Kunci Sukses Pebisnis Mukena Beromzet Rp 5 Miliar

Dinar | Kamis, 28 Februari 2019 18:43
Kunci Sukses Pebisnis Mukena Beromzet Rp 5 Miliar

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Bermodal belasan juta, dia bisa meraup omzet hingga miliaran rupiah.

Dream - Layaknya banyak orang, Rina Kartina ingin bekerja di perusahaan usai lulus kerja. Tapi, keinginannya ditentang orangtua dan diminta untuk berbisnis.

" Habis lulus kuliah, mau kerja malah diomelin, malah disuruh ke pasar cari ide. Malah disuruh buka usaha," kata Rina, pemilik bisnis mukena Tatuis di Cibinong, Jawa Barat, ditulis Kamis 28 Februari 2019.

Dia pun menaati permintaan orang tuanya. Wanita ini memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis. Bisnis mukena dipilih.

Bersama dua saudaranya, Mira dan Diansyah Sukmana, Rina mendirikan bisnis mukena pada 2007. Modal yang dikeluarkan sebanyak Rp13 juta-Rp14 juta.

" Awalnya, bisnis rumahan. Produksi mulai di garasi rumah," kata dia.

Kepatuhannya kepada orangtua membawa berkah bagi Rina. Lama-lama usahanya berkembang. Produksi mukenanya kini mencapai 7 ribu-8 ribu potong per bulan. Untuk memfasilitasi produksi, Rina memiliki pabrik mukena.

Omzetnya kini mencapai Rp3 miliar-Rp5 miliar per tahun.

" Jika high season seperti menjelang Lebaran, produksi bisa mencapai 2 kali lipat, 15 ribu pieces," kata dia.

2 dari 3 halaman

Gunakan Pembiayaan Syariah

Tak bisa dipungkiri modal sangat diperlukan untuk mengembangkan bisnis. Ini juga berlaku untuk bisnis Rina.

Wanita ini menggunakan pinjaman syariah dari PT Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk mendapatkan kucuran modal. Awalnya, dia mendapatkan pinjaman sebesar Rp1 miliar pada 2014. Pinjaman ini bertenor setahun. Lalu, pada 2016, dia mengajukan pinjaman lagi sebesar Rp2-2,5 miliar.

Rina mengatakan memilih bank syariah agar sesuai dengan syariat islam dan menjadi berkah untuk usahanya.

" Memilih bank syariah karena biar sesuai dengan syariat islam. Karena menjual produk ibadah, kami berharap agar menjadi berkah juga," kata dia.

3 dari 3 halaman

Ditinggal Karyawan

Sebagai seorang pengusaha, dia juga mengalami jatuh bangun. Wanita ini pernah ditinggalkan karyawan-karyawannya karena kesalahan satu orang pegawai. Saat itu, pesanan mukena sedang banyak.

" Saya pernah ditegur dengan karyawan lain. Mengapa sudah tahu salah, tapi tidak dikeluarkan. Karena itu semuanya protes dan keluar semua pada 2009," kata dia.

Karyawan yang tersisa hanya satu orang. Dia sempat berpikir untuk tak melanjutkan bisnisnya. Namun, ibu dua anak ini sadar bahwa kesalahan ini bisa jadi pembelajaran.

Bisnisnya juga sempat terkendala harga bahan baku. Pada 2018, harga bahan baku naik 20-30 persen.

Rina mengatakan doa menjadi senjata ampuh untuk melewati rintangan. Dia juga mengedepankan kejujuran dan amanah dalam bisnis.

" Jika kita punya suara yang bagus, pasti akan terdengar. Yang pasti usaha kita semaksimal mungkin supaya berkah," kata dia.

(ism, Laporan: Ratih Permata Sari)

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id