Mulai Hari Ini, Saham Turun 10% Langsung Kena Auto Reject

Dinar | Selasa, 10 Maret 2020 11:23
Mulai Hari Ini, Saham Turun 10% Langsung Kena Auto Reject

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Begini rinciannya.

Dream - Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 6,58 persen turut menarik perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). Bursa efek ini menerapkan perubahan batas auto rejection sebesar 10 persen.

Dikutip dari laman idx.co.id, Selasa 10 Maret 2020, penerapan perubahan ini berdasarkan pada kondisi pasar modal Indonesia yang tertekan karena beberapa hal. Misalnya, wabah virus corona dan merosotnya harga minyak dunia.

“ Berlaku efektif sejak hari Selasa, 10 Maret 2020 sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan kemudian,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono, di Jakarta.

Pada aturan ini, saham yang diperdagangkan hanya akan turun maksimal 10 persen. Setelah mencapai level itu, saham tersebut akan terkena auto rejection bawah. Batas atasnya masih 20 persen-35 persen.

2 dari 6 halaman

Rincian Harga Penawaran Jual dan Beli

Surat keputusan ini juga menerapkan harga penawaran jual atau permintaan beli saham yang dimasukkan ke JATS.

Pertama, lebih dari 35 persen di atas atau 10 persen di bawah acuan harga untuk saham dengan rentang harga Rp50-Rp200.

Ke dua, lebih dari 25 persen di atas dan 10 persen di bawah acuan harga untuk saham dengan rentang harga lebih dari Rp5 ribu.

Ke tiga, lebih dari 20 persen di atas atau 10 persen di bawah acuan harga untuk saham dengan harga di atas Rp5 ribu.

3 dari 6 halaman

Indeks Syariah BEI Gugur Tersulut Perang Dagang Minyak Dunia

Dream - Indeks syariah terguncang sentimen rontoknya harga minyak dunia dan kekhawatiran penyebaran virus corona. Harga emas hitam ini jatuh sampai 30 persen setelah organisasi penghasil minyak dunia (OPEC) gagal mencapai kesepakatan untuk mengurangi produksinya. 

Isu perang harga minyak mentan mencuat setelah Arab Saudi memberikan diskon besar-besaran untuk penjualan April 2020. Ini dilakukan karena Saudi telah memasang target produksi di atas 10 juta barel per hari. 

Sentimen rontoknya harga minyak dunia membuat tiga indeks syariah yang masih mencemaskan isu virus corona semakin terjerembab pada penutupan Senin 9 Maret 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat anjlok sampai 10,174 poin (6,35%) ke level 150,058. ISSI tiarap seharian setelah dibuka di 563,008 dan sempat tersungkur ke level terendahnya di 149,479.

Penurunan tajam terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang amblas 46,053 poin (7,84%) ke level 541,403.

Koreksi dalam juga terjadi pada indeks JII70 turun 15,015 poin (7,64%) ke level 181,469.

 

 Indeks Syariah BEI Gugur Tersulut Perang Dagang Minyak Dunia© Dream

 

Terjunnya harga minyak mentah dunia membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi korban. IHSG terjun bebas 361,731 poin (6,58%) ke level 5.136,809.

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen, memastikan pihaknya memantau dengan cermat dan hati-hati terhadap kondisi pasar modal.

" OJK akan siap mengeluarkan kebijakan yang diperlukan saat menilai bahwa perlu dilakukan kebijakan tertentu menyikapi dinamika pasar selanjutnya,” kata dia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

4 dari 6 halaman

Indeks Sektoral Terjun Bebas

Aksi jual saham masif dilakukan oleh investor, terutama di sektor industri aneka, pertanian, dan industri dasar. Ketiga indeks ini masing-masing terguling 9,47 persen, pertanian 7,92 persen, dan 7,44 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JSPT yang harga sahamnya merangkak Rp90, GMTD Rp75, EMTK Rp70, BSSR Rp60, dan LINK Rp30.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah AALI yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.500, UNTR Rp1.500, INTP Rp1.300, ITMG Rp875, dan POLL Rp700.

Rupiah juga tersungkur kali ini. Pada 16.26, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melorot 72 poin (0,50%) ke level Rp14.314 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah `Tiarap`, Rupiah Bagaimana?

Dream - Pelemahan indeks syariah berlanjut. Ketiga indeks ini mendekam di zona merah pada Jumat 6 Maret 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 3,568 poin (2,18%) ke level 160,232. ISSI terus melemah setelah dibuka di 162,354. Aksi lepas investor membuat ISSI tersungkur hingga 160,232.

 

 Indeks Syariah Tiarap, Rupiah Bagaimana?© Dream


Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terguling 15,947 poin (2,64%) ke level 587,456.

Indeks JII70 beringsut 5,071 poin (2,52%) ke level 196,484.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 139,590 poin (2,48%) ke level 5.498,540.

6 dari 6 halaman

Semua Saham Rontok

Investor yang enggan melantai di bursa, melepaskan saham-sahamnya, terutama di sektor manufaktur, keuangan, dan infrastruktur. Ketiga indeks sektoral ini melemah masing-masing 4,96 persen, keuangan 3,06 persen, dan infrastruktur 2,56 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya meningkat Rp750, PLIN Rp200, TURI Rp100, ACST Rp50, dan INRU Rp50.

Sebaliknya, harga saham UNTR melorot Rp725, ITMG Rp475, ASII Rp375, EMTK Rp350, dan POLL Rp325.

Dari pasar uang, nasib rupiah sebelas dua belas dengan indeks syariah. Pada 16.28, nilai tukar dolar AS menanjak 146 poin (1,02%) ke level Rp14.321.

Terkait
Join Dream.co.id