Perbankan Syariah Dituntut Makin Inovatif Hadapi Tekanan Pandemi Corona

Dinar | Kamis, 2 Juli 2020 13:12
Perbankan Syariah Dituntut Makin Inovatif Hadapi Tekanan Pandemi Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ancaman pandemic corona terhadap perekonomian semakin di depan mata.

Dream – Pandemi covid-19 memukul perekonomian, baik global maupun domestik. Tak hanya melemahkan perekonomian global, wabah corona ini juga memperlambat laju perekonomian nasional.

“ Pandemik Covid-19 menyebabkan pelemahan global,” kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Teguh Supangkat, dalam acara Webinar “ “ Maybank Indonesia Shariah Thought Leader Forum 2020”, Kamis 2 Juli 2020.

Dia mengatakan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperkirakan perekonomian global akan terkontraksi sebesar 3 persen dengan pertumbuhan PDB Indonesia hanya 0,5 persen tahun ini.

OECD juga memprediksi tekanan ekonomi akan lebih besar jika terdapat gelombang kedua Covid-19.

“ Kontraksi akan dialami Indonesia (menurut OECD). Jika kena double hit, (perekonomian Indonesia) minus 3,9 persen,” kata Teguh.

2 dari 5 halaman

Jadi Tantangan Bagi Perbankan Syariah

Selain berdampak kepada perekonomian, Teguh mengatakan pandemi ini juga mengubah gaya hidup masyarakat, Kini masyarakat cenderung berdiam diri di rumah selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan.

“ Ini menjadi tantangan bagi perbankan syariah untuk melayani masyarakat selama New Normal,” kata dia.

Teguh mengajak perbankan syariah untuk semakin inovatif dan menyusun langkah antisipatif untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Misalnya, beradaptasi dengan teknologi dan memperkuat digitalisasi masyarakat.

“ Dengan begitu, bank bisa melayani masyarakat dengan prima,” kata dia.

Teguh juga meminta penggiat ekonomi syariah untuk bersama-sama mensinergikan sektor riil, yaitu industri halal, dengan keuangan syariah dan ekonomi sosial syariah dalam suatu ekosistem. “ Pelaku jasa syariah—perbankan syariah—bisa aktof menjadi motor penggerak untuk melayani ekosistem ini,” kata dia. 

3 dari 5 halaman

Bank Syariah Lebih Kebal Hadapi Dampak Pandemi Covid-19?

Dream – Dalam menghadapi kondisi pandemi virus corona (Covid-19), sektor perbankan syariah memiliki beberapa keunggulan dibandingkan perbankan konvensional. Keunggulan ini bisa dilihat dari sisi aset.

“ Perbankan syariah kreditnya kan underline-nya jelas ada aset yang benar-benar terprediksi dan dari sistem keuangan menggunakan bagi hasil, bukan dengan bunga,” kata Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoartmodjo, di Jakarta, dikutip dari laman Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Keunggulan lain dari bank syariah terlihat dari sisi likuiditas. Perbankan syariah mendapat untung karena banyak nasabah menabung di bank syariah karena faktor keyakinan bahwa sistem syariah sesuai dengan ajaran Islam.

Berbekal keyakinan para nasabah tersebut likuiditas perbankan syariah di masa seperti ini seharusnya tidak akan mengalami kekurangan.

Menurut Kartika, perbankan syariah di masa pandemi ini justru bisa mendapatkan nasabah dari sisi tabungan yang lebih luas lagi. Kemudian, bank syariah bisa terus berekspansi dari sisi digital.

“ Meyakinkan masyarakat bahwa memang perbankan syariah aman untuk menempatkan dana dan dalam jangka panjang tidak ada guncangan dari sisi likuiditas,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Kelonggaran Likuiditas Dilakukan Otoritas Moneter

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ventje Rahardjo, menambahkan, kebijakan kelonggaran likuiditas yang dilakukan oleh otoritas moneter memberikan ruang gerak kepada perbankan.

“ Mempunyai ruang gerak menjaga kewajibannya, menjaga penarikan-penarikannya,” kata Ventje.

Lebih lanjut, Ventje mengungkapkan risiko yang dihadapi perbankan syariah pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan yang dihadapi perbankan secara umum.

Tetapi, perbankan syariah memiliki satu penyangga lain yaitu kepatuhan terhadap produk dan objek-objek dari pembiayaan yang diawasi oleh satu kelompok Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang ditunjuk Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

“ Jadi di perbankan syariah risiko terhadap pembiayaan yang keluar dari prinsip syariah relatif terjaga,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Dorong Nasabah Gunakan Mobile Banking dan Internet Banking

Dengan adanya pandemi seperti ini, Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan, ada upaya perbankan syariah untuk menjaga layanan aktivitas transaksi bank.

Caranya dengan mendorong para nasabah untuk menggunakan mobile banking dan internet banking. Sebelumnya, bagi para nasabah yang sifatnya tradisional mau tidak mau harus merubah polanya dengan menggunakan mobile banking dan internet banking.

“ Sehingga setelah kita edukasi, luar biasa dampaknya. Mereka tetap melakukan transaksi, tetapi berubah, yang tadinya transaksi dengan cara tradisional, datang ke kantor melakukan transaksi, kini dengan digital,” kata Firman.

Join Dream.co.id