Risih Dibuntuti Pramuniaga, Ide Toko Kosmetik Ini Cemerlang

Dinar | Selasa, 29 Januari 2019 11:15
Risih Dibuntuti Pramuniaga, Ide Toko Kosmetik Ini Cemerlang

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Tak perlu banyak bicara, pramuniaga akan langsung tahu dan pembeli nyaman saat berbelanja.

Dream – Toko kosmetik mengembangkan pelayanan bagi para pelangganya. Mereka menggunakan metode yang inovatif untuk menggaet konsumen “ introvert”.

Dikutip dari Korea Boo, Selasa 29 Januari 2019, toko kosmetik itu bernama Inisfree. Di toko ini, ada dua warna label keranjang belanja, yaitu hijau dan oranye. Dengan warna yang berbeda, toko bisa tahu pelanggan mana yang memerlukan asistensi dan mana yang tidak.

 Ada perbedaan warna di keranjang belanja.

(Foto: Korea Boo)

Keranjang berlabel hijau berarti “ saya bisa melakukan sendiri”. Nah, keranjang ini diperuntukkan bagi konsumen yang ingin memilih kosmetik sendirian.

Sedangkan keranjang oranye ditujukan bagi konsumen yang tak keberatan dibantu oleh pramuniaga toko. Keranjang oranye berlabel “ saya memerlukan bantuan”.

Tingginya standar kecantikan di Korea Selatan dan tekanan untuk menyesuaikan diri dengan standar kecantikan di sana, telah merambah toko kosmetik. Diperkirakan ada tiga karyawan yang “ membuntuti” setiap pelanggan. Malah, ada yang menganggap perhatian pramuniaga ini terlalu berlebihan.

Dengan metode warna keranjang belanja, pelanggan bisa merasa lega ketika berbelanja.

2 dari 4 halaman

Pentingnya Label Halal untuk Kosmetik

Dream – Kini, berbagai produk kecantikan membanjiri pasaran. Namun, jangan salah pilih, pastikan produk kecantikanmu sudah berlabel label halal dan izin edar dari BPOM. Shingga aman dipakai.

" Jika halal, sudah pasti (produknya) aman," kata Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Sari Chairunnisa dalam “ Media Gathering Bersama Wardah” di Jakarta, Selasa 22 Januari 2019.

" Berbeda dengan sertifikasi BPOM yang menilai produk jadi, sertifikasi halal dinilai sejak pemilihan bahan baku hingga produk jadi," tambah dia.

Chairunisa mengatakan, kosmetik halal pada umumnya memiliki titik kritis halal. Dari segi bahan baku, kosmetik dapat dibuat dari bahan hewani, tumbuhan, hingga produk tambang. Proses pengolahannya sangat memengaruhi hasil produk.

Di beberapa produk berbahan baku tumbuhan, zat harus dilarutkan terlebih dahulu memakai alkohol. Tidak semua alkohol aman dan halal untuk digunakan.

" Struktur kimia alkohol berbeda di setiap jenisnya. Yang tidak boleh dipakai itu yang turunan khamer. Selain tidak halal, tidak baik untuk kulit wajah," kata dia.

Menurut Chairunisa, takarannya juga tidak boleh sembarangan. Setiap kandungan kosmetik harus disesuaikan dengan aturan BPOM.

Selain itu, ada banyak produk kosmetik yang memakai bahan baku sembarangan. Salah satunya steroid yang dijual bebas di pasaran. Steroid seharusnya hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Pemakaian secara asal dapat menyebabkan hyperpigmentasi pada kulit.

Tak sulit untuk menemukan kosmetik aman. Hanya perlu waktu kurang dari 2 detik untuk mencari label halal dan BPOM.

" Dari pemerintah sudah dimudahkan, produk yang berlabel berarti sudah aman. BPOM berbentuk serial nomor, kalo halal ada logo halal dari MUI," kata dia.

3 dari 4 halaman

Kosmetik Halal Malaysia Kembali Jajal Pasar Indonesia

Dream – Setelah Safi, kini produk kecantikan asal Malaysia kembali menjajal pasar Indonesia. Saat ini, produk dengan klaim halal tak hanya dicari oleh muslimah. Produk kecantikan halal ini semakin diminati karena produk-produknya bebas dari kandungan membuat iritasi kulit.

Tak hanya, itu, produk ini juga bebas dari kandungan hewan yang dilarang oleh umat Muslim, apalagi bebas alkohol. Salah satunya, produk kosmetik impor, Mutouch.

 Mutouch, Produk Kecantikan Halal Malaysia Rambah Indonesia

Pimpinan Era Ventura Group, Sanny Lee, mengatakan Mutouch merupakan produk kecantikan yang diproduksi di Malaysia. Sanny mengatakan produk halal ini bersertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“ Mutouch menjadi produk personal care import pertama yang memiliki sertifikasi halal dari MUI, sebelumnya, brand ini telah mendapat sertifikasi halal dari Malaysia oleh Departmen of islamic Development,” kata dia di Jakarta, ditulis Rabu 8 Agustus 2018.

 Mutouch.

Sanny mengatakan MUI menerapkan tahapan-tahapan dan juga evaluasi secara seksama dan terperinci untuk mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.

Misalnya, komponen bahan baku, bahan kemasan, peralatan, proses produksi, prosedur kerja, pelatihan karyawan, dan segala hal yang terkait dengan standar halal MUI.

“ Inilah yang membuat proses sertifikasi dari MUI memakan waktu lama, dan bisa dikatakan merupakan sertifikasi halal terketat di dunia. Dengan demikian, konsumen akan merasa aman dan nyaman ketika menggunakan produk Mutouch,” kata dia.

(ism, Lapooran: Erisa Yuwana)

4 dari 4 halaman

Bisnis Kosmetik Halal India Jadi `Idola` Baru

Dream - Pelaku usaha manufaktur melirik pasar halal di India. Khususnya untuk kosmetik halal. Hal ini berdasarkan kajian badan akreditasi berbasis di Uni Emirat Arab, International Halal Accreditation Forum.

Dilansir dari Salaam Gateway, Selasa 8 Agustus 2017, International Halal Accreditation Forum (IHAF) menilai India termasuk pasar potensial untuk produk halal, termasuk kosmetik halal.

Pada tahun 2015, nilai penjualan kosmetik di India mencapai US$43 miliar (Rp573,24 triliun) dan penjualan kosmetik kepada konsumen Muslim mencapai US$4,2 miliar (Rp55,9 triliun).

Tercatat ada 170 juta masyarakat yang beragama Islam di India. Ini bisa dikatakan, India merupakan negara dengan penduduk Muslim  terbanyak kedua di dunia, setelah Indonesia. Bahkan, India diprediksi memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia pada 2050, menurut Pew Research Center. 

Sekretaris Jenderal IHAF, Moh Saleh Badri mengatakan, forum ini telah menadatangani perjanjian keanggotaan dengan India pada awal tahun ini. Badan ini memang membantu 22 negara untuk membantu merancang standardidasi produk halal. 

" Didorong oleh misi kami untuk menyeragamkan industri halal dunia dan mendobrak penghalang perdagangan, IHAF siap untuk mendukung India dalam membangun infrastruktur halal," kata Saleh.

Sertifikasi halal untuk kosmetik ini pada dasarnya untuk konsumen Muslim. Akan tetapi, permintaan produk kosmetik halal dari konsumen non-Muslim juga meningkat. 

Sebuah kajian dari AMust menunjukkan, kesadaran konsumen Muslim di India akan kosmetik halal, masih kurang. Ada kemungkinan kosmetik yang beredar di India masih mengandung produk haram

" Sebagai tambahan, skandal fraud halal bisa mengganggu kepercayaan konsumen. Sertifikasi halal sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen Muslim," kata kajian tersebut.

Badri mengatakan tujuan sertifikasi halal adalah meyakinkan kehalalan produk kepada konsumen Muslim yang ingin membeli produk halal.

“ Suatu saat nanti, mereka akan melihat satu stempel halal yang berlaku universal di produk/jasa di mana pun mereka berada,” kata dia. (ism) 

Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik
Join Dream.co.id