Suhu Panas Ekstrem, Pekerja Arab Wajib Istirahat 3 Jam

Dinar | Selasa, 17 Juni 2014 11:12
Suhu Panas Ekstrem, Pekerja Arab Wajib Istirahat 3 Jam

Reporter : Syahid Latif

Panas terik yang melanda negara teluk membuat pemerinth setempat memberikan jam istirahat lebih panjang.

Dream - Sengatan hawa panas yang kemungkinan melanda negara-negara di kawasan teluk selama bulan Puasa ditanggapi serius pemerintah. Di bawah ketentuan baru, para pekerja lapangan dilarang bekerja selama tiga jam berturut-turut mulai pukul 12.00 hingga 15.00 waktu setempat.

Kebijakan ini dibuat untuk memastikan keselamatan pekerja yang banyak di antaranya menderita kelelahan.

Menteri Perburuhan Uni Emirat Arab (UEA), Ali Al Kaabi mengungkapkan kebijakan larangan pekerjaan lapangan ini mulai berlaku sejak 15 Juni sampai 15 September selama periode puncak panas dari antara pukul 12.30 dan 15.00 sore.

Arab Saudi dan negara-negara Teluk lain juga mulai menegakkan larangan serupa. Bagi perusahaan yang ketahuan melanggar ketentuan tersebut, pemerintah menjamin akan memberikan hukuman yang sangat berat.

Di bawah keputusan di UEA, perusahaan yang melanggar akan didenda 10.000 dirham dan status visa pekerja diturunkan selama tiga bulan.

Jika pelanggaran kembali dilakukan, perusahaan harus berhadapan dengan denda 20,000 dan 30,000 dirhan dengan status visa pekerja dipotong untuk jangka waktu yang lebih lama lagi.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan akan menyebarkan ratusan pengawas di UEA untuk memastikan perusahaan atau individu menaati aturan dan mendidik pekerja memperoleh perlindungan kerja.

Di Arab Saudi, aturan berlaku sama dengan di UEA yakni antara 15 Juni hingga 15 September. Dan memperingatkan perusahaan bisa menghadapi penutupan selamanya jika diketahui sering melanggar. Untuk pelanggaran pertama, perusahaan-perusahaan akan didenda hingga 10,000 riyal dan kemungkinan ditutup selama satu bulan jika melakukan pelanggaran kedua.

Jika pelanggaran dilakukan lebih dari tiga kali, besar kemungkinan perusahaan itu akan ditutup selamanya.

Oman dan negara-negara Teluk lain juga mulai menerapkan larangan bekerja di jam-jam tertentu di musim panas. Hal itu setelah wilayah Teluk dan sekitarnya diserang gelombang panas dan sengatan matahari yang terus-menerus. (Ism)

Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham
Join Dream.co.id