Inovasi Baru Kredivo, 'Zero Click Checkout'

Dinar | Rabu, 21 Agustus 2019 06:24
Inovasi Baru Kredivo, 'Zero Click Checkout'

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Platform Kredivo mempermudah pelanggannya bertransaksi pembayaran digital.

Dream – Kredivo mempermudah pelanggannya untuk melakukan transaksi pembayaran digital. Layanan e-commerce checkout dan pemberi pinjaman digital ini melakukan inovasi pembayaran dengan zero click checkout. Cara ini diklaim lebih cepat dan lebih sederhana.

Cofounder dan CEO FinAccel, Akshay Garg, mengatakan pihaknya membuat inovasi ini karena ingin mempermudah pelanggan dalam bertransaksi.

" Kami menciptakan sistem tokenisasi yang praktis dan aman, (yang) memungkinkan konsumen tetap melakukan checkout jauh lebih mudah dan cepat daripada sebelumnya," kata Grag di Jakarta, Selasa 20 Agustus 2019.

Garg mengharapkan pengguna bisa lebih sering bertransaksi dengan fitur zero click checkout.

“ Dengan mengadopsi zero-click, kami berharap pengguna akan bertransaksi lebih sering dengan tingkat keamanan yang tetap terjaga,” kata dia.

Grag menjelaskan, fitur ini memungkinkan pengguna untuk membeli barang di e-commerce secara instan.

Saat proses ini terjadi, pengguna hanya perlu memilih metode pembayaran dalam sekejap dengan kredensial uang yang sudah disimpan di dalam keranjang.

Fitur itu, kata dia, sudah aktif di Tokopedia dan akan diterapkan di platform e-commerce lainnya secara bertahap.

(ism, Laporan: Vika Novianti Umar)

2 dari 6 halaman

Terbesar di Asia Tenggara, Transaksi Belanja Online di Indonesia Rp29 Triliun

Dream – Persaingan platform e-commerce di Indonesia pada akhir 2018 masih menarik perhatian banyak orang. Pendanaan baru dan kolaborasi dengan perusahaan e-money menjadi topik paling hangat dalam industri ini.

Belum lagi, promo cashback dan end year sale juga menambah daya tarik untuk berbelanja online.

Dikutip dari keterangan tertulis iPrice, Kamis 31 Januari 2019, laporan Google Temasek menunjukkan transaksi online di Indonesia masih menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Penjualannya pada 2018 mencapai US$2,7 miliar, atau sekitar Rp29,68 triliun.

Momen Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember 2018 mencetak penjualan Rp6,8 triliun. Meningkat Rp2,1 triliun dari tahun 2017. Meskipun belum mencapai target yang diharapkan, jumlah ini berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan keseluruhan di online market Indonesia.

Penawaran cashback melalui penggunaan e-wallet yang ditawarkan oleh e-commerce di Indonesia mampu meningkatkan antusiasisme penggunaan e-wallet di Indonesia dari 11% dari tahun 2017 menjadi 15 persen pada tahun 2018. Penawaran jutaan produk, kemudahan bertransaksi, serta jaringan logistik yang luas menjadikan e-commerce di Asia Tenggara berkembang pesat.

Tiga e-commerce regional terbesar, yakni Lazada, Shopee, dan Tokopedia, berhasil melebarkan market mereka hingga tujuh kali lipat dari tahun 2015.

3 dari 6 halaman

Tokopedia Paling Banyak Dikunjungi

Tokopedia kembali menjadi e-commerce dengan rata-rata pengunjung website terbanyak, yakni sebesar 168 juta kunjungan. Jumlahnya meningkat hampir 10 persen dari kuartal sebelumnya.

Ada dua hal yang membuat Tokopedia semakin diminati. Pertama, kerja sama antara OVO dan Tokopedia yang memberikan kemudahan bagi penggemar e-commerce lokal untuk melakukan transaksi melalui OVO cash dan OVO points.

Di samping itu, investasi sebesar US$1,1miliar (Rp15,55 triliun) dari SoftBank pada akhir tahun ini menjadikan Tokopedia termasuk sebagai salah satu perusahaan e-commerce berlabel unicorn di Indonesia bersama dengan Bukalapak, Gojek, dan Traveloka.

Posisi ke dua ada Bukalapak. E-commerce ini membukukan kunjungan situs sebanyak 116 juta pada kuartal IV 2018. Perusahaan ini berhasil meningkatkan pengunjungnya sebesar 20 juta sejak kuartal ke tiga.

Shopee dan Lazada sebagai e-commerce regional menduduki posisi ke-3 dan ke-4 di Indonesia. Pengunjung website Shopee meningkat sebesar 29 juta disusul oleh Lazada yang meningkat sebesar 22 juta dari kuartal sebelumnya. Sementara itu, pasar onlineAsia Tenggara masih dikuasai oleh Lazada dengan 25 persen dari total market sharee-commerce.

Blibli, e-commerce lokal yang bergerak sejak 2010 di bawah anak perusahaan Grup Djarum dan Bank Central Asia (BCA), menunjukan posisi stabil di 5 besar padakuartal ini. Sepertiperusahaan lain, jumlah kunjungan ke web Blibli juga meningkat sebesar 12 juta di kuartal IV.

4 dari 6 halaman

Shopee Rajai AppStore dan Playstore

Shopee Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama di AppStore dan Playstore sepanjang periode Q4 2018, berdasarkan data yang dihimpun dari AppAnnie. E-commerce ini menggunakan dua strategi agar bisa bertengger di posisi teratas mobile apps kategori shopping atau e-commerce.

Pertama, promo akhir tahun Shopee dengan tema Harbolnas 11:11 dan 12:12 Birthday Sale yang menawarkan flash sale dan cash back hingga 120 persen. Penjualan pada saat Harbolnas diketahui menembus angkat 11 juta pemesanan dengan 40 persen pemesanan berasal dari Shopee Indonesia. Strategi marketplace berbasis mobile-app yang ditawarkan oleh e-commerce ini sukses memberikan pengalaman berbelanja online lebih efisien dan interaktif.

Kedua, promo gratis ongkir dan flash sale,menjadi daya tarik lebihbanyakorang Indonesia untuk berbelanja di platform tersebut. Dua strategi ini juga berdampak positif pada jumlah kunjungan web Shoppe. Menurut data di SimilarWeb pengunjung website Shopee meningkat sebesar 52 persen dari kuartal sebelumnya.

Aplikasi Tokopedia tetap konsisten menempati peringkat 2, baik di Appstore maupun Playstore.

Sedangkan Lazada yang sebelumnya di bawah Bukapalak, kali ini berhasil menyalip di Appstore dan berhasil memasuki top 3 e-commerce apps.

5 dari 6 halaman

Kasihan! Wanita Ini Suka Belanja Online Saat Sedang Tertidur

Dream – Seorang ibu tiga anak ini nyaris terbelit utang yang besar. Sebab, wanita ini sering berbelanja online ketika berjalan sambil tidur!

Dikutip dari World of Buzz, Minggu 19 Mei 2019, perempuan bernama Kelly Snipes ini berjuang dengan kondisinya sejak kecil. Malah, sindrom berjalan sambil tidur tak hilang ketika dewasa.

Fox News mengabarkan perempuan asal Essex, Inggris, mengatakan kondisi itu membuatnya belanja barang-barang acak ketika tertidur. Apalagi nomor kartu kredit telah tersimpan di sistem. Jadi, pengecekan barang bisa mempermudahnya untuk belanja.

Pernah suatu ketika Snipes belanja 58 poundsterling (Rp1,07 juta) untuk membeli biskuit dan beberapa poundsterling untuk membeli kue manis. Yang paling parah dia nyaris membeli lapangan basket.

Wanita berusia 37 tahun ini tersadar ketika melihat sebuah truk muncul di rumah untuk memasang lapangan. Untuk menghindari utang serius, Snipes mengembalikan semua barang, termasuk lapangan basket.

6 dari 6 halaman

Pernah Overdosis

Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo
Join Dream.co.id