Penjual Ketupat Sehari Dapat Rp1 Juta, Dinyinyiri Tetangga dan Dituding Pakai Penglaris

Dinar | Jumat, 13 Mei 2022 19:15

Reporter : Alfi Salima Puteri

Devi berjualan hanya sekitar tiga jam. Namun, selama tiga jam tersebut, dagangannya langsung ludes diborong pembeli. Lalu apa rahasianya agar dagangannya laris?

Dream - Salah satu kunci kesuksesan bisnis kuliner ialah mempertahankan resep turun-temurun. Hal inilah yang dilakukan oleh seorang wanita bernama Devi. Saking suksesnya, wanita asal Bogor, Jawa Barat, ini mengaku sampai pernah dituding menggunakan penglaris oleh orang-orang disekitarnya

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Frankav12, setiap harinya, Devi berjualan hanya sekitar tiga jam. Namun, selama tiga jam tersebut, dagangannya langsung ludes diborong pembeli.

Bisnis kuliner yang dijalaninya yakni ketupat tahu. Kakek buyutnya bahkan telah berjualan ketupat tahu. Kemudian diajarkan kepada anaknya, dan berlanjut sampai ke ayahnya Devi yang dulu kerap membantu berdagang.

Penjual Ketupat Sehari Dapat Rp1 Juta, Dinyinyiri Tetangga dan Dituding Pakai Penglaris
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Frankav12
2 dari 5 halaman

Terakhir, saat ini usaha tersebut dijalani oleh Devi yang kerap kali dibantu oleh saudara dan ayahnya. Meski warungnya nampak sederhana, tapi pembeli sudah antri panjang dan berkerumun ingin ketupat tahu buatannya.

" Bentar kang ramai di sini. Banyak yang beli. Suka pada ngomongin, pakai apaan sih si bapak kok jualannya ramai banget gitu. Ada saja yang ngomong, banyak yang ngelihatin kayak gitu," ujar Devi.

Mungkin karena adanya resep rahasia turun temurun yang masih dilestarikan oleh Teh Devi dan keluarganya. Yang menjadi daya tarik serta bertahannya para pelanggan selama ini.

" Kalau kita mah biasa saja. Kita kan apa adanya jualannya gini. Sudah dari dulu, sudah lama turun temurun gitu. Sudah banyak langganannya juga. Kan dari kakeknya si ayah juga sudah jualan ketupat. Terus ayahnya si ayah, almarhum juga jualan. Sekarang saya yang jualan. Orang itu sudah pada tahu, sudah kenal," ungkap Devi.

3 dari 5 halaman

Tak semua orang yang berbisnis akan langsung mendulang keuntungan dan hidup nyaman. Hal serupa dialami oleh ayahnya Devi, yang dulu harus berjualan dengan cara dipikul dan berkeliling. Tapi kini ia sudah bisa lebih lega, karena bisa memiliki kios sendiri meski masih kecil.

" Sekarang sudah enak. Dulu zamannya si ayah mah dipikul. Kalau ada hiburan," kata Devi.

Selain menggunakan resep turun temurun, untuk mempertahankan bisnisnya ia juga menjaga kualitas. Devi memilih beras yang harganya tidak murahan. Sehingga diminati oleh banyak pembeli.

" Kalau kata orang, dari bumbunya sama ketupatnya. Kan kita mah pakai beras mahal yang harga Rp12 ribu, kadang Rp13 ribu kalau lagi naik," imbuhnya.

4 dari 5 halaman

Tak kalah mencengangkan, hanya dengan berjualan dalam waktu singkat saja Devi sudah bisa meraup omzet mencapai Rp1 juta per harinya. Perhitungan tersebut dipatok dari hasil menghabiskan 10 liter bumbu kacang dan seluruh persediaan ketupat, kikil sapi serta tahunya.

Berdagang ketupat tahu rupanya menjadi kecintaan Devi. Ia mengaku senang bisa bertemu banyak orang dan mendapatkan uang sendiri. Selama ini Devi berjualan di jalan Ciampea, Bogor, Jawa Barat dari pukul 3 sore hingga 6 petang.

" Kalau hari biasa, sampai malam. Kalau bulan puasa, habis maghrib saja sudah habis. Ini biasanya bikin 10 liter sehari. Dari 10 liter itu, omzet bisa sampai Rp1 juta. Kita ngitungnya gitu. Enaknya dagang, bisa ketemu orang, bisa dapat uang," paparnya.

5 dari 5 halaman

Join Dream.co.id