dia.

Indosat memberikan data yang dimintanya mengenai rekaman CCTV, surat yang mengonfirmasi terjadinya pertukaran kartu SIM pada 3 Januari 2020, dan fotokopi formulir yang diisi pelaku.

4 dari 7 halaman

Nomor Ponsel Dicuri, Rekening Wartawan Senior Ilham Bintang Dikuras

Dream - Wartawan senior, Ilham Bintang, menjadi korban kejahatan siber. Nomor ponselnya dicuri dan uang di rekening pun dikuras.

Ilham membagikan kabar itu melalui Facebook. Dalam unggahan 17 Januari 2020, dia mengatakan, ada seorang lelaki yang mendatangi gerai Indosat Bintaro Jaya Xchange pada Jumat 3 Januari 2020 pukul 21.02 WIB. Lelaki itu ingin mendapatkan sim card dengan nomor Ilham Bintang. Caranya dengan menukar kartu baru.

" Dalam CCTV proses mendapatkan kartu itu hanya sekitar 7 menit. Dimulai 20.54 sekian detik. Kelar 21.02 WIB," kata Ilham, diakses Senin 20 Januari 2020.

Ilham menyebut, tidak tampak ada proses verifikasi sebagaimana lazimnya. menurut dia, pihak Indosat menyebut petugasnya lupa memfotokopi KTP pria yang melakukan penukaran sim card tersebut.

" Akibat dari kejadian itu luar biasa. Rekening saya di Commonwealth Bank dikuras habis, 98 transaksi. Beberapa transaksi di kartu kredit BNI, Citibank, dan BCA," ujar dia.

5 dari 7 halaman

Menutup Rekening


Akibat aksi pembobolan ini, Ilham Bintang segera menutup rekeningnya di Commonwealth Bank dan menarik deposito di bank tersebut.

Dia menyatakan protes keras karena sejak 6 Januari 2020 sampai 17 Januari 2020 belum ada pernyataan empati maupun maaf karena proses pembobolan tersebut.

" Tapi pada kejadian pembobolan 6 Januari lalu, hanya dalam waktu beberapa jam saja uang tabungan saya terkuras habis. Rasanya tidak masuk akal, namun begitulah faktanya. Karena komit pada perlindungan masyarakat, maka penutupan rekening dan penarikan deposito saya umumkan di sini supaya seluruh masyarakat bisa menarik pelajaran berharga," tulis dia.

Ilham telah melaporkan kasus ini ke polisi. 

6 dari 7 halaman

SIM Card

Kepada Liputan6.com, pakar keamanan siber, Pratama Pershada, mengatakan, kemungkinan paling besar kasus ini yaitu kebocoran data nasabah perbankan.

" Soal datanya bisa didapat dari mana, ada banyak kemungkinan, ada jaringan yang memang mengumpulkan dan memperjualbelikan data nasabah," kata Pratama.

Menurut Pratama, data nasabah itu biasanya lengkap, dari nomor rekening hingga nomor telepon yang dipakai untuk membantu proses internet banking.

Pelaku melakukan dua tahap. Pertama mengambil alih nomor korban. Pelaku datang ke kantor Indosat dan meminta pergantian SIM card.

7 dari 7 halaman

OTP Jadi Jalan Masuk

Kedua, setelah pelaku berhasil mendapatkan sim card korban dengan 'bantuan' provider, maka pelaku bisa melakukan proses pengambilan uang," kata dia.

Di proses ini, lanjutkan dia, sistem perbankan benar-benar diuji. Umumnya perbankan untuk internet banking memberikan token khusus untuk OTP. Tapi, masih banyak juga yang menggunakan SMS untuk proses transaksi.

" Bisa juga para pelaku melakukan pendaftaran SMS dan internet banking bila pemilik rekening belum memiliki fasilitas tersebut. Dengan tools itu pelaku bisa melakukan transfer ke rekening mereka dan menguras rekening korban," ucap dia.

Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna
Join Dream.co.id