Warga Korea Pusing Hadapi Krisis Mie Instan, Harga Naik Drastis

Dinar | Selasa, 9 November 2021 09:12

Reporter : Alfi Salima Puteri

Sahabat Dream harus bersyukur masih bisa menikmati mie instan dengan harga yang normal. Kok bisa terjadi krisis harga mie di Korea?

Dream -  Berbahagialah buat Sahabat Drea yang masih bisa menikmati mie instan sampai berkali-kali tanpa merisaukan harganya. Bayangkan jika kami tinggal di Korea Selatan yang saat ini tengah dilanda krisis mie.

Dilaporkan laman Korea Herald, harga produk mi instan di Korea pelan-palan naik sampai 11 persen selama bulan Oktober dibandingkan setahun lalu. Kenaikan harg aMie ini merupakan yang tertinggi sejak 12 tahun lalu atau pada 2009.

Alhasil kenaikan harga mi instan memicu naiknya harga pangan di negara itu secara keseluruhan.

Menurut Statistik Korea yang dikelola pemerintah, bulan lalu harga mi instan mencapai rekor tertinggi, naik dengan margin terbesar sejak Februari 2009.

Empat pemain utama pasar mi instan di Korea seperti Nongshim, Ottogi, Samyang dan Paldo, semuanya telah menaikkan harga produk mereka sejak Agustus 2021. Alasannya karena kenaikan harga bahan baku seperti tepung dan minyak sawit.

 Ilustrasi© shutterstock

Warga Korea Pusing Hadapi Krisis Mie Instan, Harga Naik Drastis
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
2 dari 6 halaman

Diprediksi terus meningkat

Adapun harga grosir Shin Ramyun yang merupakan mi instan paling laris dari Nongshim naik lebih dari 7 persen pada Agustus.

Data pemerintah menunjukkan kenaikan tidak hanya terjadi pada mie instan. Produk berbasis tepung lainnya juga mengalami kenaikan harga yang tajam tahun ini karena harga biji-bijian internasional yang lebih tinggi.

 Ilustrasi© shutterstock

Bukan hanya mi instan saja yang harganya tahun ini meningkat 19,4 persen dibanding tahun lalu. Ada biskuit sebesar 6,6 persen, pasta 6,4 persen, roti 6 persen, dan makanan ringan 1,9 persen.

Harga makanan olahan di Korea diprediksi akan terus meningkat sehingga menambah tekanan inflasi yang lebih tinggi.

Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, indeks harga pangan internasional melonjak 3 persen pada Oktober, dari bulan sebelumnya di 133,2 poin.

Sebelumnya, rata-rata indeks harga pangan dari tahun 2014-2016 adalah 100 poin.

3 dari 6 halaman

Harga biji-bijian juga naik

Konsumsi biji-bijian ikut meningkat secara global, dikarenakan adanya perubahan cuaca, yang menyebabkan kenaikan harga. Pada Oktober, harga gandum secara internasional turun menjadi 137,1 poin, turun 3,2 persen dari September.

Pakar pasar memandang indeks harga konsumen lokal diperkirakan akan meningkat hingga paruh pertama tahun 2022, mengingat ketergantungan Korea Selatan yang tinggi pada bahan ekspor untuk makanan.

Hingga akhir tahun lalu, tingkat swasembada pangan Korea Selatan mencapai 45,8 persen, artinya lebih dari separuh makanan yang dikonsumsi di sini berasal dari luar negeri. Tingkat biji-bijian, termasuk pakan ternak, adalah 20,2 persen.

Pemerintah Korea Selatan mengatakan telah mencari langkah-langkah untuk mengatasi ini, seperti mempermudah izin bea cukai untuk produk biji-bijian dan secara finansial mendukung industri biji-bijian lokal untuk meningkatkan produksi.

4 dari 6 halaman

Berbahayakah Mengonsumsi Mie Instan Mentah? Ini Faktanya

Dream - Rasanya yang lezat dan cara memasaknya yang praktis membuat mie instan menjadi makanan favorit masyakarat Indonesia. Walaupun disarankan untuk dimasak sebelum dikonsumsi, namun banyak orang yang memakan mie instan langsung tanpa dimasak.

Mie instan mentah seolah-olah dikonsumsi sebagai cemilan ringan untuk menemani aktivitas santai. Namun apakah mengonsumsi mie instan yang belum dimasak dapat berbahaya bagi tubuh?

Benarkah Air Bekas Rebusan Mie Instan Berbahaya? Ini Kata Ahli Gizi

Dilansir dari sehatq.com, makan mie mentah langsung dari kemasan bukan merupakan kebiasaan yang sehat. Walaupun bukan kebiasaan yang sehat, mengonsumsi mie instan yang belum dimasak tidak terbukti menyebabkan bahaya yang mengancam jiwa jika hanya dilakukan sesekali.

Bahaya yang ditimbulkan akibat makan mie instan mentah dapat terjadi jika mengonsumsinya terlalu banyak, terlalu sering, atau terjadi kontaminasi. Beberapa kondisi itu dapat meningkatkan beberapa risiko gangguan kesehatan.

Lalu, apa saja gangguan kesehatan yang bisa terjadi?

5 dari 6 halaman

Mengandung Zat Antinutrisi

Mie mentah mengandung zat antinutrisi, seperti lektin dan asam fitat. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar, keduanya dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan usus, mengganggu kinerja enzim, dan menyebabkan peradangan.

Selain itu, asam fitat juga dapat mengikat mineral penting, seperti kalsium dan zat besi. Hal ini menyebabkan zat tersebut sulit diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi mie mentah dalam jangka panjang dapat menyebabkan timbulnya risiko kekurangan mineral serta gangguan kesehatan lainnya.

Menyebabkan Gangguan Pencernaan

Konsumsi mie mentah dapat menyebabkan tubuh kesulitan untuk mencernanya. Ini disebabkan pati yang terkandung dalam mie mentah sulit untuk dipecah sehingga pencernaan akan bekerja lebih keras.

 Mie Instan Mentah© Shutterstock

Indomie Jadi Jajanan Favorit Lintas Generasi di Saudi

Mie instan yang tidak dapat dicerna dengan baik dapat menyebabkan beberapa gangguan berkaitan dengan pencernaan, seperti sakit perut, diare, nyeri, perut kembung, dan kram perut.

6 dari 6 halaman

Berpotensi Menyebabkan Kontaminasi Bakteri

Adonan mie yang terbuat dari telur berpotensi mengandung bakteri salmonella. Oleh karena itu, mengonsumsi mie telur mentah bisa saja meningkatkan risiko terinfeksi bakteri tersebut.

Namun, bakteri umumnya akan mati dalam proses pengeringan mie sehingga risiko infeksi salmonella saat memakan mie mentah tergolong kecil. Selain itu, kontaminasi bakteri juga bisa terjadi saat mie bersentuhan dengan berbagai permukaan yang membawa bakteri.

4 Fakta Jarang Diketahui Sosok Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie yang Wafat

Mie mentah dapat terkontaminasi bakteri dari konter, rak, atau permukaan lain yang bersentuhan dengan produk makanab tersebut.Bahkan, kontaminasu bakteri dapat terjadi melalui tangan. Patogen juga mudah tumbuh apabila mie mengalami kebocoran atau disimpan di tempat lembap.

Cara Mengonsumsi Mie Instan dengan Tepat

Makan mie mentah memang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Namun memasak mie terlalu matang juga bukan merupakan hal yang sehat. Semakin lama mie dimasak, semakin banyak pati yang dapat diserap tubuh.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan munculnya risiko kesehatan, salah satunya meningkatkan kadar gula dalam darah dan meningkatkan risiko obesitas apabila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.

Pesta Pernikahan Sajikan Menu Mie Instan, Auto Diserbu Tamu Kondangan

 Memasak Mie Instan© Shutterstock

Saat akan mengonsumsi mie instan, kamu disarankan untuk memasaknya sesuai dengan waktu yang tertera pada kemasan. Kamu juga bisa memasak setengah matang karena proses ini sudah cukup memberikan pemanasan yang dibutuhkan untuk membunuh patogen berbahaya.

Menambahkan sayur-mayur, telur, atau potongan daging juga dapat menjadi opsi yang tepat untuk menambahkan kandungan nutrisi pada mie instan.

Join Dream.co.id