Penerima Subsidi Gaji Rp600 Ribu Sebulan Bertambah 1,9 Juta Orang

Dinar | Senin, 10 Agustus 2020 18:34
Penerima Subsidi Gaji Rp600 Ribu Sebulan Bertambah 1,9 Juta Orang

Reporter : Syahid Latif

Dari semula 13,8 juta calon penerima, Kemnaker menambah jumlah pegawai yang menerima subsidi gaji Rp2,4 juta menjadi 15,7 juta orang.

Dream - Pemerintah bakal menambah jumlah pegawai yang menerima subsidi bantuan insentif tambahan gaji Rp600 ribu per bulan. Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan jumlah pegawai bergaji di bawah Rp5 juta penerima insentif ini bertambah menjadi 15,7 juta.

Jumlah ini meningkat signifikan sebanyak 1,9 juta dari rencana sebelumnya 13,8 juta penerima subsidi gaji.

Dengan penambahan tersebut, anggaran bantuan sosial dari pemerintah untuk pegawai yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan juga bertmbah menjadi Rp37,7 triliun. Semula Kementerian Keuangan menganggarkan dana Rp33,1 triliun.

Ida menjelaskan, persyaratan menerima bantuan gaji tambahan yang totalnya mencapai Rp2,4 juta harus dipenuhi para tenaga kerja dan buruh. Persyaratan tersebut adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan terdaftar peserta BPJS Ketenagakerjaan.

" Dibuktikan dengan noker kartu kepesertaan, dan peserta membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah 5 juta sesui upah yang dilaporkan kepada BPJS ketenagakerjaan," imbuhnya dikutip dari Merdeka.com

 

2 dari 6 halaman

Persyaratan Penerima Subsidi Gaji

Persyaratan lainnya adalah memiliki rekening yang masih aktif. Serta tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program kartu pra kerja dan peserta membayar iuran sampai bulan Juni 2020.

" Nantinya proses penyaluran bantuan pemerintah berupa subsidi upah, oleh bank penyalur dengan memindah bukukan dana dari bank penyalur kepada rekening penerima bantuan pemerintah, melalui bank bank BUMN yang terhimpun dalam Himbara," ungkap Ida.

Kemnaker menggunakan data penerima calon bantuan upah dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang telah dilakukan verifikasi dan validasi sesuai kriteria serta persyaratan ditentukan. Selain itu, data penerima bantuan subsidi upah diambil dari batas waktu pengambilan data per tanggal 30 Juni 2020.

Ida menjelaskan data BPJS Ketenagakerjaan digunakan sebagai dasar pemberian bantuan subsidi karena dianggap paling akurat dan lengkap.(Sah)

3 dari 6 halaman

Mekanisme Pemberian Bansos Rp2,4 Juta Buat Pekerja Bergaji di Bawah Rp5Juta

Dream - Pemberiaan bantuan insentif Rp 2,4 juta kepada 13 juta tenaga kerja di sektor formal dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan semakin terang. Gaji tambahan Rp 600 ribu selama empat bulan itu akan dilakukan dalam dua tahap pada kuartal III dan IV tahun ini masing-masing Rp 1,2 juta di tiap tahap.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin (BGS) menuturkan, bantuan tersebut hanya diberikan kepada tenaga kerja formal lantaran segmen masyarakat lainnya sudah menerima insentif lain dalam bermacam bentuk.

" Memang pak presiden menyadari bahwa 29 juta rakyat termiskin sudah diberikan bermacam bantuan. Jadi contohnya PKH itu berkisar antara 600 ribu sampai 1 juta. Bansos dan kartu sembako itu Rp 200 ribu per bulan. Kemudian program untuk yang di-PHK besarannya sekitar Rp 3,6 juta dalam 4 bulan," paparnya dikutip dari Liputan6.com, Jumat 7 Agustus 2020.

" Sehingga memang diharapkan ini justru mengurangi kesenjangan sosial, karena segmen-segmen lain sudah diberikan bantuan," dia menambahkan.

4 dari 6 halaman

Gaji Tambahan Ditransfer

Pemerintah menyadari sebagian besar tenaga kerja formal kini turut kesulitan akibat wabah pandemi Covid-19. Banyak di antara mereka yang harus dirumahkan atau terkena pemotongan gaji.

" Yang belum adalah segmen tenaga kerja formal yang tidak termasuk segmen tenaga kerja informal, rakyat miskin atau di-PHK, yang belum mendapatkan bantuan karena gaji mereka dipotong," tuturnya.

Ilustrasi Pegawai Formal© Liputan6.com

Rencananya, mekanisme pemberiaan bansos Rp 2,4 juta akan disalurkan dalam dua tahap. Para pekerja yang berhak akan mendapat uang tunai yang ditransfer melalui rekening tenaga kerja milik BPJS Ketenagakerjaan.

" Kita menggunakan data resmi yang ada di BPJS. Data itu lengkap karena setiap bulan mereka membayar iurannya, dan kita juga tahu namanya siapa, bekerjanya dimana, sudah berapa lama bekerja," ungkap dia.

" Insya Allah dalam dua minggu ini kita akan bisa mengumpulkan dan memverifikasi nomor rekeningnya, sehingga dana bantuan akan langsung disampaikan secara tunai," tandasnya.

5 dari 6 halaman

Budi Gunadi mengatakan, bantuan yang diberikan kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta tersebut akan diberikan dalam dua tahap, yakni sebesar Rp 1,2 juta pada kuartal III dan IV 2020 ini.

" Kita rencananya akan memberikan Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan, dan diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dilakukan di kuartal ketiga, tahap kedua akan dilakukan di kuartal keempat," jelas Budi Gunawan.

Ilustrasi Pegawai Formal© Liputan6.com

Menurut keterangannya, pemberian bantuan sosial (bansos) tersebut akan dilakukan secara cash transfer melalui rekening tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

" Karena orang-orang ini belum di-PHK, masih terdaftar dan terbukti di BPJS Tenaga Kerja, masih bayar iurannya dengan pendapatan ekuivalen di bawah Rp 5 juta. Sebagian besar diantaranya pekerja bergaji Rp 2-3 juta," dia menambahkan.

6 dari 6 halaman

Budi Gunadi menuturkan, bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 13,8 juta tenaga kerja formal yang tercatat pada BPJS Ketenagakerjaan.

Insentif disalurkan lantaran pemerintah percaya banyak diantara mereka yang statusnya dirumahkan sementara atau terkena pemotongan gaji akibat wabah pandemi Covid-19.

" Hasil kerjasama dengan BPJS Tenaga Keeja, teridentifikasi tenaga kerja formal yang gajinya di bawah 5 juta, mayoritas Rp 2-3 juta, itu jumlahnya ada 13,8 juta. Ini di luar BUMN dan PNS yang gajinya belum dipotong," ujar dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

Join Dream.co.id