Nama Google Ternyata Lahir Gara-Gara Typo

Dinar | Selasa, 22 Juni 2021 13:34

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Semula pendirinya tidak memberi nama Google, tetapi nama Googol. Apa artinya?

Dream – Sahabat Dream, Google kini menjelma menjadi salah satu raksasa teknologi di dunia. Meski sudah banyak layanan pencarian serupa, kebanyakan para pengguna internet mengakses informasi melalui Google. Tak heran muncul istilah Mbah Google di Indonesia. 

Tahukah kamu jika perusahaan search engine ini punya sejarah yang menarik di balik penamaannya. Nama brand Google ternyata lahir dari kesalahan ketik.

Dikutip dari laman Stanford, Selasa 22 Juni 2021, para pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, mendirikan perusahaan search engine ini pada 1996. Semula, Google ini hendak diberi nama BackRub.

Kala itu, Larry berkantor di ruangan 360 di Gates CS Building. Dia berbagi ruangan dengan mahasiswa pascasarjana, termasuk Sean Anderson, Tamara Munzner, dan Lucas Pereira.

Kemudian, pada 1997, Larry dan teman kantornya berdiskusi tentang nama baru agar gampang diingat. Sean mengusulkan namanya diubah jadi “ googol”. Googol ini merupakan kepanjangan dari googolplex—istilah yang merujuk kepada angka yang sangat besar.

Nama Google Ternyata Lahir Gara-Gara Typo
Tak Disangka, Nama Google Ini Berawal Dari Salah Ketik. (Foto: Shutterstock)
2 dari 4 halaman

Nama Google Ditemukan Tak Sengaja

Sean pun mendaftarkan nama ini ke domain site untuk mendaftarkan domain situsnya. Siapa tahu nama “ googol” belum dipakai.

Kemudian, dia melakukan kesalahan saat mendaftarkan nama domain situs. Seharusnya ditulis googol.com, tapi yang tertulis justru google.com. Nama ini tersedia di database domain.

Apakah Larry marah? Oh, tidak. Dia justru menyukai nama Google. Pendaftaran domain situs pun dilakukan tak berselang lama setelah pencarian nama situs. Kemudian, pada tanggal 15 September 1997, Google.com lahir. 

3 dari 4 halaman

Bantu UKM Indonesia, Google Gelontor Dana Rp141 Miliar

Dream – Google tak mau ketinggalan membantu pemulihan ekonomi nasional. Perusahaan ini siap menggelontorkan dana US$10 juta (Rp141,38 miliar) untuk membantu UKM di Indonesia.

Dikutip dari Liputan6.com, Kamis 19 November 2020, dana ini diinvestasikan oleh Google kepada Kiva dan para penyedia layanan keuangan lain untuk diberikan dalam bentuk pinjaman modal kepada UKM.

“ Saya berharap berbagai inisiatif seperti Google for Indonesia 2020 akan terus bermunculan untuk berkontribusi bagi pengembangan SDM di bidang IT Indonesia, membantu UMKM mengembangkan bisnis dan mampu naik kelas, bangkit dan maju bersama untuk Indonesia maju," kata Presiden Joko Widodo.

 

 Bantu UKM Indonesia, Google Gelontor Dana Rp141 Miliar
© Dream

 

Director of Marketing Google Indonesia, Veronica Utami, mengatakan, dana US$10 juta bertujuan untuk membantu pemilik UKM supaya lebih siap dalam menghadapi masa sulit di tengah pandemi Covid-19. Melalui kemitraan dengan Kiva, Google memberikan modal kepada para penyedia layanan keuangan untuk menyediakan pinjaman kepada UKM yang paling terdampak pandemi di berbagai komunitas yang kurang terlayani di Indonesia.

“ Bagi para pemilik bisnis, masalah utama saat ini adalah akses ke modal. Bantuan finansial dapat memberikan mereka ruang membuat strategi baru dan meningkatkan kemampuan mereka,” kata Veronica. Dia menambahkan, dana tersebut akan digunakan untuk memberikan pinjaman dengan bunga rendah kepada usaha yang paling terdampak selama pandemi Covid-19.

4 dari 4 halaman

Sektor UKM

Government Affairs and Public Policy Manager Google Indonesia, Danny Ardianto, mengatakan, pihaknya tidak membatasi sektor yang bisa mendapatkan pinjaman modal tersebut. Semakin luas, maka akan semakin baik.

“ Tujuan kami adalah bisa menjangkau seluas-luasnya sektor,” kata Danny.

Penyaluran pinjaman ini juga diharapkan dapat bisa membantu bisnis kembali tumbuh pasca pandemi. Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan Indonesia termasuk negara yang menjadi target penyaluran dana tersebut.

“ Secara umum, kami melihat Indonesia adalah salah satu negara dari sisi ekonomi yang sangat potensial, dan berpengaruh pada digital juga. Kami membantu agar UKM dapat tumbuh lagi pasca pandemi. Jadi kami melihat Indonesia sebagai negara yang perlu didukung,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Andina Librianty)

Join Dream.co.id