Totalitas Lelaki Penjual Busana Online, Dijamin Ukuran Pas tapi....

Dinar | Senin, 28 Januari 2019 14:15
Totalitas Lelaki Penjual Busana Online, Dijamin Ukuran Pas tapi....

Reporter : Cynthia Amanda Male

Kita sering meminta foto baju yang hendak dibeli secara online.

Dream – Salah satu ketakutan orang membeli pakaian lewat platform e-Commerce adalah ukuran yang tak sesuai. Ada kalanya ukuran S, M, atau L yang dipasang ternyata lebih besar atau kecil dari ukuran biasanya. 

Namun pembeli di situs ini dijamin bebas dari rasa khawatir itu. Si penjual dengan senang hati akan menunjukan ukuran dari pakaian yang dipesan. Tapi jangan perhatikan wajah pembelinya.

Si penjual pakaian online itu seorang lelaki. Tappi dia takkan segan memakai gaun agar konsumen bisa melihat produknya dengan jelas.

Dikutip dari World of Buzz, Senin 28 Januari 2019, pria pemilik akun Shop739960 di AliExpress ini mengirimkan fotonya sendiri dengan memakai gaun wanita. Foto asli ini diunggah di grup Facebook bernama “ AliExpress and Ebay Lovers” oleh Andreea Patriche. Foto itu diunggah kembali ke Reddit.

 Usahanya total banget, ya?

(Foto: World of Buzz)

Dikatakan bahwa Patriche sedang mencari gaun untuk pesta kelulusan dan pernikahan. Harganya sekitar Rp1,43 juta di AliExpress.

“ Jadi, saya meminta foto yang lebih jelas dan penjualnya mengirimkan foto-fotonya sedang mencoba pakaian tersebut,” kata dia.

 Ini tampilan gaunnya.

(Foto: World of Buzz)

Penjual pakaian itu terlihat kece dengan dress backless berbahan chiffon berbagai warna dan memperlihatkannya di hadapan kamera.

Unggahan tersebut cukup mencuri perhatian warganet dan berhasil memperoleh 500 komentar. Tapi, sayangnya dress tersebut sudah tidak dijual lagi di tokonya. Dan kamu masih bisa melihat koleksi lainnya di toko yang sama.

 Penjual ini menjajakan gaun malam secara online.

(Foto: World of Buzz)

Semoga ia sukses dalam berbisnis dengan keuletannya ya!

2 dari 3 halaman

Belanja Online Pakaian Dalam Bekas, Ternyata Si Wanita...

Dream - Seperti halnya di dunia nyata, dunia bisnis online juga memiliki kisah buruk.

Seperti kisah kali ini yang menceritakan pengalaman menjijikkan seorang muslimah asal Malaysia bernama Nurul, saat melayani pelanggan di toko busana muslim online miliknya di Facebook.

Dia awalnya melayani pelanggan bernama Anisa seperti biasanya. Setelah berbasa-basi, Anisa menanyakan apakah Nurul menjual pakaian dalam yang bekas. 

" Mau tanya, apa jual celana dalam bekas. Itu untuk saya pakai sendiri," kata Anisa.

Tentu saja Nurul kaget karena di tokonya hanya menyediakan jubah, niqab, dan perlengkapan busana muslim saja.

" Aih? Katanya mau jubah, kenapa celana dalam," balas Nurul.

Anisa mengaku celana dalam itu digunakan untuk dirinya sendiri agar bisa cepat dapat anak.

Dia kemudian menambahkan ada ustazah yang bilang jika ingin cepat dapat anak harus memakai celana dalam bekas orang. Tapi celana dalam muslimah saja.

" Karena pakai niqab, Nurul pasti muslimah sejati," kata Anisa beralasan. (ism) 

3 dari 3 halaman

Survei: Belanja Online, Orang Indonesia Butuh Mikir Sejam

Dream – Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2016 telah berakhir. Selama periode diskon besar-besar tiga hari itu, sejumlah lembaga turut mensurvei perilaku belanja masyarakat Indonesia.

Salah satunya lembaga yang melakukan survei tersebut adalah portal e-commerce, Shopback.

Country General Manager Shopback Indonesia, Indra Yonathan, mengatakan, hasil survei menunjukan seorang konsumen di Indonesia bisa menghabiskan waktu hingga lebih dari 1 jam untuk berbelanja online selama momen tersebut.

Sementara, konsumen memerlukan waktu paling singkat untuk belanja selama 1-5 menit.

“ Meskipun tidak terlalu dominan, konsumen yang menghabiskan waktu berbelanja di atas 1 jam ini jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan konsumen yang menghabiskan waktu berbelanja lebih cepat,” kata Indra di Jakarta, Senin  19 Desember 2016.

Dia mengatakan konsumen membutuhkan waktu lama saat berbelanja. Rata-rata produk yang dibeli adalah barang yang dibutuhkan dan penuh pertimbangan dan perbandingan, seperti belanja, laptop, smartphone, dan wisata. Dalam waktu 1 jam, konsumen bisa mengunjungi 3-4 toko online. Ada juga konsumen yang mengunjungi toko online lebih dari 10 toko.

Untuk nilai transaksi, setiap konsumen merogoh kocek Rp500 ribu-Rp1 juta untuk belanja online. Produk yang masih menjadi primadona adalah fesyen, gawai, aksesori, dan alat rumah tangga.

“ Berdasarkan survei dan temuan yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa konsumen menyambut positif dan memiliki minat yang tinggi terhadap penyelenggaraan Harbolnas sebagai kegiatan tahunan,” kata dia.

(Sah/Laporan: Sartika Septiana)

[crosslink_1]

Dari Jakarta Hingga Bekasi, Ini Situasi Pemukiman yang Terkena Dampak Banjir
Join Dream.co.id