4 Hal yang Diajarkan Keluarga Kaya ke Anaknya

Dinar | Kamis, 28 Juni 2018 09:45
4 Hal yang Diajarkan Keluarga Kaya ke Anaknya

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Salah satunya tentang sedekah.

Dream – Orang-orang mungkin berpikir orang super kaya tak mengkhawatirkan uang mereka. Sebaliknya. Dengan harta yang mereka miliki, pikiran tentang kondisi finansial malah membuat kalangan hartawan cemas.

Kalangan masyarakat yang diberikan rezeki berlebih ini menghadapi banyak tantangan salah satunya mempertahankan kekayaan keluarga.

Tak heran jika banyak orang super tajir ini mempersiapkan generasi berikutnya untuk menjadi penerus bisnis sekaligus kekayaan keluarga.

Nah untuk mempersiapkan sang penerus ini, ada empat hal yang diajarkan oleh orang super kaya kepada anaknya.

Dilansir dari CNBC, Kamis 28 Juni 2018, hal yang pertama yang diajarkan mereka adalah tidak memberitahukan jumlah uang yang dimiliki keluarga. Direktur Eksekutif dan Kepala Penasihat Keluarga dan Filantropi UBS, Judy Spalthoff, mengatakan orang super kaya tak mau memberitahukan jumlah kekayaan kepada anak-anaknya sampai tiba waktu yang tepat untuk memberitahunya.

“ Orang tuanya ingin anak-anaknya menemukan jalan sendiri serta berjuang dan gagal seperti yang dilakukan oleh mereka,” kata Spaltoff.

Yang kedua, orang super kaya mengajarkan anak-anaknya untuk bekerja. Mereka berprinsip bahwa anak-anak orang sukses harus berkesempatan menjadi orang gagal. Anak-anaknya harus belajar tentang susah payah dan kerja keras dalam mencari uang. Misalnya, anak orang super kaya yang mencari pekerjaan pertama setelah lulus kuliah.

“ Pekerjaan pertama itu dapat memberikan pelajaran yang berarti, dimulai dari mana uang dihasilkan,” kata dia.

Yang ketiga, belajar sejarah dan strategi keluarga. Orang-orang kaya tak jarang mengadakan pertemuan keluarga. Di sana, mereka membahas sejarah keluarga dan pemahaman pentingnya kekayaan keluarga dilestarikan. Dari bahasan ini, bisa dilacak tema-tema yang diwariskan oleh keluarga dari generasi ke generasi dan cara mereka untuk memecahkan masalah.

“ Ini memungkinkan generasi berikutnya untuk berpikir dan berhati-hati dengan caranya,” kata Deputy Chief Investment Officer Abbot Downing, Carol M. Schleif.

Hal terakhir yang diajarkan oleh orang-orang super kaya kepada anaknya adalah beramal. Ya, orang super kaya cenderung tidak berpikir kikir ketika harus berbagi kekayaan kepada masyarakat. Keluarga orang kaya berbagi nilai ini dengan beramal kepada badan amal yang telah dipilih.

“ Apa yang kamu keluarkan di dunia, akan kembali kepadamu dengan jumlah yang lebih besar,” kata Schleif.

(Sah)

Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id