Mulai Hari Ini, WNA Dilarang Transit Atau Masuk Bandara Soetta

Dinar | Kamis, 2 April 2020 10:33
Mulai Hari Ini, WNA Dilarang Transit Atau Masuk Bandara Soetta

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Larangan ini untuk menekan penularan virus corona.

Dream – Mulai hari ini, Kamis 2 April 2020 Bandara Internasional Soekarno-Hatta menolak semua penumpang Warga Negara Asing (WNA) yang masuk atau transit.

Larangan ini dilakukan menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia.

Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) PT Angkasa Pura II, Febri Toga Simatupang menjelaskan larangan bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

" Semua WNA melalui penerbangan Internasional yang berasal dari seluruh negara akan ditolak masuk kedatangannya melalui Bandara Soekarno-Hatta. Larangan ini mulai berlaku pada Kamis, 2 April 2020 pukul 00.00 WIB," kata Febri Toga dikutip dikutip dari Liputan6.com.

Meskipun larangan ini diberlakukan, ada pengecualian aturan. WNA yang tetap boleh masuk ke Indonesia yaitu Orang Asing Pemegang Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap, Orang Asing Pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas, Orang Asing pemegang Izin Tinggal Diplomatik, dan Izin Tinggal Dinas.

" Selain itu, tenaga bantuan dan dukungan medis, pangan. Awak alat angkut baik laut, udara maupun darat serta WNA yang akan bekerja pada proyek-proyek strategis nasional masih boleh masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta," kata Febri.

2 dari 6 halaman

Penerbangan Internasional Masih Beroperasi

Penerbangan rute Internasional di Bandara Soekarno-Hatta masih tetap beroperasi. Hal ini untuk melayani WNA yang akan kembali ke negara asalnya dan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan kembali ke tanah air.

" Kami sampaikan bahwa penerbangan internasional tidak ditutup, tetapi larangan WNA masuk ke Indonesia," kata Febri.

Terkait dengan larangan tersebut, PT Angkasa Pura II telah berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Bandara Soekarno-Hatta, Airlines serta stake holder terkait.

(Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

3 dari 6 halaman

Fakta di Balik Video Viral Antrean 124 WN China di Bandara Soetta

Dream - Video berdurasi 14 detik warga asal China mengantre di sebuah bandara viral di media sosial. Mereka tampak mengenakan alat pelindung diri, seperti tenaga medis yang menangani pasien corona.

Akun Twitter @andini_maharan1 menarasikan, video tersebut sebagai tim medis asal China yang tiba ke Indonesia untuk membantu penanganan virus corona.

Kabag Humas Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang, mengatakan bahwa video itu diambil di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Namun, menurut dia, warga negara China itu sedang mengantre untuk kembali ke negara asalnya.

 

 Fakta di Balik Video Viral Antrean 124 WN China di Bandara Soetta© Dream



" Itu keberangkatan evakuasi WNA di Soetta hari ini. (Berangkat) Tadi sekitar pukul 18.05 WIB," kata Arvin, dikutip dari Merdeka.com.

Arvin mengatakan, para warga negara China itu bukan tiba di Jakarta. Mereka ingin pulang ke negara asalnya. " Bukan baru datang. Itu keberangkatan evakuasi," ujar dia.

4 dari 6 halaman

Tidak Hanya WN China

Arvin menyebut, warga negara China itu berjumlah 124 orang. Mereka dijemput negaranya untuk pulang. Tetapi, Arvin tak menjelaskan secara detil alasan mereka pulang.

" Mereka dijemput pemerintahnya. Menggunakan penerbangan Air Cambodia total 124 pax (penumpang). Tadi berangkat pukul 18.05 WIB," kata dia.

Kasubag Humas Ditjen Imigrasi, Achmad Nur Saleh, menjelaskan, pesawat yang membawa warga negara China itu juga diisi warga negara lain, di antaranya 1 orang WNI, 1 warga Korea Selatan, 3 warga Kamboja, dan 2 warga Filipina.

" Total Crew : 7. WNI : 1 .WNA : 6 (1 Korsel, 3 Kamboja, 2 Filipina). Total Pax : 126 WNA. Tidak ada WNI," kata Nur Saleh.

Sumber: 

5 dari 6 halaman

Kepasrahan Jemaah Umroh yang Tertahan di Bandara Soetta

Dream - Sejumlah calon jemaah umroh yang hendak terbang ke Tanah Suci etrtahan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Mereka tidak bisa terbang ke Tanah Suci karena Arab Saudi menutup akses jemaah dari luar negeri untuk menghindari penyebaran virus Corona, Covid-19.

Para calon jemaah umroh tampak pasrah. Mereka hanya bisa duduk sembari mengawasi koper di depan pengecekan masuk maskapai penerbangan.

 

 Kepasrahan Jemaah Umroh yang Tertahan di Bandara Soetta© Dream

 

" Pasrah saja. Mau bagaimana lagi, ini kan putusan sepihak dari Arab Saudi, kalau Allah berkehendak demikian, ya sudah, mau gimana lagi," kata Ibrahim, calon jemaah umroh asal Palembang.

Kekecewaan Ibrahim dapat terlupakan karena pengelola agen perjalanan umroh sudah mengurus segala keperluan dan tidak membiarkan para jemaah terlantar.

" Kalau dari pihak travel sudah melayani dan memberikan hak kami. Kami juga masih berharap, ini bukan tidak jadi berangkat, tapi hanya ditunda keberangkatannya," ujar Ali.

6 dari 6 halaman

Tidak Ada Kabar

Pengelola agen perjalanan umroh Tunas Rizky Semesta asal Bekasi, Eko Sulistio, mengatakan, kabar pembatalan penerbangan itu tidak dia dapati.

" Sampai tadi pagi tidak ada kabar apapun, grup pertama kami sebanyak 30 orang sudah cek in, masukin bagasi, boarding, saat sudah di udara kira-kira baru sampai Lampung, baru terima kabar kalau penerbangan ke Madinah ataupun Jeddah ditutup," ungkapnya, saat ditemui di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Dia pun terus berkomunikasi dengan petugas travel yang ada di Jeddah, untuk terus memantau, apakah bila jemaah sampai tetap diperbolehkan masuk dan menunaikan umrah, atau malah dipulangkan kembali ke Tanah Air.

" Kalau sekarang belum tahu, dan belum sampai juga kan. Tadi terbang pukul sebelas siang," ujarnya.

Pihak maskapai, tambah Eko, juga tetap menunggu hasil putusan dari Arab Saudi. Apakah penundaan dilakukan sampai berhari-hari atau malah bulanan.

" Kalau bulanan aduh, bulan depan itu kami memberangkatkan sekitar 10 sampai 11 grup, masing-masing grup 40 jemaah," ujarnya.

Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati

Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting
Join Dream.co.id