Pandemik Covid-19 Momentum Wujudkan Merger Bank Syariah BUMN

Dinar | Kamis, 16 Juli 2020 19:12
Pandemik Covid-19 Momentum Wujudkan Merger Bank Syariah BUMN

Reporter : Syahid Latif

Konsep bagi hasil yang diterapkan bank syariah bisa membantu perekonomian nasional.

Dream - Kondisi pandemik Covid-19 yang sedang melanda Indonesia diyakini bisa menjadi momentum untuk mewujudkan merger bank syariah di Tanah Air. Aksi korporasi ini dianggap tepat karena bisa membantu memperkuat kondolidasi dan kerja sama secara nyata.

Lebih jauh, merger bank syariah pelat merah ini bisa menjadi langkah tepat untuk memperkuat ekonomi syariah di Indonesia.

Keyakinan itu disampaikan Anggota Komisi XI DPR-RI, Mukhamad Misbakhun dalam keterangan tertulisnya. Menurutnya, merger bank syariah BUMN akan membuat kinerja perbankan syariah menjadi lebih baik dan efisien dengan indikator peningkatan market share perbankan syariah di Indonesia.

“ Dalam pandangan saya, upaya merger semua bank syariah BUMN adalah upaya konsolidasi yang bagus dalam posisi saat ini, di mana pemerintah sebagai pemegang saham harus melakukan konsolidasi semua lini bisnis berdasarkan core competence sesuai lini dan bidang usaha untuk mencapai kinerja yang bagus dan efisien,” nilai Misbakhun.

Menurut Misbkahun, kondisi perekonomian yang tidak menentu akibat pandemik Covid-19 seperti sekarang bisa menjadi momentum bagi bank syariah BUMN bekerja secara maksimal dengan konsep bagi hasilnya. Konsep ini diyakini bisa memberikan manfaat untuk semua pihak, baik perbankan dan masyarakat.

“ Momentum pandemi Covid-19 adalah saat yang tepat untuk melakukan upaya konsolidasi itu mengingat kondisi sektor keuangan dan perbankan mengalami situasi yang berat dan harus ada upaya yang sungguh-sungguh dan nyata,” sebutnya.

 

2 dari 3 halaman

Bank Syariah Masih Kalah Jauh dari Konvensional

 Mukhamad Misbakhun Anggota DPR© istimewa

(Mukhamad Misbakhun, Anggota DPR Komisi XI)

Dari catatat Misbakhun, penetrasi perbankan syariah di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan perbankan konvensional. Saat ini market share perbankan syariah masih di kisaran 6 persen, pembiayaan 6,38 persen, dana pihak ketiga 6,7 persen.

Sementara total aset seluruh bank syariah itu baru mencapai Rp 537 triliun atau jauh di bawah bank konvensional yang sudah mencapai Rp 8.402 triliun.

 

3 dari 3 halaman

Ada Peluang Bank Syariah Tumbuh Besar

Meski demikian, Misbakhun melihat adanya peluang bagi perbankan syariah untuk terus tumbuh, apalagi dari sisi pertumbuhan aset perbankan syariah selalu di angka 2 digit tiap tahunnya.

“ Dengan adanya penggabungan semua bank syariah milik BUMN maka diharapkan adanya bank syariah BUMN yang tunggal akan memperkuat industri perbankan syariah dan makin memperkuat pembiyaan ekonomi berbasis syariah di Indonesia,” pungkasnya.

Seperti diketahui wacana melakukan rencana merger bank syariah BUMN pernah digulirkan menteri BUMN Erick Thohir. Orang nomor satu BUMN itu meyakini bergabungnya bank-bank syariah BUMN akan membuka opsi-opsi pendanaan yang lebih luas di dalam negeri. Merger ini akan dilakukan rencananya pada kuartal pertama 2021.

Join Dream.co.id