44 Unit Asuransi Syariah Siap `Pisah` dengan Perusahaan Induk

Dinar | Kamis, 30 September 2021 14:35

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pada 2024, tak ada lagi unit asuransi syariah atau reasuransi syariah di Indonesia.

Dream – Sebanyak 44 unit syariah perusahaan asuransi di Indonesia menyatakan kesiapannya melakukan spin off menjelang batas tenggat waktu pada 2024. Langkah pemisahan entitas perusahaan ini dipastikan akan terus dikawal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

Aksi korporasi spon off merupakan salah satu amanat dari Undang-Undang No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 67/POJK.05/2016 Nomor 67 Tahun 2017 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi Syariah.

Direktur Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kris Ibnu Roosmawati, mengatakan puluhan unit syariah itu akan menindaklanjuti Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah (RKPUS) yang telah disetujui OJK.

“ Selanjutnya, OJK akan terus memantau dan melakukan assessment,” kata Roosmawati dalam webinar “ Menyongsong Spin Off Asuransi Syariah”, dikutip dari keterangan tertulis Kamis 30 September 2021.

Perusahaan asuransi dan reasuransi yang punya unit syariah, wajib memisahkan unitnya kalau memenuhi ketentuan dari regulator, baik menurut Undang-Undang maupun dari POJK.

Ketentuan yang dimaksud adalah dana tabarru’ dan dana investasi peserta mencapai 50 persen dari total nilai dana asuransi, dana tabarru’, dan dana investasi peserta pada perusahaan induknya atau sudah 10 tahun sejak diundangkannya Undang-undang Nomor 40 tahun 2014.

44 Unit Asuransi Syariah Siap `Pisah` dengan Perusahaan Induk
Ada Puluhan Unit Syariah Perusahaan Asuransi Atau Reasuransi Yang Siap-siap Untuk Spin Off. (Foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Spin Off Dilakukan dengan Dua Cara

Pelaksanaan aturan kewajiban spin off ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan mendirikan perusahaan baru yang diikuti dengan pengalihan seluruh portofolio kepesertaan unit syariah kepada perusahaan baru tersebut. Atau, dengan mengalihkan seluruh portofolio kepesertaan unit syariah kepada perusahaan lain yang telah memperoleh izin usaha.

Setelah menyampaikan RKPUS, perusahaan bisa mengubah RKPUS yang telah disetujui OJK. Paling banyak 2 kali yang disampaikan kepada OJK, paling lambat 1 tahun sejak tanggal surat persetujuan OJK atas RKPUS pertama.

“ Jika masih ada perusahaan yang harus melakukan perbaikan, kami akan menghubungi perusahaan tersebut untuk dilakukan perbaikan. Jadi untuk regulasi saat ini, terkait dengan spin off masih berpegang terhadap ketentuan-ketentuan yang ada,” kata Roosmawati.

3 dari 5 halaman

Belum Ada Sikap Khusus Pemerintah untuk Spin Off

Terkait dengan relaksasi karena pandemi, sejauh ini OJK belum mendapatkan informasi atau sikap khusus untuk asuransi dari pemerintah, terkait untuk spin off.

OJK sebenarnya sudah mengajukan tiga hal untuk relaksasi, termasuk di dalamnya untuk asuransi. Sejauh ini, juga belum ada arahan untuk mengeluarkan POJK terkait kebijakan sinergi asuransi syariah dengan perusahaan induk konvensional.

”Berbagai macam jalan bisa kita lakukan (untuk kewajiban spin off asuransi syariah) selagi masih dalam koridor aturan dan ketentuan yang kita sepakati. OJK juga tidak akan menyusahkan perusahaan,” kata Roosmawati.

OJK, lanjut dia, juga menerima masukan tentang kesulitan yang dialami perusahaan. Nantinya, otoritas keuangan itu akan memberikan solusi atas kesulitan tersebut.

“ Saat ini OJK juga tengah dalam pembahasan merancang RPOJK lebih lanjut terkait spin off, dengan harapan bisa lebih jelas lagi, termasuk yang terkait dengan share service untuk perusahaan asuransi syariah yang baru,” kata dia.

Kami juga menerima input terkait kesulitan-kesulitan yang dialami oleh perusahaan. Kami juga memikirkan solusi untuk mengatasi kesulitan-kesulitan itu. Perusahan dipersilakan mengirimkan surat ke OJK, nanti akan kami review.,” ungkap Kris Ibnu Roosmawati.

© Dream
4 dari 5 halaman

Unit yang Spin Off Harus Bentuk Tim Khusus

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Erwin Noekman, mengatakan ada format standard dan simulasi financial modeling yang lahir dari workshop tentang spin off. Imbasnya, kata Erwin, ada yang melakukan kajian pada 2018, 2019, dan 2020.

Pada 2021, kata dia, apa pun bentuk spin off yang dilakukan, 44 unit syariah ini harus membentuk tim khusus pelaksana pemisahan unit syariah. Erwin mengingatkan batas waktu pengalihan portofolio unit syariah kepada perusahaan asuransi syariah yang lain itu jatuh pada Oktober 2023 kalau memang mengalihkan portofolio.

“ Yang perlu diperhatikan adalah, apapun pilihan yang diambil untuk pelaksanaan kewajiban spin off, perusahaan itu harus melakukan pengalihan portofolio atas izin OJK dengan tidak mengurangi hak-hak pemegang polis,” kata dia.

Erwin juga mengatakan peran komisaris independen dibutuhkan untuk menyuarakan kebutuhan pemegang polis. Dalam pengalihan portofolio, yang perlu diperhatikan adalah sesuai dengan kaidah syariah.

5 dari 5 halaman

Alasan Unit Syariah Dirikan Perusahaan Baru

Ada lima alasan unit syariah memisahkan diri dan mendirikan perusahaan baru. Pertama, komitmen dan keyakinan untuk mengembangkan bisnis syariah. Kedua, fokus untuk mengembangkan bisnis tertentu.

Ketiga, kesediaan sebagai penampung portofolio bisnis syariah dari perusahaan lain. Keempat, opportunities yang masih terbuka lebar untuk industri asuransi syariah. Kelima, mematuhi peraturan yang ada.

Perusahaan yang memindahkan portofolionya ke perusahaan syariah lain, menurut Erwin juga memiliki beberapa alasan, diantaranya karena kendala skala bisnis yang kurang ekonomis, karena faktor SDM, dan karena masalah permodalan.

Asosiasi ini selalu mengingatkan anggotanya agar mempersiapkan diri untuk spin off. Apalagi, masih ada waktu dua tahun yang tersisa.

“ Apa pun pilihan yang diambil tidak akan mudah. Namun yang jelas, jangka waktu pengalihan portofolio asuransi syariah lebih pendek ketimbang mendirikan perusahaan baru. Namun apa pun yang akan dipilih yang pastinya menjadi it’s going to be our legacy, apakah akan melahirkan bayi yang sehat, ataukah akan mengubur unit syariah di perusahaan masing-masing,” kata dia.

© Dream
Join Dream.co.id