Pesantren Gratis Si Tukang Ojek Online

Dinar | Minggu, 4 Februari 2018 21:45
Pesantren Gratis Si Tukang Ojek Online

Reporter : Ahmad Baiquni

"Kalau beras habis, santri biasanya kita ajak berpuasa. Dengan catatan, santri jangan tahu kita kehabisan beras,"

Dream – Bersila di atas porselin merah. Tangan Endang Irawan asyik mengusap layar gawai. Layarnya sudah retak . Di bagian atas dan bawah. Gawai berwarna hitam itu sepertinya pernah jatuh.

Di teras rumah berkelir krem, beberapa sepeda motor terparkir. Ada satu milik Endang. Dari penampakannya, motor itu sudah tua. Sudah berumur 14 tahun. Dibeli tahun tahun 2004 hasil menjual cincin akik bacan kesayangan.

Siang itu, Senin, 22 Januari 2018, Endang memang sedang istirahat. Di teras rumah di Jalan Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat. Belum ada order masuk ke gawainya. Sesekali mengecek gawai, berharap ada penyewa yang minta diantar.

Jaket hijau kombinasi hitam selalu melekat di badan. Plus bandana biru yang tersemat di kepala. Pelindung dari terik sekaligus menjaga rambut gondrongnya tetap rapi.

Wajahnya ramah. Berkumis tebal dia sesekali tersenyum. Ada sedikit ompong di gigi depannya. Bicaranya berat, khas orang Betawi. Medhog, kata orang Jawa bilang.

Dari ponsel berlayar retak dan motor bututnya, Endang menyusuri jalanan ibukota. Menjemput sang penyewa dan mengantar ke tempat tujuan. Ya, Endang seorang pengojek online Go-Jek. Mencari nafkah dari mengantar jemput penumpang.

Uang hasil mengojek dipakainya untuk menghidupi keluarga dan anak didik di sebuah pondok pesantren.

****

 

2 dari 3 halaman
Terkait
Komentar
Beri Komentar
[22 Feb 11:00] Live Streaming #KLYLounge with Iqbal "Dilan 1991"
Join Dream.co.id
Liburan Ke London Ala Dewi Perssik & Suami