Gandeng Umroh.com, 37 Driver Terbaik Grab Berangkat Umroh

Dinar | Selasa, 19 November 2019 19:36
Gandeng Umroh.com, 37 Driver Terbaik Grab Berangkat Umroh

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Perusahaan penyedia ride sharing ini merangkul umroh.com untuk memfasilitasi keberangkatan mitra driver Grab tersebut.

Dream - Umroh atau haji adalah panggilan dari Yang Kuasa. Meski berlimpah harta dan waktu luang, sering kali keinginan menunaikan rukun islam kelima itu terabaikan. Panggilan sering kali datang kepada mereka yang tak pernah menyangka bisa pergi ke Tanah Suci.

Keajaiban itulah yang mungkin dirasakan sebanyak 37 driver Grab beserta pasangannya. Merangkul marketplace penyedia jasa umroh, Umroh.com, para driver dan pasangannya ini akan menjejakkan kaki untuk beribadah di Tanah Suci sekaligus tapak tilas ke kota bersejarah Islam, Turki. 

“ Inisiatif yang kami luncurkan untuk memotivasi sahabat mitra kita dalam memberikan pelayanan terbaik, jujur, baik, dan semangat,” kata Head of Community Driver Management Grab Indonesia, Bobby Silalahi, di Jakarta, Selasa 19 November 2019.

Menurut Bobby, para driver ini merupakan para calon Tamu Allah yang lolos dalam program #ImpianUmrahItuDekat yang merupakan merupakan bagian dari “ Grab Mitra Sejahtera”.

Bobby mengatakan sebanyak 37 driver dan pasangannya yang berangkat umroh dan mengunjungi situs bersejarah Islam di Turki. Total peserta umrah kali ini mencapai 74 orang terdiri dari 46 orang berangkat umroh dan 28 sisanya liburan ke Turki.

Para peserta merupakan mitra Grab yang menunjukan performa terbaik dalam berbagai kriteria tertentu yang telah ditentukan.

Head of Commercial Umroh.com, Lia Firdausy, menambahkan seluruh proses keberangkatan umroh para pengemudi Grab telah dibantu agar mendapat kemudahan. Umroh.com membantu para jemaah ini mulai dari pembuatan paspor, suntik meningitis sampai perlengkapan ibadah yang dibutuhkan selama menunaikan ibadah umroh

Salah satu mitra pengemudi Grab Car dari Jakarta, Hendri, bersyukur mendapatkan hadiah sekaligus mewujudkan impian sepanjang hidupnya yaitu pergi umroh. Hendri berupaya selalu berkerja keras dalam profesinya sebagai driver umroh.

(Sah, Laporan: Diah Tama Yanti)

2 dari 6 halaman

Inovasi Anyar GrabFood Siap Manjakan Lidah Pelanggan

Dream – Di zaman teknologi yang serba canggih, semua orang ingin berinovasi demi bisa memuaskan keinginan publik. Platform menjadi basis utama dalam memperkenalkan terobosan baru.

Pelayanan yang lebih mudah juga terus dilakukan platform transportasi online Grab. Melalui divisi pengiriman makanan, GrabFood, platform itu membuat inovasi baru yang bernama GrabFood Signature.

Grab akan bekerja sama dengan lebih dari 60 mitra usaha di Indonesia untuk menyediakan 100 menu unik eksklusif terbaru. Inovasi ini datang dari keinginan pasar yang semakin beragam.

“ Kami ingin mengajak lebih banyak merchants (untuk) membuat inovasi baru yang sesuai dengan tren untuk menu-menu yang kami berikan kepada konsumen,” kata Head of Marketing GrabFood and New Business, Ichmeralda Rachman, dalam konferensi pers “ GrabFood Pesta Spekta 1 Miliar” di Jakarta, Rabu 30 Oktober 2019.

Menu eksklusif dan terbaru bisa didapatkan di aplikasi GrabFood dan sudah tersedia di beberapa kota di Indonesia, yaitu Bali, Bandung, Cirebon, Jakarta, Makassar, Malang, Mataram, Malang, Medan, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Untuk meningkatkan bisnis kecil, lanjut Ichmeralda, GrabFood membantu memperluas jaringan melalui GrabKitchen dan mempermudah mitra usaha untuk menjual kepada konsumen.

 

 Inovasi Anyar GrabFood Siap Manjakan Lidah Pelanggan

 

“ Delapan puluh persen mitra usaha kami adalah small medium enterprises dan tentunya banyak juga yang lokal. Jadi, kami berusaha mengembangkan di area-area lainnya di Indonesia,” kata dia.

Ichmeralda mengatakan kampanye “ Pesta Spekta” juga akan memberikan hadiah senilai Rp1 miliar dan kesempatan makan gratis selama setahun bagi pelanggan yang beruntung. Ada juga penawaran-penawaran menarik, seperti promo “ buy one get on free” pada setiap Senin dan Selasa, serta pesta jajan selama Rabu—Jumat pada 14.00—17.00.

(Laporan: Diah Tama Yanti)

3 dari 6 halaman

Grab Luncurkan LadyGrab untuk Bisnis Antar Makanan dan Kurir

Dream – Grab meluncurkan armada terbarunya, LadyGrab, untuk GrabFood dan GrabExpress. Grab juga membekali para mitra pengemudi dengan latihan antikekerasan terhadap perempuan.

" Selain dibekali dengan pelatihan antikekerasan terhadap perempuan, mitra LadyGrab juga akan diberikan atribut khusus untuk menunjang aktivitas kerja mereka," kata Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, di Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019.

Neneng mengatakan, keamanan merupakan prioritas dan solusi yang ditawarkan Grab sejak pertama kali didirikan.

 

 Grab Luncurkan LadyGrab untuk Bisnis Antar Makanan dan Kurir

 

Selain itu, Grab bekerja sama dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menggelar pelatihan antikekerasan terhadap perempuan bagi mitra pengemudi perempuan untuk layanan GrabFood dan GrabExpress.

" Sejak awal, Grab menyadari kendala utama perempuan untuk bekerja adalah adanya kekhawatiran akan keselamatan pribadi," kata Neneng.

4 dari 6 halaman

Diikuti 100 Mitra Pengemudi

Ketua Komnas Perempuan, Azriana Manalu, mengatakan, sesi edukasi gelombang pertama diikuti oleh 100 mitra pengemudi perempuan GrabFood dan GrabExpress.

“ Kami berharap pelatihan dan diskusi ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif agar mitra pengemudi, khususnya perempuan dapat bekerja tanpa ada rasa khawatir tentang keselamatan dan keamanan di tempat kerja dan perjalanan,” kata Azriana.

Menurut dia, penghapusan kekerasan seksual baik fisik maupun verbal adalah tanggung jawab semua pihak.

Laporan: Alfi Salima Puteri

5 dari 6 halaman

Langgar Persaingan Usaha, Grab Didenda Rp291 Miliar

Dream - Komisi Persaingan Usaha Malaysia (MyCC) mengusulkan denda 86 juta ringgit, setara Rp291 miliar, untuk Grab pada Kamis, 3 September 2019. Badan ini menyatakan perusahaan aplikasi taksi online itu telah melanggar Undang-Undang Persaingan Usaha.

MyCC menyatakan Grab menyalahgunakan posisinya dengan memberlakukan pembatasan terhadap para driver. Grab melarang para pengemudinya mempromosikan atau memasang iklan milik kompetitornya.

" MyCC menilai klausul pembatasan memiliki efek distorsi persaingan di pasar yang relevan pada platform multi-sisi dengan menciptakan hambatan untuk masuk maupun ekspansi bagi kompetitor Grab yang sudah ada maupun yang akan datang," ujar Chairman MyCC, Iskandar Ismail, dikutip dari Straits Times.

 

 Langgar Persaingan Usaha, Grab Didenda Rp291 Miliar

 

MyCC juga memberikan hukuman harian sebesar 15 ribu ringgit, setara Rp50 juta, terhitung sejak Kamis. Penyebabnya, Grab dinilai gagal melakukan perbaikan seperti diarahkan komisi tersebut untuk mengatasi persaingan usaha.

Iskandar menambahkan, MyCC memberikan waktu 30 hari untuk Grab memberikan tanggapan. Sebelum keputusan final dibuat.

" Kami baru saja menyelesaikan investigasi. Ini masih usulan, belum final. Grab akan punya kesempatan untuk menyampaikan pembelaannya lalu kami akan memutuskan apakah ada pelanggaran atau tidak," kata Iskandar.

6 dari 6 halaman

Grab Terkejut

Pihak Grab di Singapura terkejut atas keputusan tersebut. Mereka menyatakan apa yang dilakukan dengan membatasi iklan dari pihak ke tiga merupakan praktik umum dalam dunia bisnis.

" Kami mempertahankan posisi bahwa kami sudah patuh sepenuhnya terhadap Undang-undang Persaingan Usaha 2010," kata juru bicara Grab, seraya melanjutkan akan mengirimkan nota pembelaan pada 27 November nanti.

MyCC telah memonitor aktivitas anti-persaingan usaha Grab sejak tahun lalu. Tepatnya setelah Grab mengakuisisi bisnis Uber di kawasan Asia Tenggara pada Maret 2018.

Terkait hal itu, Grab menyatakan telah bekerja sama dengan MyCC. Perusahaan tersebut juga tidak pernah mendapat peringatan dari MyCC terkait dugaan pelanggaran persaingan usaha sejak membeli saham Uber.

Di Singapura, Uber memiliki 27,5 persen saham Grab berkat kerja sama akuisisi yang telah terjadi. Hal itu membuat Pengawas Persaingan Usaha Singapura mengibarkan bendera merah.

Pada September tahun lalu, Pengawas Persaingan Usaha Singapura mendenda Uber dan Grab total sebesar 13 juta dolar Singapura, setara Rp133 miliar. Badan tersebut juga memberlakukan sejumlah langkah untuk mengatasi masalah persaingan.

Terkait
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik
Join Dream.co.id