Indeks Syariah Terjun Bebas, Anjlok Sampai di Atas 1%

Dinar | Selasa, 24 September 2019 16:50
Indeks Syariah Terjun Bebas, Anjlok Sampai di Atas 1%

Reporter : Arie Dwi Budiawati

IHSG masih tertekan, rupiah jalan di tempat.

Dream - Bursa saham Indonesia tertekan sepanjang perdagangan hari ini, (Selasa, 24 September 2019). Investor cenderung melepas portofolio sahamnya setelah analis mengungkapkan teknikal indeks saat ini cenderung membentuk deadcross yang menandakan potensi pelemahan sangat terbuka. 

Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen Sidang Paripurna DPR yang batal memasukkan agenda pengesahan RUU KUHP yang memicu aksi demonstrasi besar-besaran mahasiswa di berbagai kota di tanah air.

 

Koreksi juga tak bisa dihindari tiga indeks saham syariah yang hari ini terkoreksi cukup dalam. Tiga indeks acuan saham syariah sampai terkoreksi di atas 1 persen. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi sampai 1,901 poin (1%) ke 187,897. ISSI hari ini langsung terjun ke zona merah begitu sesi perdagangan dimulai.

Sepanjang sesi perdagangan ISSI sama sekali tak bisa keluar dari tekanan jual investor. 

Penurunan lebih tajam melanda dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan pelemahan 10,581 poin (1,53%) ke 681,169.

Sementara indeks JII70 sebelas dua belas dengan JII. Indeks baru dari otoritas BEI ini turun 3,551 poin (1,52%) ke level 230,565.

Besarnya tekanan jual serta sentimen aksi demonstrasi mahasiswa mendorong IHSG terpangkas sampai 68,591 poin (1,10%) ke level 6.137,608.

2 dari 7 halaman

Semua Indeks Sektor Melemah

Minimnya angin segar membuat investor melepas saham-sahamnya di semua sektor. Pelemahan indeks sektor tertajam ada di pertambangan. industri aneka, dan industri dasar.

Indeks sektor pertambangan merosot 1,99 persen, industri aneka 1,72 persen, dan industri dasar 1,71 persen.

Emiten syariah berkode EMTK mengisi posisi puncak top gainer kali ini. Harga sahamnya melesat Rp1.040. Penguatan harga ini diisi oleh ITMG yang naik Rp450, POLL Rp300, DIGI Rp165, dan MTPS Rp150.

Sebaliknya, harga saham UNTR terkoreksi Rp900, GMTD Rp800, INTP Rp575, AALI Rp375, dan SMGR Rp225.

Pada pukul 16.12, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stagnan di level Rp14.080.(Sah)

3 dari 7 halaman

Bursa Saham RI Tiarap di Tengah Aksi Demo Penolakan RKUHP

Dream - Bursa saham Indonesia ditutup melemah pada sesi penutupan perdagangan siang ini, Selasa, 24 September 2019. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi demonstrasi besar yang digelar mahasiswa di ibukota dan berbagai kota besar di Indonesia.

Pada penutupan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 77,989 poin (1,26%) ke level 6.128,210.

IHSG langsung terjun bebas ke zona merah saat bel perdagangan dimulai. IHSG dibuka melemah ke level 6.193,149 dan terus bergerak turun. Sepanjang sesi pagi, IHSG sempat menyentuh level terendah di 6,188,77 poin.

 

 Bursa Saham RI Tiarap di Tengah Aksi Demo Penolakan RKUHP

 

Aksi demonstrasi ini semakin menyurutkan niat investor untuk melantai di bursa. Alhasil, IHSG semakin terseret dan menyentuh level 6.123,816 pada pukul 11.15.

Berbeda dengan pasar saham, kurs rupiah terhadap dollar AS siang ini justru bergerak menguat.

Nilai tukar Mata uang Garuda ini naik tipis 5 poin (0,04%) ke level Rp14.080 per dolar AS hingga perdagangan pukul 12.29 WIB.

4 dari 7 halaman

Jumpalitan di Sesi Pertama, Indeks Syariah Gugur di Awal Pekan

Dream - Investor enggan melantai di bursa pasca pembicaraan perdagangan di Washington DC antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Isu Perang Dagang yang selalu mencemaskan pelaku pasar ini membuat investor menahan diri terjun ke pasar modal, termasuk pasar modal syariah.

Aksi wait and see pelaku pasar ini membalikkan laju indeks saham yang sempat bergerak naik di awal sesi perdagangan.  Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot.

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin, 23 September 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 1,141 poin (0,59%) ke level 189,798.

ISSI bergerak fluktuatif di awal sesi perdagangan saat berulang kali bolak-balik zona hijau. Puncaknya terjadi satu jam jelang sesi pertama berakhir. Tekanan jual sudah tak mampu lagi ditahan ISSI yang akhirnya menutup perdagangan sesi pagi di zona merah.

 

 Jumpalitan di Sesi Pertama, Indeks Syariah Gugur di Awal Pekan

 

Memasuki sesi kedua, laju ISSI sudah tak mampu lagi menahan tekanan jual investor. ISSI mendekam lemah hingga sesi perdagangan awal pekan ini berakhir. 

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) dan JII70 pun serupa. Indeks JII merosot 3,281 poin (0,47%) ke 691,750 dan JII70 melemah 1,389 poin (0,59%) ke 234,116.

Adanya aksi tunggu investor jelang pertemuan AS-Tiongkok ini membuat IHSG ikut terkoreksi. Indeks acuan BEI ini terpangkas 25,274 poin (0,41%) ke level 6.206,199.

5 dari 7 halaman

Saham Industri Dasar dan Properti Dijual

Investor lebih banyak menjual saham industri dasar, properti, dan manufaktur. Ketiga indeks sektoral ini melorot masing-masing 1,72 persen, 1,65 persen, dan 0,62 persen.

Indeks industri aneka malah terangkat 0,59 persen dan keuangan 0,03 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya melesat Rp1.150, GMTD Rp925, BRAM Rp575, AMFG Rp150, dan MDKA Rp125.

Sebaliknya, emiten syariah yang menghuni posisi top loser kali ini adalah EMTK yang harga sahamnya terkoreksi Rp490, SMGR Rp350, TCPI Rp325, POLL Rp150, dan AALI Rp125.

Pada pukul 16.03, rupiah terkoreksi terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS menguat 31 poin (0,22 poin) ke level Rp14.086 per dolar AS.(Sah)

6 dari 7 halaman

Penurunan BI Rate Tak Mampu Angkat Indeks Syariah

Dream - Kabar baik kpeutusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,25 persen direspons dingin pelaku pasar. Sejumlah indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk indeks saham syariah, justru bergerak melemah.

Selain memantau hasil Rapat Dewan Gubernur BI, investor juga masih mengikuti kabar terbaru dari rilis pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis, 19 September 2019 Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,981 poin (0,51%) ke level 191,081. ISSI hanya bergerak menguat di menit awal perdagangan

 

 Penurunan BI Rate Tak Mampu Angkat Indeks Syariah

ISSI dibuka menguat ke level 192,170 di ses pra-pembukaan dan masih melaju naik ke level 192,279. Puncaknya ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 192,488 di satu menit usai bel tanpda perdagangan dimulai.

Namun penguatan itu berlangsung singkat. Investor gencar melakukan aksi jual saham dan menyeret ISSI jatuh ke zona merah. ISSI melemah ke level terendah di 190,909.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang terpangkas 6,552 poin (0,94%) ke level 693,627.

Sementara indeks JII70 merosot 1,928 poin (0,81%) ke levl 235,406. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 32,136 poin (0,51%) ke level 6.244,470.

7 dari 7 halaman

Banyak Investor Lepas Saham Pertanian

Para penanam modal ramai-ramai melepas sahamnya di sektor pertanian, industri aneka, dan pertambangan. Ketiga indeks sektoral ini melorot masing-masing 1,44 persen, 1,19 persen, dan 1,19 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLL yang harga sahamnya menguat Rp325, GHON Rp250, SILO Rp175, TCPI Rp175, dan MAPA Rp150.

Sebaliknya, harga saham UNTR melemah Rp775, TCID Rp400, SMGR Rp375, AALI Rp300, dan FASW Rp300.

Penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) justru mengerek nilai tukar rupiah. Pada 16.10, nilai tukar dolar AS melemah 45 poin (0,32%) ke level Rp14.055.(Sah)

Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi
Join Dream.co.id