Pandemi Corona Jadi Momentum Kerek Kemandirian Pangan

Dinar | Jumat, 5 Juni 2020 19:36
Pandemi Corona Jadi Momentum Kerek Kemandirian Pangan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Selama pandemi ini, sektor pertanian harus diperhatikan serius.

Dream – Pandemi corona membuka kemungkinan negara akan menahan stok pangan. Ini menjadi momentum untuk meningkatkan kemandirian pangan.

“ Ini butuh effort yang besar dalam jangka pendek,” kata Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, dalam Webinar “ Prediksi Berbasis Skenario terhadap Situasi Ekonomi dan Pangan di Indonesia Akibat Covid-19: Pendekatan CGE”, Jumat 5 Juni 2020.

Arif mengatakan, sektor pertanian harus diselamatkan agar bisa menjadi potential winners. Dengan begitu, sektor ini bisa menyerap tenaga kerja serta bisa meningkatkan produktivitas dan kebutuhan pangan.

Jika tidak tanggap dan tak ada stimulus untuk membangkitkan usaha produksi di lapangan, sektor ini akan menjadi potential loser.

Terlebih, masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat mobilitas dan distribusi pangan agak terganggu. “ Kalau dibiarkan, akan terdampak signifikan di lapangan,” kata dia.

Arif melanjutkan, pasokan pangan pada Agustus-Desember 2020 harus diperhatikan agar tidak terjadi krisis. “ Kami yakin ada langkah preventif untuk keluar dari krisis dan masuk ke New Normal,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Harga Jahe Sampai Kunyit Meroket, Mendag Angkat Bicara

Dream - Sejumlah harga bahan baku pangan kembali melonjak. Misalnya rempah-rempah seperti jahe, temulawak, dan kunyit.

Kandungan curcumin di tiga rempah-rempah itu dinilai bisa menangkal virus corona. 

Dikutip dari Liputan6.com, Kamis 5 Maret 2020, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengaku belum mengetahui harga rempah-rempah tradisional mengalami kenaikan.

 

 Harga Jahe Sampai Kunyit Meroket, Mendag Angkat Bicara© Dream



" Ya nanti, itu akan kita lihat, saya rasa itu enggak ada yang (naik)," kata Agus di Jakarta.

Dia mengatakan bahan baku pangan tetap akan digalakkan produksinya. Lalu akan terus dipantau hambatan dan diprioritaskan.

" Ini juga kan dalam pantauan," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com)

3 dari 6 halaman

Jahe Merah, Kunyit, dan Temulawak Diburu Warga, Harga Lebih Mahal dari Ayam!

Dream - Munculnya wabah virus corona di Indonesia membuat masyarakat melindungi diri dengan menjaga ketahanan tubuh. Salah satu yang diburu adalah minuman tradisional berbahan rempah-rempah yang diyakini bisa menjaga tubuh selalu bugar. 

Sejumlah bahan rempah seperti jahe merha, kunyit, temulawak langsung menjadi buruan masyarakat. Permintaan yang melonjak tinggi itu membuat harga rempah-rempah tersebut meroket tajam.

Saking tingginya, harga jahe merah, kunyit, dan temulawak melampaui harga jual ayam potong per kilogram. 

“ Sekarang jahe merah, kunyit, dan temulawak jadi rebutan. Khususnya jahe merah, nih, stok pada habis,” kata seorang pedagang di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Rokhmat, kepada Merdeka.com, Kamis 5 Maret 2020.

 

 Jahe Merah, Kunyit, dan Temulawak Diburu Warga, Harga Lebih Mahal dari Ayam!© Dream



Rokhmat mengatakan harga jahe merah meroket dari Rp40 ribu per kg menjadi Rp90 ribu. Harga kunyit juga melonjak dari Rp25 ribu per kg menjadi Rp35 ribu per kg. 

Kenaikan dua kali lipat juga terjadi pada temulawak. Rempah ini dijual dari Rp20 ribu per kg menjadi Rp40 ribu per kg.

Harga rempah-rempah ini melebihi ayam potong senilai Rp28 ribu per kg. 

“ Jahe merah paling tinggi (kenaikannya),” kata dia.

4 dari 6 halaman

Permintaan Tinggi

Rokhmat mengatakan kenaikan harga terjadi disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat yang tak diimbangi dengan jumlah persediaan yang ada. Biasanya sehari habis 10 kg untuk jahe merah, kunyit, dan temulawak.

“ Sekarang bisa 25 kiloan,” kata dia. 

Tingginya harga rempah-rempah dikeluhkan sejumlah pembeli. Seperti Sari yang merupakan seorang ibu rumah tangga, yang memilih untuk mengurangi jumlah pembeliannya agar dapat menghemat biaya pengeluarannya sehari-hari.

Sari berharap agar pemerintah dapat menekan harga jual Jahe merah, kunyit, maupun temulawak, karena ke tiga bahan pangan tersebut merupakan bahan yang sering di konsumsi masyarakat. 

" Ya segera turun, kan kita ini gunakan buat masak sehari-hari,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Jahe, Kunyit dan Temulawak Kini Diburu di Online Shop

Dream - Jahe, kunyit dan temulawak merupakan tiga jenis bahan dapur yang mendadak diserbu akibat virus corona. Masyarakat Indonesia meyakini ketiga rempah tersebut bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Penyerbuan bahan rempah ini tidak hanya terjadi di pasar tradisional, tukang sayur atau swalayan. Masyarakat di tanah air juga mulai banyak yang berburu jahe merah, kunyit, dan temulawak di pasar online.

Salah satu mitra community based e-commerce Chilibeli, Aliiya, mengungkapkan banyak ibu rumah tangga di sekitarnya yang menyerbu bahan tersebut.

" Iya (diserbu), sampai stok habis ya. Jahe merah, temulawak," tuturnya dalam Konferensi Pers Chilibeli Hadirkan Solusi Cerdas Berdayakan Ibu Rumah Tangga di UnionSpace, Jakarta Selatan, Kamis 5 Maret 2020.

 Konferensi Pers Chilibeli Hadirkan Solusi Cerdas Berdayakan Ibu Rumah Tangga© dream.co.id/Cynthia Amanda Male

Foto: Konferensi Pers Chilibeli Hadirkan Solusi Cerdas Berdayakan Ibu Rumah Tangga/Dream.co.id

 

6 dari 6 halaman

Mampu meningkatkan imunitas

Di daerah tempat tinggalnya, Kembangan, pembeli rata-rata memborong 1-2 kilogram bahan dapur yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh itu.

" Teman saya beli sekilo, kayak kunyit beli dua kilo. Padahal untuk mandiri, ibu rumah tangga biasa. Mungkin, karena lagi jaga (imunitas tubuh) juga kali ya."

 ilustrasi jahe & kunyit© shutterstock.com

Meskipun terkadang diserbu sampai habis, pemesanan jahe, kunyit, temulawak dan rempah lain yang diyakini bisa meningkatkan imunitas tubuh tidak terjadi setiap hari.

Ibu rumah tangga masih membeli secukupmya sesuai dengan kebutuhan.

Join Dream.co.id