Tokopedia Permudah Pembiayaan Mitra, Bisa Pinjam Modal Rp300 Juta

Dinar | Selasa, 23 Juli 2019 10:24
Tokopedia Permudah Pembiayaan Mitra, Bisa Pinjam Modal Rp300 Juta

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Hanya modal KTP, si pelamar bisa mendapatkan bantuan modal.

Dream – Sukses menggarap bisnis merupakan impian setiap pengusaha. Modal diperlukan sebagai salah satu kunci untuk membawa bisnis ke skala lebih luas.

Berkolaborasi dengan Modalku, Tokopedia resmi meluncurkan fitur Modal Toko. Fitur ini merupakan pengembangan dari layanan sebelumnya yakni Pinjaman Modal.

Dengan fitur tersebut, penjual Tokopedia dipermudah memperoleh modal usaha secara instan dan fleksibel.

" Kali ini kami bekerja sama dengan Modalku, platform pinjaman digital yang terdaftar dan diawasi oleh OJK untuk mendorong perkembangan bisnis para online seller, serta meningkatkan inklusi keuangan bagi UMKM secara keseluruhan,” kata kata AVP Fintech Tokopedia, Samuel Sentana, di Jakarta, Senin 22 Juli 2019.

Samuel mengatakan penjual bisa mendapatkan modal sampai Rp300 juta yang bisa ditarik kapan pun dan berapa pun sampai batas limit kredit tercapai. Untuk menggunakannya, si pelamar hanyar harus menunjukan KTP.

2 dari 6 halaman

Kredit Limit Rendah dan Flat

Selain itu, marjin pinjaman yang ditawarkan juga lebih rendah dan flat, serta tanpa biaya admin atau provisi lainnya. Proses pengajuan akan memakan waktu sehari. Jika sudah disetujui, pinjaman modal akan masuk ke Saldo Penghasilan Tokopedia dan dapat langsung ditarik.

Cara ini dipercaya mampu meningkatkan perkembangan usaha daring masyarakat Indonesia dengan harapan memberikan konstribusi untuk inklusi keuangan nasional.

" Khususnya bagi para penggiat UMKM yang selama ini mampu menyumbang output ekonomi lebih dari 60 persen dari produk domestik bruto dan menyerap lebih dari 95 persen angkatan tenaga kerja aktif Tanah Air," kata Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hendrikus Passagi.

3 dari 6 halaman

Kembangkan Ekonomi Syariah, Bukalapak dan Tokopedia Dilibatkan

Dream – Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menggandeng banyak lembaga untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Misalnya, mengajak e-commerce untuk mendukung ekonomi syariah.

“ Hari ini kita tidak akan hanya menyaksikan prosesi peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024, tetapi kami juga menyisipkan agenda penandatanganan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) antara KNKS dengan berbagai lembaga yang mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia,” kata Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang P. S. Brodjonegoro, dalam peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 15 Mei 2019.

Bersamaan dengan peluncuran MEKSI 2019-2024, KNKS juga turut menekan sejumlah nota kesepahaman dengan berbagai lembaga negara serta pemain pasar. Komite ini menggandeng Bukalapak dan Tokopedia untuk mewujudkan konsep marketplace yang mengakomodasi kebutuhan umat Muslim di Indonesia.

 

 Kembangkan Ekonomi Syariah, Bukalapak dan Tokopedia Dilibatkan

 

Pengguna dapat lebih mudah mencari dan mengidentifikasi produk-produk dengan nomor sertifikasi halal. Tidak hanya itu, nantinya pengguna juga dapat lebih mudah untuk melakukan investasi pada instrumen syariah seperti reksadana syariah melalui platform e-commerce.

“ KNKS ingin bersama-sama membangun ekosistem e-commerce yang mendukung penjualan produk-produk halal melalui platform digital marketplace,” kata Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS, Afdhal Aliasar.

Afdhal mengatakan hal ini dimulai dengan mengajak marketplace yang sudah ada saat ini, yaitu Bukalapak dengan Tokopedia. Tujuannya untuk menghadirkan produk-produk halal dan keuangan syariah di masing-masing e-commerce.

“ Diharapkan ke depannya akan lebih banyak lagi pemain e-commerce yang turut bergabung dalam ekosistem ini,” kata dia. 

4 dari 6 halaman

LinkAja Syariah Diluncurkan

Afdhal mengatakan ada kerja sama antar bank syariah BUMN dengan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) untuk mengembangkan platform digital LinkAja Syariah.

Keempat bank syariah itu adalah PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), PT BNI Syariah, PT BRIsyariah Tbk, dan unit usaha syariah/UUS PT Bank Tabungan Negara Tbk.

Komitmen tersebut tertuang dalam nota kesepahaman “ Pengembangan Sistem Pembayaran Digital yang Dikelola secara Syariah”.

Tujuan kerja sama ini adalah mengembangkan LinkAja Syariah sebagai platform pembayaran digital syariah dan uang elektronik yang dikelola secara syariah.

Afdhal mengharapkan LinkAja Syariah menjadi sistem pembayaran digital yang bisa mendukung ekonomi digital syariah.

Nantinya, platform ini bisa melayani transaksi perdagangan e-commerce, produk keuangan syariah, pariwisata halal, serta dana sosial keagamaan, seperti zakat, infak, dan wakaf dengan masjid dan lembaga pengelola zakat.

“ Masyarakat Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, seiring dengan berkembangnya teknologi dan pola bisnis yang demikian cepat membutuhkan sistem pembayaran digital syariah yang mampu melayani kebutuhan tersebut. Bersama-sama kita akan mewujudkan hal itu,” kata dia. (ism)

5 dari 6 halaman

Tokopedia Diguyur Dana Segar Rp16 Triliun

Dream – PT Tokopedia kembali mendapat suntikan modal. Kali ini jumlahnya lumayan besar, yaitu mencaoai US$1,1 miliar atau setara dengan Rp16,07 triliun.

Modal segar itu berasal dari Softbank Vision Fund dan Alibaba Group. Pendanaan ini dipimpin oleh SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group dengan partisipasi Softbank Ventures Korea, serta investor-investor Tokopedia sebelumnya.

E-commerce ini akan menggunakan dana tersebut untuk membangun teknologi dan infrastruktur serta memberdayakan jutaan bisnis lokal untuk tumbuh.

“ Dalam sembilan tahun pertama kami, Tokopedia fokus untuk membangun marketplace terbesar di Indonesia yang menyediakan barang fisik serta digital,” kata founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 12 Desember 2018.

 

 Tokopedia Diguyur Dana Segar Rp16 Triliun

 

Dia mengatakan, memasuki tahun ke sepuluh, Tokopedia akan mengembangkan ekosistem menjadi infrastructure-as-a-service (IaaS) dimana teknologi logistik, fulfillment, pembayaran, dan layanan keuangan akan memberdayakan perdagangan, baik online maupun offline. Pembangunan teknologi dan infrastruktur, kata dia, akan memperluas skala dan jangkauan Tokopedia.

Efisiensi operasional bagi platform ini juga tercipta. Dengan begitu, misi besar memeratakan ekonomi digital secara merata bisa terlaksana.

6 dari 6 halaman

Bantu UKM Pasarkan Produk

Senior Investor Softbank Investment Advisers dan Anggota Dewan Tokopedia, Lydia Jett, mengatakan bahwa Tokopedia telah membantu jutaan UKM di Indonesia untuk menjual produk secara digital ke seluruh pelosok Indonesia. Menurut dia, e-commerce ini juga menyediakan akses ke lebih dari 100 juta jenis produk kepada masyarakat Indonesia.

“ Dengan tingkat adopsi internet di Indonesia yang terus bertumbuh pesat, Tokopedia ada di posisi yang tepat untuk melayani jutaan masyarakat lainnya. Kami mendukung dan percaya kepada kekuatan entrepreneur lokal, dan melihat potensi pertumbuhan Tokopedia akan terus berkelanjutan,” kata dia.

Head of Investment South East Asia and India di Alibaba Group, Kenny Ho, mengaku senang bisa bekerja sama dengan Tokopedia untuk memberdayakan UMKM dan mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia.

“ Kami melihat misi perusahaan kami - memudahkan untuk memulai dan membangun bisnis di mana saja - tercermin dalam perjalanan Tokopedia,” kata dia.

Sekadar informasi, Tokopedia kini sudah menjangkau 93 persen kecamatan di Indonesia di lebih dari 17 ribu pulau. Pada tahun ini, gross merchandise value (GMV) Tokopedia meningkat hingga empat kali lipat.

Saat ini, Tokopedia juga telah melakukan pengiriman di hari yang sama (same-day delivery) untuk 25 persen transaksi yang terjadi dalam platformnya. Tokopedia berkomitmen untuk melayani Indonesia dan akan bekerja dengan para mitranya untuk membangun teknologi dan infrastruktur terbaik demi membuka potensi dan peluang bagi ratusan juta pengguna di masa depan. 

Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida
Join Dream.co.id