Menengok Gang Asri di Jakarta, Ajak Peduli Sampah Lewat Mural

Dinar | Jumat, 21 Februari 2020 18:16
Menengok Gang Asri di Jakarta, Ajak Peduli Sampah Lewat Mural

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mural ini mengajak masyarakat untuk mengelola sampah.

Dream - Pergola besi dengan tanaman merambat, menghiasi beberapa gang di Kampung Hijau Berseri RT 10 dan 11/ RW 03, Kelurahan Cempaka Putih Timur. Tenda alami itu menjadi pelindung panas dan rintik hujan bagi setiap orang yang melintas di gang tersebut.

Nuansa serba hijau, tampak di setiap pagar rumah warga di sekitar gang, yang menanam beragam tanaman dalam pot.

Suasana asri ini makin cantik dengan adanya mural ajakan pengelolaan sampah dan mewujudkan lingkungan kampung yang bersih karya warga setempat.

Pemandangan asri dan mural sarat makna itu merupakan salah satu buah tangan dari program CSR PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III.

Dikutip dari keterangan tertulis Pertamina yang diterima Dream, Jumat 21 Februari 2020, Unit Manager Communication and CSR MOR III, Dewi Sri Utami, mengatakan mural tersebut menjadi bagian dari program Bina Lingkungan Pertamina yang berkelanjutan serta dukungan terhadap upaya pengelolaan rumah tangga yang dilakukan warga.

“ Tentunya dapat menambah asri kampung, serta yang utama sebagai sarana edukasi bagi warga lain yang mengunjungi Kampung Hijau Berseri sebagai kampung percontohan,” kata Dewi.

2 dari 3 halaman

Diapresiasi Anies Baswedan

Kampung Hijau Berseri itu mendapat apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat merayakan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 di wilayah tersebut. Dia berinteraksi langsung dengan warga setempat yang mengelola sampahnya sendiri sebelum sisa sampah tak terproses dibuang ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).

“ Harus kita bangun perubahan mindset. Dalam semua kegiatan ada yang kita ambil (gunakan), ada yang sisa atau residu. Mari bersama kita kurangi, pilah, olah sampah di sekitar kita,” kata Anies.

Kampung Hijau Berseri juga dinobatkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai RW percontohan yang telah mengurangi sampah dari tingkat rumah tangga melalui program yang digulirkan Pemprov, yakni SAMTAMA atau Sampah Tanggung Jawab Bersama.

 Kampung Hijau Lestari© Pertamina

Sebagai kampung percontohan, di setiap sudut gang terdapat tempat sampah meyerupai kandang dengan ram kawat yang berisi aneka botol plastik bekas, seperti kemasan minuman, pelumas, pembersih lantai, dan sabun. Tempat tersebut merupakan penampungan sementara kegiatan shodaqoh plastik bagi warga yang telah memilah sampah plastik rumah tangga.

Seminggu sekali, warga memilah botol dengan memisahkan tutup, mengelupas plastik merek kemasan, dan di tekan dengan tangan untuk selanjutnya dikumpulkan dalam karung besar kemudian diambil pengumpul limbah plastik.

3 dari 3 halaman

Rutin Dilakukan

Menurut Ketua RT 11, Dedy, kegiatan tersebut rutin dilakukan oleh warga yang sudah beberapa tahun belakangan ini sadar memilah sampah dari rumah. Konsepnya bukan bank sampah, tetapi menyumbang atau sedekah sampah agar warga merasa berkontribusi terhadap penghijauan dan pengelolaan lingkingan kampung hijau dengan sampah.

 Kampung Hijau Lestari© Pertamina

“ Masing-masing RT ada kelompoknya. Nanti uang hasil penjualan digunakan untuk kegiatan sosial warga,” kata dia.

Selain sampah plastik, sampah rumah organik juga dipisahkan untuk diolah menjadi kompos menggunakan komposter. Ada juga pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan memanfaatkan larva lalat jenis Black Soldier Fly, dikenal dengan metode maggot. Kompos digunakan untuk pupuk tanaman milik warga.(Sah)

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id