Layanan Top Up Tunai di Gerbang Tol Ditutup Mulai Hari Ini

Dinar | Kamis, 19 Maret 2020 18:36
Layanan Top Up Tunai di Gerbang Tol Ditutup Mulai Hari Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Penutupan layanan ini dilakukan di gerbang tol Jasa Marga Jabodetabek.

Dream – PT Jasa Marga Tbk (Persero), melalui anak usahanya, PT Jasa Marga Tollroad Operator, memutuskan menghentikan layanan pengisi saldo e-toll yang selama ini disediakan di sejumlah gerbang tol. Upaya ini sebagai bagian dari “ jaga jarak” secara bertahap, termasuk dalam aktivitas transaksi tol.

Kebijakan penutupan layanan top up e-toll tersebut berlaku di sleuruh gerbang tol wilayah Jabotabek mulai hari ini, Kamis, 19 Maret 2020.

“ Dengan adanya fasilitas top up tunai, masih ada transaksi dengan menggunakan uang tunai dan potensi kontak fisik antara pengguna jalan dengan karyawan operasional Jasa Marga,” kata Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

Heru mengungatkan pengguna jalan untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Langkah ini bisa menekan potensi antrean di gerbang tol.

“ Memastikan kecukupan saldo merupakan dukungan pengguna jalan untuk ikut menerapkan social distancing di gerbang to,"  

Seperti diketahui, masih banyak masyarakat yang lupa mengisi atau tak mengetahui sisa saldo kartu e-toll saat mereka masuk ke jalur bebas hambatan tersebut. Jika sudah terlanjur masuk, para pengguna jalan tol di ruas dengan sistem transaksi terbuka biasanya akan meminjam di kendaraan belakangnya. 

Kebiasaan tersebut dikhawatirkan akan membuat pengguna jalan tol tetap melakukan kontak fisik berupa peminjaman uang elektronik.

" Ini harus dihindari,” kata dia.(Sah)

2 dari 6 halaman

Jalan Tol Jasa Marga yang Masih Ditutup Karena Banjir

Dream - PT Jasa Marga Tbk melaporkan sejumlah ruas tol dari pantauan hingga pukul 14.40 WIB masih mengalami genangan air yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat perushaan memutuskan menutup ruas-ruas tersebut.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 25 Februari 2020, rest area KM 19 di Tol Jakarta-Cikampek ditutup sementara karena tercatat masih mengalami genangan air setinggi 30 cm.

 

 Jalan Tol Jasa Marga yang Masih Ditutup Karena Banjir© Dream

Penutupan sementara jug dilakukan pada terowongan yang berada di rusa Gerbang Tol Cikunir 4 arah Jatiasih karena adanya genangan air. Jasa Marga memutuskan mengalihkan arus Lalu lintas ke GT Kalimalang 2.

Selain dua rus tol tersebut, Jasa marga juga emenutup sementara akses jalan tol karena banjir di GT Pondok Gede Timur 2 (KM8/Jatibening), GT Cikunir 3, GT Cibatu arah Jakarta, GT Cikarang Barat 4 arah Jakarta, dan GT Cikarang Barat 5 arah Jakarta.

 

3 dari 6 halaman

Ruas yang Bisa Dilalui

Namun tak semua ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga mengalami penutupan. Beberapa ruas masih bisa dilalui meski ditemukan genangan air.

Berikut ini adalah daftar ruas tol yang masih bisa dilalui kendaraan.

1. Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Arah Cikampek:

-KM 08+800 (Jatibening), ada genangan 5-10 cm di lajur 1 dan 2, masih bisa dilintasi seluruh jenis kendaraan.

Arah Jakarta:

- Km 19, terdapat genangan 10-20cm di lajur 1, 2 dan 3. Pengguna jalan dapat melintas dengan menggunakan lajur 3 dan lajur 4.

- Km 08+800 (Jatibening), saat ini berangsur surut. Genangan saat ini 10-30 cm di Lajur 1 dan 2, untuk Lajur 3 dan 4 sudah dapat dilintasi oleh seluruh jenis kendaraan.

2. Jalan Tol Jagorawi

Arah Jakarta:

-Genangan air di Kali Cipinang Km 3+800 juga sudah mulai surut, saat ini genangan ada di bahu jalan dan lajur 1 setinggi 5-10 cm. Lajur 1 dapat dilalui semua jenis kendaraan.

3. Jalan Tol JORR Non S

Arah Rorotan: Nihil Genangan

4 dari 6 halaman

Viral Disebut Mirip Palu Arit, Ini Kata Jasa Marga Soal Tugu di Tol Madiun

Dream - Pengelola jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga Tbk (Persero) desain logo Tugu Iconic di Simpang Susun (SS) Gerbang Tol Madiun dibuat menyerupai logo palu arit. Logo ini identik dengan partai politik yang dilarang berkembang di Indonesia, Partai Komunis Indonesia (PKI)   

Bantahan tersebut disampaikan manajemen Jasa Marga setelah desain logo tersebut menjadi perbincangan netizen di platfrom media sosial.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 10 Februari 2020, Jasa Marga menjelaskan desain tugu di ruas tol yang dikelola PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) hanya berupa branding perusahaan dan diharapkan menjadi penanda bagi pemakai jalan yang belum mengetahui akses Gerbang Tol Madiun.

 

 Viral Disebut Mirip Palu Arit, Ini Kata Jasa Marga Soal Tugu di Tol Madiun© Dream

 

Direktur Utama JNK, Dwi Winarsa, menjelaskan, sejak 9 Mei 2018 lalu, JNK menyandang nama baru yang sebelumnya PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ). Nama tersebut menjadi dasar pembangunan tugu iconic tersebut agar masyarakat dapat lebih mengenal dekat pengelola jalan tol yang masuk ke dalam Jalan Tol Trans Jawa sepanjang 88 Km tersebut.

“ Dilihat dari sisi sudut tertentu Tugu Iconic membentuk huruf J-N-K,” kata Dwi di Madiun, Jawa Timur.

Tugu menjulang vertikal jika dilihat dari arah barat ke timur membentuk huruf “ J”. Lengkung jalan tol yang melingkar jika dilihat dari atas akan membentuk huruf “ N”. Secara keseluruhan jika dilihat dari arah SS Madiun ke arah timur akan membentuk huruf “ K”.

5 dari 6 halaman

Filosofi Tugu Iconic

Dwi menjelaskan bentuk Tugu Iconic ini juga berasal dari logo JNK yang memiliki dasar warna putih biru, putih dan kuning.

“ Filosofi logo JNK berbentuk lingkaran biru yang melambangkan bahwa dalam menjalankan bisnis, Perusahaan mengikti kaidah-kaidah universal yang berlaku (global act),” kata dia.

Tugu putih menjulang melambangkan bahwa perusahaan berorientasi pada pertumbuhan shareholder value, dan peningkatan prosperity stakeholder dengan memperhatikan prinsip Good Corporate Governance.

Sementara itu, lengkung jalan tol berwarna kuning melambangkan Perusahaan senantiasa memberikan layanan jalan tol terbaik yang berorientasi kepada pelanggan (customer service satisfaction).

6 dari 6 halaman

Akses Strategis Keluar Masuk Kendaraan

Terkait dengan lokasi penempatan tugu di SS GT Madiun, Dwi menjelaskan bahwa GT Madiun merupakan akses strategis keluar masuk kendaraan yang akan menuju Kota Madiun, Ponorogo, Magetan, Pacitan dan sekitarnya, serta di pintu tol tersebut akan dibangun gedung Kantor Pusat PT JNK.

“ Selain itu, kami mencatat di GT Madiun memiliki volume lalu lintas tertinggi dibandingkan dengan GT lainnya seperti Caruba maupun Nganjuk,” kata Dwi.

Pembangunan Tugu Iconic yang telah berdiri saat ini merupakan tahap pertama dan akan diselesaikan segera.

“ Pembangunan Tugu Iconic akan dilengkapi dengan penambahan huruf JNK tinggi sekitar 1.5 meter dari bahan acrylic dengan pencahayaan tinggi. Huruf JNK tersebut ditempatkan sebelah kanan tugu dan pelaksanaannya akan dikerjakan pada tahun ini,” kata dia.

Join Dream.co.id