Kebakaran Landa Pabrik Baterai Samsung Galaxy Note 7

Dinar | Kamis, 9 Februari 2017 15:43
Kebakaran Landa Pabrik Baterai Samsung Galaxy Note 7

Reporter : Ahmad Baiquni

Barang-barang yang terbakar adalah baterai Lithium-ion.

Dream - Kebakaran melanda pabrik distrik Wuqing, pinggiran kota Tianjin, Tiongkok, Rabu kemarin. Pabrik itu milik Samsung SDI Co, yang merupakan pembuat baterai untuk ponsel Samsung Galaxy Note 7.

Kebakaran tersebut dapat segera diatasi. Tidak ada korban dalam insiden ini, dilaporkan Sina.com.cn.

Tidak diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Tetapi, otoritas pemadam kebakaran Tianjin mengatakan barang-barang yang terbakar adalah baterai lithium-ion dan beberapa produk baterai yang setengah jadi.

Sebanyak 19 mobil pemadam kebakaran serta lebih dari 110 petugas dikerahkan setelah muncul laporan pada pukul 06.00 waktu setempat. Seperti pernyataan otoritas yang diunggah di akun resmi dinas pemadam kebakaran Tianjin di laman media sosial Weibo sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Beberapa foto beredar di media sosial Cina menunjukkan gumpalan asap tebal membumbung ke udara dari pabrik tersebut.

Petugas perlindungan lingkungan setempat tiba di lokasi sekitar pukul 16.00. Mereka memantau kualitas udara untuk mengetahui kemungkinan terjadinya pencemaran.

Juru bicara Samsung SDI, Shin Yong-doo mengatakan kepada Bloomberg, kebakaran terjadi di tempat penyimpanan limbah dan bukan pada fasilitas produksi. Kebakaran tidak berdampak pada proses produksi.

 

 

2 dari 2 halaman

Ponsel Meledak

Dream - Samsung SDI, yang berafiliasi dengan Samsung Elektronics, merupakan satu dari dua pemasok baterai untuk ponsel Galaxy Note 7.

Ponsel tipe itu banyak dilaporkan meledak disebabkan baterai terlalu panas saat diisi daya. Samsung menghentikan penjualan Galaxy Note 7 pada September tahun lalu dan mengumumkan penarikan secara global.

Samsung Electronisd menyatakan bulan lalu produksi baterai dan lemahnya desain menjadi penyebab ledakan ponsel, yang menjadikan baterai cepat panas.

SDI mengatakan bulan ini telah menginvestasikan 150 miliar won Korea, setara Rp1,7 triliun, untuk keamanan dan pembuatan baterai yang mungkin dapat digunakan untuk ponsel Samsung model lain.

Berkantor pusat di Yongin, Korea Selatan, Samsung SDI mempunyai jaringan luas di daratan Cina, termasuk dengan lima perusahaan produsen di Hefei, Suzhou, Wuxi, Xian, dan Tianjin.

(Ism, Sumber: scmp.com)

4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian
Join Dream.co.id