Pemerintah Kantongi Rp664 Triliun untuk Genjot Perekonomian 2020

Dinar | Selasa, 1 Desember 2020 19:46
Pemerintah Kantongi Rp664 Triliun untuk Genjot Perekonomian 2020

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Saat ini, realisasi dana PEN mencapai 62 persen.

Dream – Pemerintah menganggarkan dana Rp695 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kini, dana tersebut telah terealisasi Rp431 triliun.

“ Sampai Desember ini, masih akan ada dana yang terealisasi plus dana cadangan vaksin yang totalnya mencapai Rp664 triliun,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers virtual, Selasa 1 Desember 2020.

Dana ini, lanjut Sri Mulyani, akan mendorong perekonomian Indonesia tahun ini. “ Ini yang akan mendorong ekonomi pada bulan terakhir 2020 setelah melakukan peningkatan belanja pada kuartal III lalu,” kata dia.

Realisasi dana PEN sebesar Rp431,54 triliun atau 62,1 persen dari pagu anggaran yang sebesar Rp695,2 triliun. Rinciannya, realiasi dana PEN untuk kesehatan Rp40,32 triliun, perlindungan sosial Rp207,8 triliun, serta sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah Rp36,25 triliun.

Kemudian, realisasi dana untuk dukungan UMKM Rp98,76 triliun, insentif usaha Rp46,4 triliun, dan pembiayaan korporasi Rp2 triliun.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Ini Daftar Rp207 Triliun Dana Perlindungan Sosial Dampak Pandemi yang Terpakai

Dream – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis anggaran untuk perlindungan sosial akibat dampak pandemi Covid-19 akan terserap 100 persen sampai akhir tahun 2020. Anggaran tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sedang digencarkan pemerintah.  

“ Sampai Desember kemungkinan 100 persen akan bisa teralisasir karena memang masyarat yang membutuhkan, sesuai yang sudah diidentifikasikan dan datangya, akan mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut."  kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Senin 30 November 2020.

Sri Mulyani bantuan sosial yang akan diberikan tersebut di antaranya berupa program keluarga harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai, dana desa, kartu prakerja, dan diskon listrik. Tak hanya itu, ada juga bantuan berupa beras serta subsidi gaji dan kuota internet.

 

Ini Daftar Rp207 Triliun Dana Perlindungan Sosial Dampak Pandemi yang Terpakai© Dream

 

Data per 24 November 2020, anggaran perlindungan sosial dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah terealisasi Rp207,8 triliun. Atau, 88,9 persen dari total anggaran Rp233,69 triliun.

“ Diharapkan bisa membantu masyarakat kita dari dampak pandemi Covid-19 dengan adanya bantuan pemerintah,” kata dia.

Menghadapi pandemik Covid-19, pemerintah diketahui telah mengganggarkan dana pemulihan ekonomi dengan total mencapai Rp 695 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk tiga bidang utama yaitu kesehatan, perlidungan sosial, serta sektoral Kementerian dan Lembaga serta Pemerintah Daerah. 

Berikut adalah alokasi anggaran perlindungan sosial yang sudah dikeluarkan pemerintah:

1. Program Keluarga Harapan (PKH) Rp41,97 triliun untuk 10 juta,
2. Sambako dan Bantuan Tunai Sembako Rp47,09 triliun (19,2 juta keluarga dan 9 juta keluarga)
3. Bantuan sosial warga di Jabodetabek Rp7,10 triliun (1,9 juta keluarga)
4. Bansos Non-Jabodetabek Rp33,10 triliun (9,2 juta keluarg)
5. BLT Dana desan Rp 31,8 triliun (8 juta keluarga), 
6. Diskon listrik Rp11,62 triiliun (31,4 juta rumah tangga), 
7. Kartu prakerja Rp20 triliun (5,6 juta orang),
8. Bantuan subsidi gaji Kemnaker Rp 29,85 triliun (12,4 juta orang), 
9. Bantuan Gaji Guru Honorer Kemendikbud Rp2,94 tirliun (1,6 juta guru), 
10. Bantuan Gaji Guru Honorer Kemendikbud Rp1,56 triliun (0,8 juta guru), 
11. Subsidi kuota internet Kemendikbud Rp5,5 triliun (5 juta siswa, 5,3 juta mahasiswa, dan 2,9 juta Tenaga didik), 
12. Subsidi Kuota INternet Siswa, mahasiswa, dan Guru Kemenag Rp1,16 tirliun (9,96 juta siswa, 1,12 juta mahasiswa) 

 

 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 5 halaman

UMKM Menjadi Kunci Penguatan Ekonomi Nasional

Dream – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa menjadi kunci kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, karakteristik ekonomi Indonesia adalah banyaknya usaha di sektor UMKM.

“ Karakteristik ekonomi Indonesia adalah besarnya ekonomi umat. Maka sektor UMKM yang menjadi pendorong utama,” kata Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin, dalam Webinar Series Indonesia Islamic Festival (IIEFEST) 2020, ditulis Jumat 27 November 2020.

 

UMKM Menjadi Kunci Penguatan Ekonomi Nasional© Dream

 

Selama ini UMKM berkontribusi 97 persen penyerapan tenaga kerja nasional, 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB), 58 persen total investasi, dan 14 persen ekspor. UMKM juga mencakup 99 persen dari unit usaha di Indonesia.

“ Pengembangan UMKM juga termasuk dalam proritas pengembangan ekonomi syariah,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Sektor UMKM Harus Diperkuat

Ma’ruf mengatakan UMKM syariah, terutama yang melayani kebutuhan dasar masyarakat, harus diperkuat dalam krisis ekonomi. Sekadar informasi, sektor ini menjadi yang paling terimbas pandemi Covid-19.

Misalnya, memperluas pangsa pasar dan memasarkan produk secara efisien.

Salah satu inisiatif yang diambil adalah mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk UMKM. Berbagai marketplace telah memfasilitasi UMKM untuk memasarkan produknya.

“ Hasil survei Bank Dunia menunjukkan UMKM yang memanfaatkan teknologi digital mengalami penurunan (bisnis) lebih kecil daripada mereka yang tidak memasarkan secara online,” kata dia.  

5 dari 5 halaman

Terdampak Covid-19, Ekonomi Syariah Tak Separah Konvensional

Dream – Ekonomi syariah turut terdampak pandemi Covid-19. Namun, dampaknya tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan perekonomian konvensional.

“ Menurut State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, perlambatan ekonomi syariah global tidak separah pertumbuhan ekonomi konvensional global secara keseluruhan,” kata Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, dalam Indonesia Islamic Festival (IIFEST) 2020 Webinar Series, Kamis 26 November 2020.

Wapres menyampaikan perekonomian global mengalami kontraksi sekitar 5,2 persen sejak pandemik Covid-19 muncul. Sebaliknya perekonomian syariah di dunia hanya mengalami pertumbuhan minus 2,5 persen.

Dari berbagai bidang usaha syariah dunia tercatat sektor makanan dan minuman halal terkontraksi 0,2 persen, kosmetik halal 2,5 persen, dan fesyen Muslim 2,9 persen.

 

Terdampak Covid-19, Ekonomi Syariah Tak Separah Konvensional© Dream

 

Meskipun tumbuh negatif, Wapres melihat permintaan produk halal masih harus dimanfaatkan pelaku usaha syariah. Sebelum pandemi, kata dia, perkiraan pasar halal global mencapai US$3,2 triliun pada 2024. Lalu, setelah pandemi, diprediksi pasar halal mencapai US$2,4 triliun pada 2024.

“ Peluang ini harus dimanfaatkan untuk membantu perekonomian nasional,” kata Ma’ruf.

Dia mencontohkan Indonesia menjadi konsumen terbesar produk halal dunia yang senilai US$214 miliar untuk makanan dan minuman halal. Sementara itu, kontribusi ekspor makanan halal baru 3,8 persen dari pasar dunia. Padahal, ekspor produk halal masih didominasi negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim.

“ Selain mengisi pasar domestik, (ekspor produk halal) untuk memperluas perdagangan global,” kata dia.

 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id