Waduh! Bursa Saham Tersungkur, Kurs Rupiah Keok

Dinar | Kamis, 19 Maret 2020 17:24

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Begitu pula dengan IHSG.

Dream - Pandemi virus corona Covid-19 yang juga dialami Indonesia semakin menekan pasar modal syariah. Efek penyebaran virus tersebut membuat Bank Indonesia (BI) terpaksa memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia di tahun 2020.

BI memperkirakan proyeksi pertumbuhan Indonesia di tahun 2020 akan berada di kisaran 4,2-4,6 persen dari sebelumnya dari 5,0-5,2 persen.

Sentimen negatif tambahan ini semakin membuat investor menjauh dari lantai bursa. Terlebih otoritas bursa pagi tadi sempat membekukan sesi perdagangan saham karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tergelincir di atas 5 persen. 

Koreksi tajam juga tak bisa dihindari pasar modal syariah Indonesia. Tiga indeks acuan saham syariah berguguran di atas 5 persen.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis, 19 Maret 2020, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas sampai 6,304 poin (5,01%) ke level 119,505.

Indeks acuan saham syariah di BEI ini terus melemah setelah dibuka di level 125,809. ISSI terkoreksi hingga level terendah di 119,032.

Tekanan lebih dalam dialami saham-saham unggulan syariah. Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi sampai 6,73% atau  melemah 27,983 poin ke level 406,511.

Penurunan tajam juga dialami indeks JII70 yang terguling 9,200 poin (6,30%) ke level 136,771.

Dengan kondisi pasar yang terpapar sentimen corona, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berkutik. IHSG merosot sampai 225,252 poin (5,20%) ke level 4.105,422.

Waduh! Bursa Saham Tersungkur, Kurs Rupiah Keok
Duh, Indeks Syariah Dan IHSG Semakin Tertekan. (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Dolar AS Sudah Dijual di Rp16.000

Pemangkasan proyeksi pertumbuhan membuat investor makin urung melantai di bursa. Sektor industri aneka melemah 6,07 persen, manufaktur 5,96 persen, dan barang konsumsi 5,96 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya meningkat Rp1.875, GMTD Rp425, TCPI Rp130, AKRA Rp105, dan MNCN Rp80.

Sebaliknya, emiten syariah yang melemah kali ini adalah UNTR sebesar Rp800, INTP Rp675, POLL Rp600, ICBP Rp475, dan ITMG Rp450.

Dari pasar uang, penurunan BI rate sebesar 25 bps ke 4,5 persen tak cukup kuat mengangkat rupiah.

Pada 16.49, nilai tukar dolar AS perkasa 626 poin (3,95%) ke level Rp15.848 per dolar AS.

Kurs rupiah hari ini semakin mengalami tekanan setelah investor melihat ketidakpastian ekonomi di tengah wabah virus corona. Data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat dollar AS rata-rata diperdagangkan di level Rp 15.721.

Namun di sejumlah bank besar di tanah air, kurs jual dollar AS sudah menyentuh angka Rp16.000 per dollar AS. 

(Baca: Kurs Dollar AS di Beberapa Bank Sudah Sentuh Level Rp16 Ribu)

 

3 dari 6 halaman

Menjauh dari Bursa Karena Isu Corona, Indeks Syariah Melemah

Dream - Pandemik wabah virus corona baru, Covid-19, menjadi isu yang mencemaskan pelaku pasar. Investor masih menghitung efektivitas berbagai stimulus dan upaya pencegahan yang dibuat berbagai negara di dunia untuk mengurangi penyebaran virus tersebut.

Kecemasan tersebut membuat investor lagi-lagi menahan diri terjun ke lantai bursa. Hal yang sama dilakukan pemodal di pasar saham syariah. 

Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak ditutup melemah pada perdagangan, Rabu, 18 Maret 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 3,378 poin (2,61%) ke level 125,809. Sejak sempat dibuka menguat tipis ke level 129,574 saat sesi pembukaan dibuat. Hanya bisa menyentuh level tertinggi di 129,877, ISSI langsung terjun ke zona merah saat sesi perdagagan baru berjalan beberapa menit.

 

 Menjauh dari Bursa Karena Isu Corona, Indeks Syariah Melemah© Dream

 

ISSI sempat tersungkur ke level terendah di 124,292 dan berhasil memperbaiki kondisi jelang penutupan.

Tekanan jual juga melanda indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melorot 17,631 poin (3,90%) ke level 434,494. Sementara Indeks JII70 terguling 5,432 poin (3,59%) ke level 145,971.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 126,076 poin (2,83%) ke level 4.330,674.

© Dream
4 dari 6 halaman

Terus Hantui Investor

Ancaman pandemi corona membuat investor masih takut melantai di bursa. Aksi jual saham marak terjadi di sektor infrastruktur, barang konsumsi, dan pertanian. Ketiga indeks ini melemah masing-masing sebesar 3,85 persen, 3,77 persen, dan 3,45 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLL yang harga sahamnya naik Rp350, TCPI Rp210, TPIA Rp200, HERO Rp190, dan INTP Rp175.

Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Rp700, ITMG Rp475, UNVR Rp450, ICBP Rp425, dan SILO Rp400.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 36 poin (0,24%) ke level Rp15.208 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Perdagangan Sempat Dibekukan, Indeks Syariah Tiarap

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada perdagangan, Selasa, 17 Maret 2020. Sentimen regional dan global yang masih mencemaskan dampak virus corona baru, Covid-19, membuat pelaku pasar menjauh dari lantai bursa.

Seperti diketahui sejumlah negara di dunia mulai memberlakukan kebijakan lockdown, atau penutupan akses keluar masuk warga, untuk mencegah penyebaran virus corona. Beberapa di antaranya adalah Filipina dan Malaysia.

Perdagangan saham di hari ini juga diwarnai keputusan orotitas bursa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membekukan sementara perdagangan (trading hal) selama 30 menit saat jam perdagangan menunjukan pukul 15.02 WIB. 

Rangkaian sentimen negatif ini membuat tiga indeks acuan saham syariah berguguran. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini terjun bebas sampai 6,337 poin (4,68%) ke level 129,817. ISSI terus merosot setelah dibuka di level 135,524. Aksi jual investor membuat indeks ini tersungkur ke level 128,822.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), melemah 30,941 poin (6,40) ke level 452,125.

Indeks JII70 terkoreksi 9,938 poin (6,16%) ke level 151,403.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok di atas 5 persen akhirnya menutup perdagangan dengan koreksi tajam 233,908 poin (4,99%) ke level 4.456,749.

Sekadar informasi, perdagangan sempat dilakukan trading halt pada 15.02 karena IHSG turun 5 persen, Perdagangan dilakukan kembali pada 15.32 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal.

© Dream
6 dari 6 halaman

Empat Sektor Ini `Terbakar` 5 Persen

Semua indeks sektoral terbakar. Kekhawatiran terhadap virus covid-19 membuat investor ramai-ramai melepas saham, terutama di sektor industri dasar. infrastruktur, manufaktur, industri aneka, dan keuangan.

Indeks sektor industri dasar anjlok 5,90 persen, infrastruktur 5,87 persen, manufaktur 5,70 persen, industri aneka 5,68 persen, dan keuangan 5,63 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah CMNP yang harga sahamnya naik Rp270, UNIC Rp200, FASW Rp100, SILO Rp100, dan PNSE Rp92.

Harga saham UNTR terkoreksi Rp1.000, INTP Rp725, ICBP Rp650, ITMG Rp500, dan UNVR Rp475.

Dari pasar uang, dolar AS masih anteng di level Rp15 ribu. Pada 16.43, kurs mata uang Paman Sam menanjak 213 poin (1,41%) ke Rp15.145 per dolar AS.

Join Dream.co.id