Ditekuk Oline Shop, Ritel Sepatu Berumur 63 Tahun Terancam Bangkrut

Dinar | Selasa, 12 Februari 2019 11:44
Ditekuk Oline Shop, Ritel Sepatu Berumur 63 Tahun Terancam Bangkrut

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ritel ini juga mencari pendanaan baru untuk selamat dari kebangkrutan.

Dream – Biasanya perusahaan akan mengalami kebangkrutan sekali dalam seumur hidup. Pebisnis akan menjajal bisnis di bidang lain sambil berharap keberutungan berpihak kepadanya. 

Namun kejadian yang dialami sebuah perusahaan ritek toko sepatu di Amerika Serikat ini cukup unik. Masih bisa menghindar di tahun 2017, peritel ini terancam mengalami kebangkrutan untuk kali kedua. 

Paylessb ShoeSource Inc dikabarkan siap-siap masuk masa kebangkrutan keduanya setelah melayangkan permohonan pailit ke pengadilan. Ritel took sepatu ini berencana untuk mengencangkan ikat pinggang dengan memangkas jumlah rantai toko sepatu.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa 12 Februari 2019, ritel ini sedang mencari pinjaman untuk melewati masa suram ini dan mendiskusikan rencana untuk menutup sebagian besar tokonya. Kemungkinan besar, toko-toko yang akan ditutup itu ada di Amerika Utara, kata sumber.

Ketika ditanya tentang kabar ini, perwakilan Payless di Kansas, Amerika Serikat, menolak untuk berkomentar.

Perusahaan ini disebut-sebut menjadi ritel yang terbaru dalam gelombang kebangkrutan ritel selama dua tahun terakhir. Perusahaan ritel tumbang karena kalah saing dengan online. Selain kalah bersaing, ritel seperti Toys “ R” Us dan Sears, juga terlilit utang besar.

Setengah lusin ritel di Paman Sam, gulung tikar, seperti Shopko, FullBeauty Brands, Charlotte Russe, Things Remembered dan Gymboree. Peritel terakhir sudah dua kali mencari perlindungan pengadilan bulan lalu dan melikuidasi sebagian besar bisnisnya.

2 dari 2 halaman

Ritel Sepatu yang Berdiri Sejak 1956

Sekadar informasi, Payless yang beroperasi sejak 1956 didirikan untuk menjual sepatu dengan harga terjangkau di pasar swalayan. Malah, ritel ini disebut-sebut sebagai jaringan sepatu terbesar di daerah Barat Amerika.

Kini, perusahaan itu sedang berjuang untuk mengelola utang yang diambil sejak 2012 oleh Golden Gate Capital dan Blum Capital Partners. Payless mengajukan perlindungan kebangkrutan pada April 2017.

Payless muncul dengan toko yang jumlahnya lebih sedikit, mengurangi utang hingga setengahnya, dan kreditor memiliki perusahaan.

Ritel ini mengoperasikan 3.600 outlet di seluruh dunia dan mempekerjakan lebih dari 18 ribu orang. Menurut situsnya, ada 2.700 toko di Amerika Utara.

Payless didirikan pada tahun 1956 dengan tujuan menjual sepatu terjangkau dalam suasana swalayan dan mengatakan itu adalah rantai sepatu khusus terbesar di Belahan Barat.

Perusahaan ini berjuang untuk mengelola utang yang diambil dalam pembelian pada leveraged 2012 oleh Golden Gate Capital dan Blum Capital Partners, mengajukan perlindungan kebangkrutan pada April 2017.

Perusahaan itu muncul dengan lebih sedikit toko, pengurangan utang menjadi setengahnya dan kreditor memiliki perusahaan. Rantai ini mempekerjakan lebih dari 18.000 di seluruh dunia dan mengoperasikan sekitar 3.600 outlet di seluruh dunia, menurut situs webnya, dengan lebih dari 2.700 di Amerika Utara.(Sah)

Summer Style 2019
Join Dream.co.id