Pertamina Pastikan Sarana dan Fasilitas di Majene Aman

Dinar | Jumat, 15 Januari 2021 17:33
Pertamina Pastikan Sarana dan Fasilitas di Majene Aman

Reporter : Arie Dwi Budiawati

SPBU dan agen elpiji pun dipastikan beroperasi normal pasca gempa.

Dream – PT Pertamina (Persero) memastikan sarana dan fasilitas, termasuk SPBU di wilayah Majene dan sekitarnya, Sulawesi Barat, aman usai gempa berkekuatan 6,2 M mengguncang pada Jumat dini hari, 15 Januari 2021.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR VII Pertamina, Laode Syarifuddin Murasli, menyampaikan Pertamina terus memantau kondisi operasional Pertamina di Mamuju, Majene dan sekitarnya terutama yang paling dekat dengan pusat gempa.

“ Untuk saat ini semua Lembaga Penyalur Pertamina tidak ada kerusakan berarti dan penyaluran normal seperti biasa. Apabila ada update akan kami sampaikan,” kata Laode di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com.

Beberapa sarana dan fasilitas di wilayah terdekat yaitu Kabupaten Mamuju terpantau dalam kondisi aman. DPPU Tampa Padang, 1 SPPBE, 6 Agen LPG PSO dan 8 SPBU di Mamuju dalam kondisi aman.

“ Selain itu, di Majene 3 Agen LPG PSO dan 3 SPBU juga beroperasi normal. Masing–masing dapat beroperasi normal,” kata dia.

Pertamina disebutnya terus memantau situasi terkini di wilayah serta berkoordinasi dengan pihak BPBD dan aparat terkait setempat untuk memastikan penyaluran BBM ke SPBU berjalan dengan lancar tanpa kendala dan terus bersiaga terhadap kemungkinan gempa susulan di wilayah Majene.

“ Untuk antisipasi supply point BBM dan LPG kita akan lakukan pola RAE dari FT Donggala dan Depot LPG Mini. Donggala dari jalur utara dan IT Makassar dan FT Parepare dari jauir selatan. Untuk mencegah kelangkaan LPG kami juga akan lakukan operasi pasar,” kata dia.


(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

2 dari 4 halaman

Gempa 6,2 M Guncang Mamuju, 872 Gardu Listrik Padam

Dream – PT PLN (Persero) berusaha memulihkan kelistrikan di Mauju dan Majene, Sulawesi Barat yang dilanda gempa bumi berkekuatan cukup besar. Pada Jumta, 15 Januari 2021, dini hari, gempa susulan dengan  kekuatan 6,2 magnitudo mengguncang wilayah tersebut.

Dikutip dari keterangan tertulis PLN, PLN menerjunkan 123 personel untuk memulihkan kelistrikan yang terdampak gempa. personel tambahan yang berasal dari Pinrang, Parepare, Palopo, dan Palu turut terjun memperbaiki sistem kelistrikan di sana.

Tim yang diterjunkan dilengkapkan dengan berbagai perlengkapan, genset kapasitas mobil, lampu emergensi, serta mobil layanan teknik juga dikerahkan ke daerah-daerah yang terdampak gempa.

 

 Gempa 6,2 M Guncang Mamuju, 872 Gardu Listrik Padam  © Dream

 

“ Kami terus berupaya agar listrik dapat menyala. Saat ini, tim sedang berupaya di lapanngan untuk memulihkan, ditambah dari beberapa daerah juga akan bergabung membantu pemulihan. Mohon doanya agar semua lancar,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) Awaluddin Hafid.

Gempa menyebabkan aliran listrik di sebagian wilayah Sulawesi Barat terputus. Hal ini mengakibatkan 872 gardu distribusi di Maneje dan Mamuju padam. Kini, sudah ada 463 gardu yang berhasil dinormalkan.

Kini, fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, tempat penampungan pengungsi, instalasi air bersih menjadi prioritas utama pemulihan kelistrikan.

“ Listrik untuk fasilitas umum yang digunakan untuk penanganan gempa bumi ini tentu akan menjadi prioritas utama, termasuk gedung pemerintahan,” kata Hafid.

Untuk membantu korban terdampak gempa, PLN juga membuka tiga posko dapur umum di Majene dan mamuju, yaitu di Rumah BUMN Majene, Kantor Pelayanan PLN Onang Majene, dan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Mamuju. 

3 dari 4 halaman

AirNav Pastikan Operasional Penerbangan Tak Terganggu Gempa Sulbar

Dream – Gempa tektonik berkekuatan 6,2 magnitude mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Jumat dinihari, Jumat 15 Januari 2021. Gempa tersebut merusak sejumlah gedung dan sarana prasarana publik, termasuk Tower Bandara Tampa Padang di Mamuju, Sulawesi Barat.

Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno mengatakan bahwa Tower dan Kantor AirNav Indonesia Unit Mamuju mengalami dampak kerusakan, meskipun operasional penerbangan masih dapat berjalan. Praminto mengatakan gedung ini tak digunakan untuk sementara.

 

 AirNav Pastikan Operasional Penerbangan Tak Terganggu Gempa Sulbar© Dream

 

“ Saat ini, pelayanan navigasi kami lakukan berbasis komunikasi di tempat yang berbeda agar personel juga akan aman apabila ada gempa susulan,” kata dia.

Praminto mengatakan komunikasi penerbangan di Mamuju dibantu oleh pemanduan navigasi penerbangan dari cabang Makassar (MATSC),” kata dia.

4 dari 4 halaman

Operasional Normal

Praminto menambahkan bahwa operasional penerbangan di Unit Mamuju berjalan normal. “ Pagi

ini, AirNav telah melayani penerbangan pesawat CASA milik TNI-AL yang bertolak menuju Balikpapan dan pendaratan pesawat CRJ milik maskapai Garuda Indonesia yang terbang dari Makassar,” kata dia.

Sebagai aksi tanggap darurat, lanjut Praminto, pagi ini AirNav Cabang MATSC telah mengirimkan 3
orang tambahan personel dan peralatan penunjang operasional ke Mamuju.

“ Dari Makassar kita tadi langsung kirim 1 orang ATC dan 2 orang Teknisi. Semua dari Cabang MATSC,” kata dia.

Join Dream.co.id