Bisnis Kosmetik Halal India Jadi `Idola` Baru

Dinar | Selasa, 8 Agustus 2017 11:28
Bisnis Kosmetik Halal India Jadi `Idola` Baru

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Potensi pasar halal di India, disebut-sebut terbesar kedua setelah Indonesia.

Dream - Pelaku usaha manufaktur melirik pasar halal di India. Khususnya untuk kosmetik halal. Hal ini berdasarkan kajian badan akreditasi berbasis di Uni Emirat Arab, International Halal Accreditation Forum.

Dilansir dari Salaam Gateway, Selasa 8 Agustus 2017, International Halal Accreditation Forum (IHAF) menilai India termasuk pasar potensial untuk produk halal, termasuk kosmetik halal.

Pada tahun 2015, nilai penjualan kosmetik di India mencapai US$43 miliar (Rp573,24 triliun) dan penjualan kosmetik kepada konsumen Muslim mencapai US$4,2 miliar (Rp55,9 triliun).

Tercatat ada 170 juta masyarakat yang beragama Islam di India. Ini bisa dikatakan, India merupakan negara dengan penduduk Muslim  terbanyak kedua di dunia, setelah Indonesia. Bahkan, India diprediksi memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia pada 2050, menurut Pew Research Center. 

Sekretaris Jenderal IHAF, Moh Saleh Badri mengatakan, forum ini telah menadatangani perjanjian keanggotaan dengan India pada awal tahun ini. Badan ini memang membantu 22 negara untuk membantu merancang standardidasi produk halal. 

" Didorong oleh misi kami untuk menyeragamkan industri halal dunia dan mendobrak penghalang perdagangan, IHAF siap untuk mendukung India dalam membangun infrastruktur halal," kata Saleh.

Sertifikasi halal untuk kosmetik ini pada dasarnya untuk konsumen Muslim. Akan tetapi, permintaan produk kosmetik halal dari konsumen non-Muslim juga meningkat. 

Sebuah kajian dari AMust menunjukkan, kesadaran konsumen Muslim di India akan kosmetik halal, masih kurang. Ada kemungkinan kosmetik yang beredar di India masih mengandung produk haram. 

" Sebagai tambahan, skandal fraud halal bisa mengganggu kepercayaan konsumen. Sertifikasi halal sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen Muslim," kata kajian tersebut.

Badri mengatakan tujuan sertifikasi halal adalah meyakinkan kehalalan produk kepada konsumen Muslim yang ingin membeli produk halal.

“ Suatu saat nanti, mereka akan melihat satu stempel halal yang berlaku universal di produk/jasa di mana pun mereka berada,” kata dia. (ism) 

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id