Miliarder Tertua Indonesia Kaya-Raya Berkat Sabun

Dinar | Selasa, 16 Juli 2019 09:24
Miliarder Tertua Indonesia Kaya-Raya Berkat Sabun

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dari usaha jualan sabun, dia meraup pundi-pundi kekayaan.

Dream – Nama Harjo Sutanto masuk ke dalam daftar miliarder Forbes. Pria ini tercatat sebagai miliarder tertua di Indonesia. Tujuh tahun lagi usianya akan menyentuh satu abad.

Dikutip dari Forbes, Selasa 16 Juli 2019, kekayaan Harjo yang tahun ini berusia 93 tahun menyentuh angka US$1,1 miliar (Rp15,32 triliun). Pria ini menjadi miliarder tertua setelah Eka Tjipta Widjaja—bos Sinarmas Group—yang meninggal pada Januari 2019.

Harjo juga masuk daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2019. Di sana, dia menduduki peringkat ke-30.

Bersama Johannes Ferdinand Katuari, Harjo Sutanto mulai berjualan sabun dari pintu ke pintu selama lebih 60 tahun di Jawa Timur. Kemudian, mereka mendirikan perusahaan Wings Group (dulunya bernama Fa Wings) untuk berjualan sabun.

Kini, Wings Group menjelma sebagai salah satu raksasa perusahaan barang konsumsi dan kebutuhan rumah tangga, seperti deterjen, sabun, dan mie instan.

Wings juga menjadi pemegang franchise ritel Jepang, FamilyMart.

Putri Sutanto, Fifi, menjalankan bisnis oleochemical Wings, Ecogreen.

2 dari 11 halaman

Pekerjaan Tak Terduga Orang-orang Terkaya Indonesia

Dream – Sahabat Dream, tak gampang para miliarder di luar sana meraih kesuksesan. Menempuh jalan panjang dan terjal sebelum “ bersinar” dan meraih predikat orang terkaya.

Bahkan, mereka memulai bisnis mereka dari bawah. Kali ini, Dream akan memaparkan pekerjaan-pekerjaan tak terduga yang dilakoni miliarder Indonesia. Bahkan, pekerjaan ini menjadi pekerjaan pertama mereka.

Pertama, ada sales sabun. Pekerjaan ini dilakoni oleh Harjo Sutanto. Dilansir dari Forbes, Selasa 5 Desember 2017, Harjo dan kerabatnya Johannes Ferdinand Katuari, mendirikan industri kecil yang bernama Fa Wings (kini dikenal Wings) pada tahun 1948. Ketika masih industri kecil, Harjo dan Ferdinand berjualan sabun colek. Produknya dijual  dengan door to door.

Kini, Wings menjadi produsen terkemuka di Indonesia yang memproduksi sabun dan peralatan rumah tangga lainnya. Dari penjual sabun colek keliling, Harjo kini menjadi miliarder yang mengantongi kekayaan Rp16,26 triliun.

Yang kedua, penjual biskuit. Miliarder yang dulunya berprofesi sebagai pedagang biskuit adalah Eka Tjipta Widjaja. Eka Tjipta menjalani bisnis ini ketika remaja.

Lalu, dia mendirikan Sinar Mas. Sekarang, perusahaan yang dibangunnya itu memiliki usaha di berbagai bidang, seperti kertas, jasa keuangan, properti, agribisnis, pendidikan, dan telekomunikasi.

3 dari 11 halaman

Lanjut ke...

Yang ketiga adalah penjual sepeda. Coba tebak, siapa miliarder yang menjalani pekerjaan ini sebagai pekerjaan pertamanya.

Jawabannya adalah Mochtar Riady. Pendiri Lippo Group ini memulai bisnisnya pada usia 22 tahun. Ketika itu, dia membuka toko sepeda. Kemudian, dia merintis bisnis bank karena dari kecil bercita-cita sebagai seorang bankir.

Yang keempat ada penjual buku kuliah. Miliarder yang pernah melakoni pekerjaan ini adalah Chairul Tanjung. Dia berjualan buku kuliah, kaos, dan foto kopi di kampus untuk memenuhi kebutuhan kuliah.

Ya, kala itu, pemilik usaha CT Corp ini kesulitan finansial untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. (ism) 

4 dari 11 halaman

7 Miliarder Indonesia Penderma

Dream - Dunia pendidikan kini tak hanya monopoli para guru. Seiring berkembangnya kepedulian sosial, masyarakat kelas atas, khususnya orang-orang terkaya di Indonesia, mulai menyisihkan kekayaannya untuk dunia pendidikan.

Meski tidak seluruhnya mendirikan lembaga formal semacam sekolah, banyak miliarder Indonesia yang menyumbangkan dananya untuk kegiatan pendidikan dan penelitian.

Dengan hartanya, para miliarder ini mendirikan yayasan dengan fokus penelitian pada bidang-bidang tertentu.

Mengutip sejumlah laporan Forbes, sedikitnya ada beberapa keluarga terkaya Indonesia yang sudah terjun ke bidang terkait pendidikan. Siapa saja mereka? Klik halaman berikutnya. (Ism)

5 dari 11 halaman

Theodore Rahmat

1. Theodore Rahmat (70 tahun)
Jabatan: pendiri Kelompok usaha Triputra

Dream - Lewat yayasan A&A Reachmat Compassionate Service Foundation, Theodore mendukung dunia pendidikan dengan menyediakan program beasiswa kepada 17 perguruan tinggi di Indonesia. Sudah lebih dari 9.800 mahasiswa mendapatkan keuntungan dari program ini.

 Theodore Rahmat

Selain program beasiswa, Theodore juga mendanai 32 klinik kesehatan di seluruh Indonesia yang mampu menjangkau 698 ribu pasien. Sementara Back Endeavor Indonesia menjadi lembaga nirlaba yang membantu pengembangan entrepreneur di Tanah Air. (Ism)

6 dari 11 halaman

Tahija Bersaudara

2. Sjakon George Tahija (62) dan George Santosa Tahija (56)

Jabatan: Komisioner Kelompok Usaha Austindo

Dream - Dua bersaudara ini menjalankan yayasan Tahija Foundation. Komitmen terbesarnya adalah proyek pemberantasan demam berdarah Dengeu di Yogyakarta yang merupakan bagian dari program penelitian dunia dalam upaya memberantasan penyakit melalui nyamuk.

Yayasan ini juga terlibat dari proyek konservasi maritim dengan mendanai armada pengawas dan pilot project perlindungan ikan karang.

 Tahija Bersaudara

Khusus di dunia pendidikan, kedua bersaudara ikut memberikan program beasiswa kepad mahasiswa dan ikut mendanai penelitian arkeologi dan restorasi bangunan bersejarah.

Sjakon dan George merupakan putra dari Julian dan Jean Tahija yang mulai merintis yayasan ini pada 1990. Julian duduk dalam jajaran petinggi Caltex Pasific Indonesia dan ikut mendirikan Freeport Indonesia. Lewat bendera Austindo, keluarga miliarder kini mengelola perusahaan minyak kelapa sait, pertambangan, dan bisnis klinik mata. (Ism)

 

7 dari 11 halaman

Tahir

3. Tahir (62)
Jabatan: Pendiri dan Chairman Kelompok Mayapada

Dream - Dalam setahun terakhir, publik Indonesia akan kagum dengan sepak terjang Tahir di dunia sosial. Dialah miliarder Indonesia yang bisa mendatangkan pemilik Microsoft, Bill Gates ke Indonesia.

Tahir sukses menggaet enam orang kaya dunia untuk menyumbangkan masing-masing US$ 5 juta bagi organisasi Indonesia Health Fund yang diluncurkan pada April. Targetnya adalah menggaet 12 orang terkaya Indonesia untuk ikut terlibat dan mengumpulkan dana US$ 100 juta untuk proyek pemberantasan TBC dan program keluarga berencana.

 

 Tahir

 

Bill Gates ikut terlibat dalam program ini dan berkomitmen menyumbangkan dana lewat Bill & Melinda Gates Foundation. Dengan hadirnya Bill Gates, total sumbangan melonjak menjadi US$ 200 juta.

Pada 2012, Forbes mencatat Tahir menyumbangkan US$ 50 juta untuk universitas di Indonesia, China, Singapura, dan AS. Sebagian besar sumbangannya dalam bentuk beasiswa.

Tahir pernah berencana menyumbangkan 10 ribu laptop ke sejumlah pelajar cerdas di sejumlah sekolah menengah di Indonesia. (Ism)

 

8 dari 11 halaman

Pieter Tanuri dan Veronica Colondam

4. Pieter Tanuri (50) dan Veronica Colondam (42)

Jabatan: Presiden Multistrada Arah Sarana, YCAB Foundation

Dream - Pieter Tanuri yang merupakan pimpinan dari produsen ban ternama Multistrada menyumbangkan sebagian kekayaannya lewat Yayasan YSAB Foundation. Sementara istrinya, Veronisa, bertugas mengelola yayasan yang sudah berusia 15 tahun.

 Pieter Tanuri dan Veronica Colondam

Lewat yayasan ini, kedua orang terkaya Indonesia ini menjalankan 40 sekolah dan memberikan US$ 7 juta untuk kredit mikro bagi ibu rumah tangga miskin yang memiliki bisnis kecil dan anak sekolah.

Keduanya berkomitmen untuk menyumbangkan US$ 2,5 juta yang akan membuat yayasannya memberikan pinjaman lebih banyak. (Ism)

 

9 dari 11 halaman

Ciputra

5. Ciputra
Jabatan: Pendiri perusahaan pengembang Ciputra Group

Dream - Fokus pada upaya menciptakan entrepreneur baru, Ciputra mendirikan Universitas Ciputra di Surabaya pada 2006. Dengan komitmen dana awal US$ 10 juta, universitasnya kini dihuni 2000 mahasiswa yang belajar aneka studi mulai dari akuntansi hingga hukum properti.

 Ciputra

Ciputra juga tak ragu mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan di Sillicon Valey, AS dan beberapa kota lain di dunia.

 

10 dari 11 halaman

Gunawan Jusuf

6. Gunawan Jusuf
Jabatan: Pemilik perusahaan perkebunan dan pengolahan gula, Sugar Group

Dream - Salah satu orang terkaya Indonesia ini menjalankan sekolah Sugar Group Schools yang pertama kali dijalankan sang ibu, Rachmiwaty. Kini sekolah ini dijalankan saudara perempuannya Purwati Lee.

Sekolah ini menyediakan pendidikan gratis kepada 1.900 anak pegawai hingga level politeknik. Banyak orang tua murid yang tinggal di sekitar lokasi pabrik.

 Gunawan Jusuf

Dimulai pada 2005,sebanyak 5 sekolah yang didirikannya berbeda dengan sekolah formal lainnya. Dengan ruangan lebih berwarna, area bermain, penyejuk ruangan, dan layanan Wi-Fi gratis. Setiap murid dan mahasiswa politeknik mendapatkan jatah makan 2 kali sehari serta seragam, sepatu, dan tas gratis. (Ism)

 

11 dari 11 halaman

Low Tuck Kwong

7. Low Tuck Kwong (64)
Jabatan: Pendiri perusahaan tambang Bayang Resources

Dream - Miliarder Indonesia ini banyak memberikan sumbangan kepada universitas di Indonesia, Singapura, dan Filipina. Pada 2010, Low Tuck Kwong menyumbangkan US$ 3 juta untuk program profesor di Nation University Singapura bidang bisnis.

 Low Tuck Kwong

Kecintaannya pada hewan membuatnya rela membangun kebun binatang pribadi dengan koleksi 100 hewan. Serta aktif terlibat dari program rehabilitasi orang utan. (Ism)

Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik
Join Dream.co.id