Keuangan & Bisnis Jadi Bahan Perbincangan Aktif Pengguna Twitter Indonesia

Dinar | Kamis, 4 November 2021 12:47

Reporter : Alfi Salima Puteri

Apakah Sahabat Dream salah satu netizen tersebut?

Dream - Masyarakat Indonesia dikenal aktif menggunakan media sosial. Segala macam platform dimanfaatkan untuk berbagai hal. 

Platform media sosial Twitter mencatat banyak tema yang menjadi bahan obrolan warganet Indonesia. Salah satu yang menonjol adalah keuangan dan bisnis. 

Pengguna Twitter di Indonesia termasuk financial-savvy dan affluent dalam hal keuangan dan bisnis. Hal ini terlihat dari meningkatnya percakapan dengan tema keuangan dan bisnis di Twitter hingga 133 persen dari tahun ke tahun, khususnya saat pandemi.

Analisis Twitter Trends mengungkapkan selama tiga tahun terakhir dari Juli 2018 hingga Juni 2021 menunjukkan adanya peningkatan volume percakapan tentang keuangan. Laporan itu menyebutkan pembicaraan terkait keuangan meningkat sebesar 38 persen di Twitter.

Topik tersebut membahas keuangan dari berbagai macam spektrum. Mulai dari pembahasan tentang menabung, produk-produk investasi, hingga insight tentang dompet digital.

Country Industry Head, Twitter Indonesia, Dwi Adriansah, mengatakan topik tentang keuangan banyak didiskusikan di Twitter. Masyarakat bisa mendapat referensi tentang topik seputar keuangan dari para ahli serta berdiskusi dengan komunitas yang memiliki ketertarikan sama.

“ Brand pun dapat menganalisa percakapan yang ada di Twitter untuk memperoleh insight menarik tentang apa yang orang pikirkan dan apa yang mereka anggap penting bagi mereka," kata Dwi lewat keterangan tertulis pada Rabu, 3 November 2021.

" Insight dari percakapan di Twitter serta dapat membantu brand menjadi lebih relevan bagi audiens mereka di Twitter,” ucap Dwi menambahkan.

Keuangan & Bisnis Jadi Bahan Perbincangan Aktif Pengguna Twitter Indonesia
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
2 dari 4 halaman

1. Percakapan tentang teknologi & keuangan

 Ilustrasi© shutterstock

Apa yang terjadi di dunia akan dibicarakan di Twitter. Jika berbicara tentang investasi, Twitter adalah tempat bagi mereka yang suka membicarakan tentang keuangan, baik itu tentang keuangan pribadi, sebagai hobi, atau diskusi antara para profesional.

Hal ini pun sejalan dengan meningkatnya volume percakapan tentang keuangan dan teknologi (+257 persen) jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadikan Twitter sebagai platform yang tepat bagi brand untuk terhubung dengan para fintech enthusiast.

3 dari 4 halaman

2. Orang-orang di Twitter lebih sadar tentang masa depan

 Ilustrasi© shutterstock

Sebanyak 50,4 persen pengguna Twitter tertarik dengan investasi. Sedangkan 72,6 persen sudah memiliki tabungan, uang tunai, atau dana pensiun sebagai investasi mereka.

Data Twitter juga menunjukkan, bahwa mereka yang menggunakan Twitter memiliki persentase lebih besar dalam menggunakan platform digital seperti perbankan online (+39 persen) dan pembayaran virtual (+27 persen) selama pandemi jika dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan Twitter.

4 dari 4 halaman

3. Menjadi relevan

Audiens keuangan di Twitter memiliki minat yang beragam: dari teknologi (82,6 persen) dan musik (80 persen), hingga film (77,1 persen) dan gawai (75,8 persen).

Ini adalah kesempatan bagi brand untuk membangun relevansi dan menjaga posisinya sebagai top-of-mind dengan menjadi bagian dari topik-topik yang diminati oleh para audiens keuangan tersebut.

Brand juga dapat memanfaatkan percakapan tentang keuangan dan bisnis di Twitter, karena sebanyak 47 persen pengguna menjadikan Twitter tempat terbaik untuk menemukan brand atau produk-produk baru melalui rekomendasi dan penilaian orang lain.

Dengan percakapan yang real-time tentang topik keuangan di Twitter, audiens dapat selalu mengikuti tren industri keuangan terkini.

Sedangkan brand dapat memanfaatkannya untuk memperoleh insight ketika akan meluncurkan produk atau kampanye baru yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan audiens mereka.

Join Dream.co.id